Ini Alasan Pemerintah Memprioritaskan Penanganan Covid-19 di Aceh dan Banten
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Ini Alasan Pemerintah Memprioritaskan Penanganan Covid-19 di Aceh dan Banten

Kamis, 1 Oktober 2020 | 20:42 WIB
Oleh : Lennny Tristia Tambun / EAS

Jakarta, Beritasatu.com – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Wiku Adisasmito menerangkan alasan Provinsi Banten dan Aceh masuk ke dalam provinsi prioritas pengendalian Covid-19. Sebelumnya, pemerintah menetapkan sembilan provinsi prioritas, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Papua dan Bali.

"Jadi sembilan provinsi, atau berawal dari delapan provinsi. Kemudian ditambahkan dengan satu provinsi, yakni Banten,” kata Wiku Adisasmito saat jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Alasan dimasukkan Banten ke dalam provinsi prioritas, Wiku mengungkapkan, karena kasus tertinggi di provinsi tersebut dikontribusikan tiga kabupaten/kota, yakni Tangerang, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

Pada tiga daerah di Banten itu kontribusinya 75% dari seluruh kasus aktif yang ada di provinsi tersebut. Hal itu membuat Banten menjadi salah satu perhatian Satgas Covid-19 karena provinsi ini menjadi bagian dari aglomerasi Jabodetabek.

"Apabila daerah-daerah aglomerasi ini dikendalikan dengan baik, maka kontribusi penurunan kasusnya akan berdampak besar terhadap kasus nasional,” ujar Wiku Adisasmito.

Sementara itu, terkait usulan terbaru Aceh agar menjadi prioritas penanganan karena Satgas telah meninjau langsung kondisi disana.

"Kami baru saja ke Aceh Minggu lalu, dan kami mendapatkan laporan bahwa di sana memerlukan bantuan karena kasusnya meningkat. Meningkat ini karena dengan adanya laboratorium PCR yang ada di tiga tempat, Litbangkes, Labkesda dan RS Zainul Abidin dan meningkatkan deteksi kasus Covid-19," terang Wiku Adisasmito.

Aceh merasa perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat khususnya Satgas Penanganan Covid-19 agar laboratoriumnya bisa ditambah khususnya PCR di beberapa tempat tertentu. Misalnya di Aceh Utara, Aceh Tengah dan Aceh Selatan, dengan penambahan laboratorium PCR, bisa jadi terdeteksi kasus lebih banyak.

Wiku juga menekankan, latar belakang banyaknya kasus di Aceh karena mobilitas penduduk yang datang dari luar Aceh. Makanya pembatasan mobilitas itu sangat penting dalam pengendalian Covid-19.

"Jadi tidak ada niat sedikitpun, dari manapun termasuk pemerintah daerah untuk menutupi data. Sama sekali tidak. Justru dengan cara seperti ini, pemerintah pusat juga mengetahui kendala yang ada disana termasuk kebutuhan ICU, ruang isolasi yang ada disana karena kasusnya meningkat," tegas Wiku Adisasmito.

Selain itu, lanjut Wiku, kasus positif di Aceh lebih banyak, dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum menjalankan protokol kesehatan. Karena itu, pihaknya akan memberikan bantuan masker. Serta menggerakkan ekonomi masyarakat disana dengan memberikan bahan agar masyarakat Aceh bisa membuat masker kain sendiri dan dibagikan kepada masyarakat lain.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPK-BPKP Bersinergi Lakukan Pengawasan Penanganan Covid-19 dan PEN

BPKP siap berkolaborasi dengan BPK dalam menjaga akuntabilitas penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Sumut Alami Kelangkaan Dokter Spesialis Bedah Anak

Saat ini, hanya tinggal 2 orang dokter spesialis bedah anak di Medan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

KPK Selidiki Dugaan Korupsi di Tubuh Anak Usaha Telkom

KPK selidiki dugaan korupsi di Telkom.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Cai Changpan 8 Bulan Menggali, Sehari 2 Kantong Plastik

Napi gembong narkoba Cai Changpan menggali tanah di dalam selnya selama 8 bulan sebelum melarikan diri.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

HUT Ke-16 DPD, Ketua DPR Ajak Wujudkan Mandat Rakyat

Puan menegaskan, NKRI akan semakin kuat jika masyarakat di seluruh daerah merasakan kesejahteraan dan keadilan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Antisipasi Musim Penghujan, Jateng Susun Peta Bencana

Ganjar juga menyiapkan posko bencana yang akan dioperasikan mulai Oktober 2020 hingga Maret tahun depan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

"Sunatan Massal" Hukuman Koruptor, KPK: Penegak Hukum Belum Miliki Komitmen yang Sama

Sejak 2019 hingga saat ini, terdapat 23 terpidana korupsi yang hukumannya dikurangi MA melalui putusan PK.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Universalitas Nilai-nilai Pancasila Sanggup Menata Dunia

Bangsa Indonesia harus bersyukur karena memiliki dasar negara Pancasila.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

10 Provinsi Prioritas Sumbangkan 67,6,8 % Total Kasus Aktif Nasional

Jumlah kasus aktif di 10 provinsi prioritas menyumbangkan 67,6 persen dari total jumlah kasus aktif nasional.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Perlu Rekonsiliasi Sosial untuk Menjaga Keutuhan Negara

Masyarakat semakin terpolarisasi ke dalam blok politik, ideologi, dan identitas sosial yang saling menyerang satu dengan lainnya, bahkan cenderung saling menegasikan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS