PBNU: Sejarah Menjadi Alarm Persatuan Bangsa
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

PBNU: Sejarah Menjadi Alarm Persatuan Bangsa

Kamis, 1 Oktober 2020 | 22:49 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud mengatakan, sejarah seyogianya menjadi pengingat atau alarm bagi bangsa untuk tetap menjaga persatuan. Begitu pula halnya dengan kejadian masa lalu yang dikenal dengan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI.

"Kejadian ini biar menjadi sejarah yang bisa diceritakan, agar orang dapat mengambil langkah selalu waspada menuju ke kehidupan masa depan. Ketika ini sebagai pelajaran, maka fakta-fakta itu ditulis agar menjadi sejarah untuk tetap waspada. Intinya jangan sampai perang lagi,” kata Marsudi saat dihubungi Suara Pembaruan Kamis (1/10/2020), terkait dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Marsudi menjelaskan, sejarah perlu ditulis agar generasi bangsa mengetahui selain tragedi pemberontakan PKI ada pemberontakan lain. Dulu PKI disebut jalur kiri dan pemberontakan lain disebut jalur kanan yang dilakukan oleh Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang mau membuat negara berdasarkan hukum Islam. Selain itu, ada juga gerakan pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

"Bangsa ini harus selalu ingat, jangan terlalu ke ‘kiri-kiri’ yang akhirnya hanya meninggalkan sengsara juga. Bunuh-bunuhan antara bangsa sendiri. Atau jangan terlalu ke ‘kanan-kanan’ yang meninggalkan sejarah DI/TII,” kata Marsudi

Marsudi menuturkan, pentingnya sejarah G30S PKI dan DI/TII ditulis, tujuannya agar generasi penerus tetap memposisikan diri di tengah, karena negara Indonesia adalah negara yang disepakati bersama berdasarkan Pancasila.

Selain itu, untuk menjaga situasi tetap aman, Marsudi menuturkan, setiap orang harus bisa saling memberi maaf. Dengan begitu sejarah tidak menjadi alasan perang baru, namun menjadi semangat memberi maaf dan ruang berdialog dan berdiskusi.

"Perlu adanya rekonsiliasi untuk memberi maaf demi memperkuat jati diri bangsa dan memperkokoh ketahanan nasional dan sosial negara,” ucapnya.

Sementara hikmah dari peristiwa G30S PKI dan DI/TII, Marsudi menuturkan, Indonesia melalui NU hadir menjadi delegasi negara lain yang sedang mengalami peristiwa serupa. Dalam hal ini, NU juga terlibat langsung dalam misi perdamaian untuk Afganistan demi menghentikan perang sesama bangsa.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tak Pakai Masker, Belasan Warga Bengkulu Disanksi Bersihkan Pantai

Belasan warga Bengkulu, terjaring petugas gabungan terdiri dari TNI, Polri dan Satpol PP Bengkulu, karena tidak memakai masker.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Pemkot Palu Intensifkan Razia Disiplin Protokol Kesehatan

Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai mengintensifkan razia penerapan disiplin protokol kesehatan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Bupati Intan Jaya Bantah Kendalikan Wilayah dari Luar Daerah

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni membantah kabar bahwa dia berada di luar daerah saat terjadi konflik di wilayah tersebut.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Pancasila Jadi Modal Kuat Menjaga Keutuhan Negara

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah momen untuk kembali memaknai Pancasila dan menerapkannya pada setiap sendi-sendi kehidupan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Rusdy Mastura-Ma’mun Amir Janji Sejahterakan Masyarakat Sulteng

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura-Ma’mun Amir berjanji memajukan dan menyejahterakan masyarakat Sulteng.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Terdakwa Perkara Investasi MeMiles Diputus Bebas

Para terdakwa perkara investasi MeMiles senilai Rp 761 miliar diputus bebas setelah dinyatakan tidak bersalah dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Wamenag: Santri Harus Sehat dan Kuat Selama Pandemi

Para santri memiliki jasa besar dalam merebut dan mengisi kemerdekaan, termasuk pada masa pandemi ini.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Ponpes di Sleman Jadi Klaster Covid-19

Tiga Ponpes di Sleman jadi klaster Covid-19.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Kasus Penembakan Pendeta Zanambani, PSI Papua: Bentuk Tim Independen

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Papua (DPW PSI Papua) Karmin Lasuliha menyampaikan rasa belasungkawa dan mengutuk keras atas penembakan terhadap Pdt Yeremia

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Bobby Nasution Bangun Strategi Bangkitkan UMKM di Medan

Bobby Nasution - Aulia Rahman, membuat aplikasi kolabin.id untuk membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

NASIONAL | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS