Bawaslu Medan Temukan 36.398 Data Ganda
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Bawaslu Medan Temukan 36.398 Data Ganda

Selasa, 6 Oktober 2020 | 18:05 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / CAR

Medan, Beritasatu.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Medan, Sumatera Utara (Sumut) menemukan 36.398 data ganda dari daftar pemilih sementara (DPS). Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan menetapkan DPS sebanyak 1.614.615 orang untuk Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Medan pada 9 Desember 2020.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Medan, Muhammad Fadly mengatakan data ganda itu diperoleh berdasarkan temuan di tengah masyarakat. Temuan ini berupa nama, tanggal lahir dan alamat.

“Kami ada menemukan 30 orang data pemilih dalam satu kepala keluarga (KK), yang beda lokasi tempat pemungutan suara (TPS). Namun, nama alamat dan tanggal lahir tetap sama,” ujar Muhammad di Medan, Selasa (6/10/2020).

Fadly juga menyebut ada permasalahan lain dalam data tersebut antara lain, 143 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS), 102 pemilih yang belum terdaftar. “Untuk kategori TMS terdiri yang salah pengodean 70 orang, meninggal dunia 43 orang dan pindah domisili 30 orang. Semua permasalahan ini diharapkan dapat diperbaiki oleh KPU Medan,” ujar Fadly.

Sementara itu, Ketua KPU Medan Agussyah Ramadani Damanik mengungkap dari 1.614.615 orang pemilih, 788.712 laki-laki dan 825.903 pemilih perempuan. Agussyah berharap masyarakat dapat kembali mengecek data itu.

“Kami meminta masyarakat untuk melakukan pengecekan datanya, yang sudah kita umumkan dan dipampangkan di setiap kantor kelurahan, kecamatan dan lainnya. Masyarakat harus memberikan laporan jika belum terdata,” ungkap Agussyah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dugaan Gratifikasi, Mantan Dirut BTN Diperiksa

Kasus dugaan perkara tindak pidana korupsi pemberian gratifkasi kepada direksi PT Bank Tabungan Negara (BTN).

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Tolak UU Cipta Kerja, Buruh di Serang Gelar Unjuk Rasa dan Mogok Kerja

Tuntutan para buruh tersebut tetap sama, menolak pengesahan UU Cipta Kerja.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Sumut Gencarkan Operasi Yustisi

Masih ada sebagian masyarakat Sumut yang mengabaikan protokol kesehatan.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Wapres Minta Guru Ajari Murid agar Kritis, Tak Sekadar Menghafal

Pengembangan kompetensi juga dilakukan secara seimbang.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Ramai Penolakan, Ganjar Dukung Judicial Review UU Cipta Kerja

Ganjar memahami pengesahan UU Cipta Kerja tidak memberi kebahagiaan untuk banyak pihak.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Wapres Minta Guru Dibekali Keterampilan Digital

Pandemi Covid-19 mengharuskan semua orang beradaptasi, baik dalam bekerja maupun belajar secara lebih kreatif dan inovatif.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Kemkop dan UKM Siapkan Model Bisnis Korporasi Petani dan Nelayan

Menurut Teten, petani dan nelayan atau pelaku UMKM tidak bisa lagi berusaha sendiri-sendiri.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Praperadilan Napoleon Ditolak, Polri: Berkas Penyidikan Lanjut

Saat ini berkas sudah dalam tahap finishing.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

PT SMB Bongkar Muat Pasir Ilegal di Dermaga PT MCA Bojonegara, Menuai Kritik

"Tidak ada alasan bagi PT SMB melakukan bongkar muat di Bojonegara. Ini merupakan pelanggaran berat," ujar Eman.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Ini Penjelasan Sekjen DPR soal Mikrofon Mati saat Demokrat Interupsi

Sekjen DPR Indra Iskandar menjelaskan pimpinan hanya menjalankan tugas untuk menjaga ketertiban peserta rapat.

NASIONAL | 6 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS