Kursi Pesakitan di Depan Mata
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Djoko Tjandra

Kursi Pesakitan di Depan Mata

Selasa, 6 Oktober 2020 | 12:21 WIB
Oleh : Farouk Arnaz/Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra segera duduk di kursi pesakitan. Pria kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat, 27 Agustus 1950 tersebut akan menghadapi sidang perdananya terkait kasus kasus penggunaan surat jalan palsu. Selain itu, Djoko Tjandra juga diseret ke meja hijau atas kasus hilangnya red notice Interpol, termasuk kasus pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA). Kasus terakhir, ditangani Korps Adhyaksa.

Polri menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus surat jalan palsu yakni Brigadir Jenderal (Pol) Prasetijo Utomo, advokat Anita Kolopaking, dan Djoko Tjandra. Ketiganya dijerat dengan Pasal 263 ayat 1 dan 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Pasal 426 KUHP, Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP, dan Pasal 223 KUHP. Sementara pada kasus suap red notice, Polri menjerat empat tersangka yang berperan sebagai pemberi suap dan penerima suap.

Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi bertindak sebagai pemberi suap, sedangkan Inspektur Jenderal (Irjen) Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo selaku penerima. Sekadar diketahui, pemberi suap dikenakan Pasal 5 ayat 1 juncto Pasal 13 Undang-Undang (UU) 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Berikutnya, penerima dijerat Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 dan Pasal 12 huruf a dan b UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Secara kumulatif, Djoko Tjandra bisa divonis 10 tahun penjara. Ini baru dua kasus di Polri, belum jika ditambah dengan kasus penyuapan soal fatwa MA yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Ancaman pidananya 5 tahun. Aksi “akrobatik” Djoko Tjandra yang terkesan mengacak-acak institusi penegak hukum sejatinya terkait dengan kasus hak tagih Bank Bali. Djoko Tjandra berharap dapat terhindar dari hukuman 2 tahun.

Alih-alih lolos dari jeratan itu, Djoko Tjandra justru berpotensi mendekam di jeruji besi lebih lama. “Djoko Tjandra tidak hanya harus menghuni penjara 2 tahun. Karena tingkahnya, dia bisa diberi hukuman-hukuman yang jauh lebih lama. Dugaan pidananya antara lain, penggunaan surat palsu dan penyuapan kepada pejabat yang melindunginya. Pejabat-pejabat yang melindunginya pun harus siap dipidanakan. Kita harus kawal ini,” tegas Menko Polhukam Mahfud MD pada 1 Agustus 2020.

Motif Prasetijo membantu Djoko Tjandra telah diungkap Polri. Prasetijo disebut menerima suap 20 ribu USD atau setara dengan Rp300 juta. Meskipun dalam perkembangannya terungkap bahwa ada permintaan uang lebih banyak daripada itu, khususnya dalam klaster red notice. Hal menarik dalam kasus red notice, Napoleon dan Tommy tidak ditahan polisi. Napoleon bahkan melawan penetapan dirinya sebagai tersangka dengan melakukan praperadilan.

Napoleon berkilah menerima uang dalam kasus ini. Polri menerangkan Napoleon memang tidak menerima pemberian uang 50 ribu USD dari Tommy. Namun, Napoleon meminta dan menerima sebesar Rp 7 miliar. Peristiwa ini terjadi pada medio April-Mei 2020. Sebagai realisasi, Napoleon memerintahkan Kombes Tommy Arya untuk membuat surat yang berkaitan dengan pencabutan red notice.

Surat tersebut diteken Brigjen Nugroho Slamet Wibowo selaku Sekretaris Interpol Polri. Saat kasus terungkap, Wibowo juga telah dicopot dari jabatannya, tetapi tidak dipidana sejauh ini. Napoleon pun dicopot dari posisinya sebagai Kadiv Hubungan Internasional Polri. Keduanya dinilai melanggar etik. Pencabutan red notice, membuat nama Djoko Tjandra sempat dihapus dari data perlintasan imigrasi. Kadiv Humas Polri Argo Yuwono menekankan adanya pelanggaran kode etik tersebut.

Perintah Presiden

Menjadi buronan selama 11 tahun tak membuat Djoko Tjandra kehilangan akal untuk masuk ke Indonesia. Pada 8 Juni 2020, sang Joker yang menjadi julukannya, mengejutkan publik. Namanya ramai diperbincangkan ketika mendaftarkan upaya Peninjauan Kembali (PK) atas vonis kasus hak tagih Bank Bali, ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel). Setelah itu, Djoko Tjandra ibarat permainan sulap kembali menghilang.

Kursi Pesakitan di Depan Mata

Operasi penangkapan pun disusun oleh Polri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengejar sekaligus menangkap Djoko Tjandra. “Atas perintah (Presiden) tersebut, Kapolri membentuk tim untuk kemudian menindaklanjuti perintah tersebut,” ungkap Kabareskrim Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo. Listyo memimpin langsung tim dan menelusuri keberadaan Djoko Tjandra.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim itu, Djoko Tjandra disinyalir berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Kemudian, Kapolri berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia. Tim pun berangkat menuju Kuala Lumpur. Penangkapan Djoko Tjandra dilakukan Polis Diraja Malaysia yang kemudian diserahkan kepada Polri di wilayah teritori Indonesia pada 30 Juli 2020. Tim yang membawa Djoko Tjandra menumpangi pesawat dengan nomor registrasi PK RJP.

Djoko Tjandra tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 22.48 WIB. Kapolri menegaskan penangkapan Djoko Tjandra merupakan bentuk komitmen Polri untuk menangkap koruptor buron. Polri membuktikan tidak akan pandang bulu untuk menyeret para pelaku kejahatan korupsi. “Sekali lagi ini bentuk komitmen kami. Kami akan transparan, objektif, untuk usut tuntas apa yang terjadi,” tegas Idham.

Idham mengapresiasi kinerja anak buahnya dalam proses penangkapan Djoko Tjandra. tim yang dipimpin oleh Kabareskrim, dinilai bekerja sangat baik. “Djoko Tjandra ini memang licik dan sangat pandai. Dia kerap berpindah-pindah tempat, tetapi alhamdulilah berkat kesabaran dan kerja keras tim Djoko Tjandra berhasil diamankan. Proses hukum Djoko Tjandra akan terus dikawal. Terbuka dan transparan serta tidak akan ditutup-tutupi,” ungkap Idham.

Berkas Lengkap

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung telah menyerahkan berkas perkara tersangka surat jalan palsu ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur pada 28 September 2020. Penyerahan dilakukan setelah berkas ketiga tersangka dinyatakan lengkap atau P21 oleh JPU. Barang bukti yang diserahkan Polri kepada kejaksaan terdiri atas satu paspor milik Djoko Tjandra, 14 ponsel, 2 komputer, 1 lapor, 2 buku, 39 dokumen, dan 18 berita acara pemeriksaan digital.

Sementara berkas perkara dalam kasus red notice masih diperiksa jaksa dan belum dinyatakan P-21. Penyidik Polri melimpahkan berkas perkara red notice kepada JPU pada 2 September 2020. Namun, selang sepekan lebih, JPU memulangkan berkas tersebut lantaran dinilai belum lengkap. Selanjutnya, pada 21 September, penyidik kembali menyerahkan perbaikan berkas. Menarik untuk terus menanti perkembangan skandal Djoko Tjandra ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Strategi Jangka Benah, Solusi Penataan Kebun Sawit di Kawasan Hutan

Jangka Benah merupakan periode untuk memperbaiki struktur dan fungsi ekosistem hutan yang terganggu atau rusak.

NASIONAL | 27 Oktober 2021


KPK Ingatkan Azis Syamsuddin Soal Keterangan Palsu di Persidangan

KPK mengingatkan mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin mengenai adanya ancaman pidana bagi pihak yang memberikan keterangan palsu di persidangan.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

PGI: Energi Pemuda Sangat Besar Cegah Radikalisme dan Terorisme

Indonesia sebagai rumah milik seluruh rakyat Indonesia harus dirawat bersama segenap lapisan.

NASIONAL | 26 Oktober 2021

KPK Tegaskan Bantahan Azis Syamsuddin Tak Pengaruhi Dugaan Suap Penanganan Perkara

KPK menegaskan bantahan yang disampaikan mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin tak mempengaruhi dugaan suap penanganan perkara yang menjeratnya.

NASIONAL | 26 Oktober 2021

Perpusnas Raih Predikat "Informatif" dalam Keterbukaan Informasi Publik

Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi yang dilakukan Komisi Informasi Pusat (KIP) pada tahun 2021, Perpusnas meraih nilai 93,73.

NASIONAL | 26 Oktober 2021

KPK Didesak Hadirkan Mu'min Ali Gunawan di Sidang Perkara Suap Pajak

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mendesak KPK menghadirkan bos Bank Panin, Mu'min Ali Gunawan dalam sidang perkara suap pejabat Ditjen Pajak.

NASIONAL | 26 Oktober 2021

Aktivis 98 Nilai Kapolda Banten sebagai Sosok Humanis, Wajar Raih Apresiasi

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho banyak mendapat apresiasi masyarakat.

NASIONAL | 26 Oktober 2021

PII Ingin Peminat Pendidikan Vokasi Makin Meningkat

PII menginginkan peminat pendidikan vokasi makin meningkat. PII dan Kemendikbud membantu 50 mahasiswa dan lulusan program vokasi bekerja di Hungaria.

NASIONAL | 26 Oktober 2021



TAG POPULER

# Kapolres Nunukan


# Cristiano Ronaldo


# Sudi Silalahi


# Upah Minimum


# Valentino Rossi



TERKINI
Harga Minyak di Level Tertinggi Sejak 2014 karena Kekurangan Pasokan

Harga Minyak di Level Tertinggi Sejak 2014 karena Kekurangan Pasokan

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings