Akun Instagram Azis Syamsuddin “Dihujani” Puluhan Ribu Komentar
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Akun Instagram Azis Syamsuddin “Dihujani” Puluhan Ribu Komentar

Rabu, 7 Oktober 2020 | 07:37 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Akun Instagram Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mendadak “dihujani” puluhan ribu komentar. Tercatat hingga pukul 07.38 WIB, ada 34.045 komentar di salah satu unggahan dalam akun azisyamsuddin.korpolkam bercentang biru tersebut.

“Saya kaget karena tidak pernah sampai puluhan ribu komentar,” kata Azis di Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Azis Syamsuddin menegaskan bahwa hal ini merupakan sebuah dinamika dalam berdemokrasi. “Biasanya hanya puluhan komentar yang ada dari setiap postingan kegiatan saya. Luar biasa ini komentar isinya puluhan ribu,” imbuh Azis.

Azis memang menjadi sorotan saat memimpin pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) dalam sidang paripurna, di gedung Parlemen, Senin (5/10/2020). Azis pun memberi penjelasan insiden mikrofon yang tidak berfungsi ketika anggota Fraksi Partai Demokrat meminta untuk interupsi.

Azis yang memimpin sidang mengaku berbisik kepada Ketua DPR Puan Maharani, sebelum mikrofon di meja politikus Partai Demokrat tak menyala.

“Nah, saya berbisik kepada Bu Ketua supaya tidak doubling, suaranya tidak doubling ke saya. Nah, itu yang saya minta supaya saya bisa mendengar, tetapi secara timer, secara Tata Tertib DPR, setiap 5 menit mikrofon mati mikrofon itu, tanpa disuruh pun mati,” jelas Azis, Selasa (6/10/2020).

Sementara itu, Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Irwan, kecewa atas kejadian tersebut. “Sebagai anggota DPR yang hak konstitusinya dijamin oleh undang-undang (UU) sama dengan hak pimpinan DPR dalam menyampaikan pendapat di sidang paripurna, tentu saya sangat kecewa dan sedih. Kenapa? Karena aspirasi rakyat di luar yang saya ingin sampaikan secara jernih dan tuntas tidak bisa tersampaikan jelas dan tegas. Di samping sering dipotong oleh pimpinan sidang juga mikrofon saya dimatikan,” kata Irwan.

Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar menjelaskan pimpinan sidang menjalankan tugas menertibkan interupsi yang bertubi-tubi dalam sidang paripurna. Indra menyebut hal itu bertujuan untuk menjaga ketertiban peserta saat menyampaikan pendapat.

Indra menyatakan pimpinan sidang sama sekali tidak bermaksud menghalangi FPD menyampaikan pendapat. Namun, pimpinan sidang juga ingin memberi kesempatan kepada fraksi lain untuk berbicara. Indra menjelaskan mikrofon di ruang sidang paripurna juga sudah diatur otomatis mati setelah lima menit digunakan.

“Jadi dalam konteks ini, pimpinan rapat bukan menghalangi Fraksi Demokrat berbicara, tapi ingin memberi kesempatan fraksi lain untuk menyampaikan pendapatnya,” ucap Indra.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menhub Kumpulkan Donasi Rp 5 M dari Lelang dan Peluncuran Buku

Donasi juga dikumpulkan dari penjualan barang-barang lainnya seperti topi, kaus, kemeja, jaket hingga gitar kesayangan Budi Karya Sumadi.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Perkuat, Sosialisasi Pencegahan Covid-19

Sosialisasi pencegahan Covid-19 semakin diperkuat sehingga kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan semakin meningkat.

NASIONAL | 4 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Dinilai Bukan Bentuk Pengkhianatan Pemerintah dan DPR

UU Cipta Kerja dinilai bukan bentuk pengkhianatan Pemerintah dan DPR kepada masyarakat karena lahir melalui proses konstitusional dan tujuannya baik.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Sering Ungkap Kasus Besar, TPDI Duga Boyamin Saiman Dilindungi Kekuatan Besar

Kiprah MAKI semaikin meroket seiring terkuaknya kasus terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Tolak UU Cipta Kerja, KRPI Akan Ajukan Judicial Review ke MK

KRPI akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menolak seluruh isi klaster ketenagakerjaan di UU Cipta Kerja.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Berantas Korupsi, KPK Gandeng LAN

Upaya pencegahan korupsi harus dilakukan secara masif dan berkesinambungan terutama di kalangan birokrasi.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

KPK Bakal Temui MA Bahas Fenomena "Sunatan Massal" Koruptor Lewat PK

KPK berencana bertemu MA untuk membahas fenomena atau tren pengurangan masa hukuman (sunatan massal) terpidana perkara korupsi melalui putusan PK.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Baleg DPR Sebut UU Cipta Kerja Dorong Penyiaran Digital

Manfaat penyiaran digital, yaitu adanya keberagaman isi dan ragam siaran, keberagaman kepemilikan serta frekuensi analog yang lancar.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Ubah Budaya Kerja, Perpusnas Tanda Tangani Piagam Zona Integritas

Zona Integritas merupakan bagian dari strategi nasional pencegahan korupsi.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

BMKG Gelar Latihan Mitigasi Hadapi Tsunami

IOWave sangat penting dilaksanakan untuk mengevaluasi rantai peringatan dini tsunami.

NASIONAL | 6 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS