Praperadilan Ditolak, Berkas Napoleon Cs Bisa P-21
Logo BeritaSatu

Praperadilan Ditolak, Berkas Napoleon Cs Bisa P-21

Selasa, 6 Oktober 2020 | 14:44 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / WBP

Jakarta, Beritasatu.com — Berakhir sudah perlawanan hukum yang dilakukan mantan Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Internasional (Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Bareskrim Polri. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan jenderal bintang dua itu Selasa (6/10/2020).

Hakim menilai, penetapan tersangka terhadap Napoleon dalam perkara gratifikasi penghapusan red notice Djoko Tjandra sudah sah dan sesuai prosedur yang berlaku. "Pertama, menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya. Kedua, membebankan biaya perkara senilai nihil,” kata hakim ketua Suharno di ruang 5 Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Napoleon selaku pihak pemohon tidak hadir di ruang persidangan dan hanya diwakili tim kuasa hukumnya. “Kita akan pelajari karena salinan putusan belum dapat. Fakta-fakta yang terungkap juga sebagian ada yang tidak menjadi pertimbangan, jadi mungkin kita akan mengambil langkah, sikap, setelah kita dapat salinan putusan,” kata pengacara Napoleon, Gunawan Raka.

Menurutnya, Napoleon setia pada Polri dan akan taat dalam proses hukum dan kooperatif. Apapun yang dilakukan Polri, Napoleon harus kooperatif karena ia bagian dari Polri. “Kita sangat menghormati keputusan ini. Kami sampaikan penghormatan tinggi pada hakim. Terima kasih kasih pada teman-teman Divisi Hukum dan Bareskrim yang sudah kooperatif untuk mengurai perkara ini,” imbuhnya.

Seperti diketahui gugatan ini didaftarkan pada 2 September 2020 lalu. Dalam rangkaian sidang ini juga terungkap bahwa Napoleon meminta dan menerima Rp 7 miliar.

Dalam kasus ini, ada tiga tersangka selain Napoleon. Mereka adalah mantan Kakorwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo, Djoko Tjandra, dan Tommy Sumardi.

Penyidik menetapkan Djoko Tjandra dan Tommy sebagai tersangka pemberi gratifikasi atau suap. Sedangkan Napoleon dan Prasetijo sebagai tersangka penerima suap.

Berkas kasus ini belum P-21. Namun dengan penolakan ini, dipastikan berkas kasus ini segera P-21 atau lengkap.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kesejahteraan Anggota BPD di Klungkung Ditingkatkan

Kesejahteraan Anggota BPD di Klungkung Ditingkatkan.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Kementerian Kesehatan Minta Penerima Vaksin Covid-19 Dilayani dengan Baik

Penyelenggara vaksinasi harus menyederhanakan prosedur dan mempersingkat proses, sehingga warga tidak harus mengantre lama.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Petani Kaur Tewas Diserang Babi Hutan

Ponikem yang sempat dirawat beberapa saat, nyawanya tidak bisa diselamatkan.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Kursi Pesakitan di Depan Mata

Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra segera duduk di kursi pesakitan.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Polda Papua Masih Dalami Motif Pembunuhan Staf KPU Yahukimo

Polda Papua masih menelusuri motif Yepi Magayang dalam kasus pembunuhan staf KPU Yahukimo, Papua bernama Hendry Jovinsky yang terjadi pada 11 Agustus 2020.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Edufair Part 3 SMAN 8 Jakarta, Tetiana: UGM Tak Mengenal Mahasiswa Diterima dengan Cadangan

Tetiana berpesan kepada siswa siswi SMAN 8 Jakarta yang memiliki moto "Rajawali Emas", harus menentukan pilihan program studi yang sesuai dengan minatnya.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Bawa Narkoba, Dua Warga Aceh Ditangkap di Bandara Kualanamu

Kedua tersangka ini sudah diserahkan ke Polda Sumut.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Sekda Tanjung Balai Dipanggil Polisi Terkait Temuan 5 Kg Sabu-sabu

Riko mengatakan, pemanggilan pemeriksaan terhadap Sekda Tanjung Balai masih dalam kapasitas sebagai saksi.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Jokowi Minta 2 Masalah Utama Garam Rakyat Segera Diselesaikan

Presiden Jokowi mengatakan, jajaran kementerian tahu permasalahan terkait rendahnya kualitas garam rakyat, tetapi tidak pernah dicarikan jalan keluarnya.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Proyek Dibatalkan Sepihak, Belasan Kontraktor di Labuhan Batu Menjerit

Kontraktor mengalami kerugian moril dan materil yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

NASIONAL | 6 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS