Sumut Alami Kelangkaan Dokter Spesialis Bedah Anak
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Sumut Alami Kelangkaan Dokter Spesialis Bedah Anak

Kamis, 1 Oktober 2020 | 20:20 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / FER

Medan, Beritasatu.com - Kabar duka kembali melanda kalangan dokter di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pasalnya, seorang dokter senior spesialis bedah anak, dr Mahyono, dilaporkan meninggal dunia akibat Covid-19. Saat ini, hanya tinggal 2 orang dokter spesialis bedah anak di Medan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah mengatakan, telah terjadi kelangkaan dokter spesialis bedah anak di Medan menyusul meninggalnya dr Mahyono akibat Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Royal Prima Medan, Kamis (1/10/2020).

"Saat ini, dokter spesialis bedah anak tinggal dua orang. Sebelumnya, dokter senior kita yang juga spesialis bedah anak, sudah lebih dulu meninggal akibat terpapar virus corona. Dokter spesialis bedah anak menjadi mengalami kelangkaan untuk di daerah ini," ujar Aris Yudjariansyah.

Aris mengatakan, Mahyono merupakan pejuang kemanusiaan. Dokter ini cukup banyak membantu melakukan operasi terhadap anak-anak dari keluarga tidak mampu. Bedah itu dilakukan secara gratis atas keikhlasan dan ketulusan Mahyono demi menjalankan misi kemanusiaan.

"Tidak mudah untuk dokter bisa meraih predikat spesialis bedah anak ini. Prosesnya membutuhkan waktu pendidikan yang sangat panjang, hingha sekitar 12 tahun. Berbeda dengan dokter umum yang pendidikannya 6 tahun, spesialis bedah 5 tahun, ditambah bedah anak selama 2 tahun," ujar Aris.

Dalam mengantisipasi kekurangan dokter spesialis bedah anak ini, sambung Aris, pihaknya akan memberdayakan dokter spesialis bedah umum untuk sesuatu hal yang bersifat darurat. Sebab, dokter spesialis bedah umum juga dapat melakukan operasi terhadap anak-anak.

Dengan meninggalnya dr Mahyono, maka jumlah dokter yang gugur akibat ganasnya serangan virus corona di Sumut, bertambah menjadi 19 orang. Oleh karena itu, gugus tugas mengingatkan kalangan dokter untuk selalu mengantisipasi penularan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan, Wijaya Juwarna menyampaikan belasungkawa atas gugurnya dr Mahyono. Dokter Mahyono disebutkan meninggal dunia setelah 10 hari menjalani perawatan medis di RS Royal Prima Medan.

"Semasa hidupnya, beliau merupakan sosok senior yang menjadi panutan. Dokter Mahyono merupakan Ketua Bakti Kesehatan Bermartabat (BKB) Sumut. Kita kembali kehilangan seorang pahlawan kesehatan. Banyak hal yang sudah diperbuatnya untuk membantu masyarakat," jelasnya.

Untuk itu, Wijaya mengingatkan kepada para dokter yang bertugas, agar tetap memakai APD yang standar. Kemudian melakukan pemetaan dan pisahkan segera Rumah Sakit yang khusus menangani Covid-19. Untuk sejawat dokter yang berusia di atas 50 tahun, Wijaya menyarankan, agar dokter mengatur waktu polinya.

"Kita menyarankan agar buka praktek tidak setiap hari, sehingga masih ada waktu untuk beristirahat dan berolahraga. Lalu sejawat dengan penyakit penyerta agar puasa dulu jangan berpraktik selama bulan Oktober sampai Desember 2020," sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Selidiki Dugaan Korupsi di Tubuh Anak Usaha Telkom

KPK selidiki dugaan korupsi di Telkom.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Cai Changpan 8 Bulan Menggali, Sehari 2 Kantong Plastik

Napi gembong narkoba Cai Changpan menggali tanah di dalam selnya selama 8 bulan sebelum melarikan diri.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

HUT Ke-16 DPD, Ketua DPR Ajak Wujudkan Mandat Rakyat

Puan menegaskan, NKRI akan semakin kuat jika masyarakat di seluruh daerah merasakan kesejahteraan dan keadilan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Antisipasi Musim Penghujan, Jateng Susun Peta Bencana

Ganjar juga menyiapkan posko bencana yang akan dioperasikan mulai Oktober 2020 hingga Maret tahun depan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

"Sunatan Massal" Hukuman Koruptor, KPK: Penegak Hukum Belum Miliki Komitmen yang Sama

Sejak 2019 hingga saat ini, terdapat 23 terpidana korupsi yang hukumannya dikurangi MA melalui putusan PK.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Universalitas Nilai-nilai Pancasila Sanggup Menata Dunia

Bangsa Indonesia harus bersyukur karena memiliki dasar negara Pancasila.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

10 Provinsi Prioritas Sumbangkan 67,6,8 % Total Kasus Aktif Nasional

Jumlah kasus aktif di 10 provinsi prioritas menyumbangkan 67,6 persen dari total jumlah kasus aktif nasional.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Perlu Rekonsiliasi Sosial untuk Menjaga Keutuhan Negara

Masyarakat semakin terpolarisasi ke dalam blok politik, ideologi, dan identitas sosial yang saling menyerang satu dengan lainnya, bahkan cenderung saling menegasikan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Kasus Harian Meningkat, Satgas Covid-19: Jalankan Protokol Kesehatan

Masyarakat diminta untuk terus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

STP Trisakti Jadi PTS Pertama yang Buka Prodi S-3 Pariwisata

Program studi S3 Pariwisata merupakan langkah mendukung pemerintah memajukan dunia pendidikan tinggi untuk mencetak SDM unggul.

NASIONAL | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS