Pakar: Peta Jalan Pendidikan Perlu Diarahkan Dukung Industri
Logo BeritaSatu

Pakar: Peta Jalan Pendidikan Perlu Diarahkan Dukung Industri

Senin, 5 Oktober 2020 | 21:00 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama Komisi X DPR saat ini sedang dalam tahap membahas peta jalan pendidikan Indonesia. Tujuannya adalah agar peta jalan pendidikan yang sedang disusun ini dapat mengikat para Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di masa mendatang.

Futurolog Pendidikan, Prof. Badri Munir Sukoco menyarankan peta jalan pendidikan Indonesia 2020-2035 perlu arah yang jelas, yakni industri strategis apa yang akan dikembangkan oleh industri.

Ia menyoroti link and match yang senantiasa menjadi masalah dasar bagi pendidikan di Indonesia. Pasalnya, lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kalau kita melihat statistik yang dikeluarkan oleh Kemdikbud dan Kemristekdikti yang sebelumnya, 60% lulusan perguruan tinggi kita berasal dari sosial. Saat kerja pasti ada perbedaan antara jurusan yang mereka tuju dengan pekerjaan,” ucapnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi X secara fisik dan virtual, Senin (5/10/2020).

Menurutnya, perguruan tinggi melalui tri dharma pendidikan bisa diarahkan guna mendukung industri strategis.

"Contohnya adalah negara Tiongkok. Penelitian-penelitian yang dilakukan para profesor mereka selalu bisa dikonversikan dan dipatenkan. Ini terjadi karena fokus penelitian perguruan tinggi sudah diarahkan oleh pemerintah sesuai dengan arah kebijakan negara,” ujarnya.

Badri juga menuturkan, peta jalan pendidikan Indonesia harus melibatkan lembaga dan kementerian terkait untuk menentukan industri strategis apa yang disasar oleh Indonesia sehingga transformasi ekonomi Indonesia bisa jalan dengan baik.

“Jangan sampai anak bangsa yang bertalenta dididik untuk sesuatu yang tidak berkaitan dengan agenda nasional Indonesia. Nantinya malah terbuang percuma investasi besar dalam bentuk APBN maupun waktu dan pengetahuan yang mereka dapatkan dari pendidikan tinggi kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda mengatakan, masukan dari para pakar ini sangat penting untuk penyempurnaan penyusunan peta jalan pendidikan Indonesia. Pasalnya, draf peta jalan yang sudah dirumuskan Kemdikbud belum mencakup semuanya.

“Misalnya peta jalan yang dirumuskan Kemdikbud sampai saat ini belum kami dapatkan dengan lengkap dasar hukum dan kajian yang berbentuk naskah akademiknya. Begitu juga dengan catatan Kemdikbud yang memberikan cukup tegas platform digital pendidikan yang dianggap Kemdikbud sebagai bagian dari transformasi digital di dunia pendidikan. Termasuk kebijakan soal Merdeka Belajar baik itu untuk Kampus Merdeka maupun untuk Pelajar Merdeka. Itu berbagai hal menjadi catatan kami,” ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakar: Dengan Peta Jalan Pendidikan, Tidak Ada Lagi Ganti Menteri Ganti Kebijakan

Gonta-ganti kebijakan tiap ganti menteri menyebabkan pendidikan Indonesia tidak mengalami kemajuan yang signifikan.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Aplikasi Super Salurkan Sarana Cuci Tangan ke Warga Jatim

Pemasangan wastafel merupakan wujud kemitraan aplikasi Super dan toko-toko kelontong yang sudah bergabung menjadi Super Center.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Pegadaian Gandeng Karang Taruna Dorong Produktivitas Milenial

Kolaborasi Pegadaian dan Karang Taruna memberikan peluang baru bagi generasi muda dalam mengembangan kemandirian ekonomi.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, Bank DKI Bentuk Komunitas JakOne Artri

Komunitas JakOne Artri akan memberikan tiga manfaat bagi masyarakat, menjadi sumber penghasilan, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, dan jaga kelestarian.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

4 Dokter di Kaur Bengkulu Terpapar Covid-19

Keempat orang tenaga petugas kesehatan yang positif merupakan dokter yang diperbantukan Kemkes dalam program Nusantara Sehat di Kabupaten Kaur.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Masih Ada 38 Koruptor Ajukan PK, KPK Ingatkan MA Soal Perma Pemidanaan

KPK mengingatkan dan mendorong Mahkamah Agung (MA) untuk menyosialisasikan Peraturan MA (Perma) Nomor 1 Tahun 2020.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Polri Gulung Sindikat Pembobol Rekening Modus Kirim OTP

Komplotan ini salah satunya digulung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Ada 10 tersangka yang diciduk dengan total kerugian sekitar Rp 21 miliar.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

RUU Ciptaker Disahkan, Ini Kata Puan Maharani

Bila UU Ciptaker masih dirasakan oleh sebagian masyarakat belum sempurna, maka sebagai negara hukum terbuka ruang untuk dapat menyempurnakannya.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Pemerintah Diminta Gratiskan Uji Tes dan Vaksin Covid-19 bagi Masyarakat Kurang Mampu

Penggratisan rapid dan swab test, serta vaksin Covid-19 bagi warga tidak mampu, bukti kehadiran negara di tengah masyarakat.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Polrestabes Medan Tangkap Sindikat Narkoba Jaringan Internasional

Selain menyita 18 kg sabu - sabu yang dipasok dari Malaysia, petugas juga menyita senjata tajam, handphone dan sejumlah barang bukti lainnya.

NASIONAL | 5 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS