Soal Tulisan "Jokowi’s Repressive Pluralism", Azyurmardi Azra Nilai Greg Fealy Gagal Paham
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-2.12)   |   COMPOSITE 6140.17 (-31)   |   DBX 1202.23 (-7.34)   |   I-GRADE 182.055 (-0.59)   |   IDX30 520.23 (-3.14)   |   IDX80 139.249 (-0.62)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.63)   |   IDXESGL 143.85 (-0.25)   |   IDXG30 142.18 (0.09)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-3.03)   |   IDXQ30 148.957 (-0.6)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-0.91)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.6)   |   IDXV30 138.219 (-0.5)   |   INFOBANK15 1055.23 (-7.44)   |   Investor33 446.478 (-2.09)   |   ISSI 180.128 (-0.71)   |   JII 636.549 (-4.61)   |   JII70 222.134 (-1.32)   |   KOMPAS100 1238.45 (-7.28)   |   LQ45 966.883 (-3.74)   |   MBX 1689.51 (-8.25)   |   MNC36 329.297 (-2.07)   |   PEFINDO25 325.3 (-0.25)   |   SMInfra18 310.992 (2.08)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-2.14)   |  

Soal Tulisan "Jokowi’s Repressive Pluralism", Azyurmardi Azra Nilai Greg Fealy Gagal Paham

Rabu, 7 Oktober 2020 | 22:28 WIB
Oleh : Yustinus, Hotman Siregar / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra menilai tulisan Greg Fealy, yang berjudul 'Jokowi’s Repressive Pluralism' di East Asia Forum pada Minggu (27/9/2020) berlebihan dan ngebyah uyah (menyamaratakan-red).

Untuk diketahui, Greg Fealy, menilai Pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi telah bertindak represif dan tidak ramah terhadap keberagaman.

Greg yang merupakan Profesor Australian National University (ANU) menyebut Jokowi telah melakukan kampanye penindasan sistematis terhadap kaum Islamis dalam empat tahun terakhir.

Azyumardi Azra menilai Greg Fealy berlebihan. Dia mencontohkan, meletakkan HTI dan PKS dalam 1 keranjang. Greg Fealy tak paham, hanya ngebyah uyah.

"Dia juga keliru menempatkan 'Islamists' dalam 1 keranjang (HTI, PKS, 212 dan kelompok jihadis/teroris). Juga menyesatkan ketika Greg bilang rezim Jokowi melakukan represi terhadap kaum Islamis," tulis Azra dalam twitter-nya, Rabu (7/10/2020).

"Dia salah ketika mengatakan PKS dipersekusi oleh rezim", pungkasnya.

Cuit Azyumardi Azra itu direspon oleh Buya Syafii Maarif via akun @serambibuya.

"Saya gagal paham seorang Indonesianis berfikir aneh!", ujar Buya Syafii di akun itu.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hapus Ujian Nasional, Mendikbud Berlakukan Asesmen Nasional

Asesmen nasional pada 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan, tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Munas III Peradi Digelar Virtual

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pimpinan Fauzie Yusuf Hasibuan menggelar Musyawarah Nasional (munas) III Peradi tahun 2020 secara virtual.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Polda Sumut Tingkatkan Pengamanan Demo Buruh

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) meningkatkan pengamanan dalam mengawal aksi demo buruh.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Komnas HAM Perwakilan Papua Kunjungi Posko Kogabwilhan III

Kerja sama antara Komnas HAM Perwakilan Papua dengan Kogabwilhan III dapat menghilangkan segala keraguan yang selama ini terjadi

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Istana Bantah Jokowi Pulang ke Solo Hindari Demo Buruh

Kunjungan Presiden Jokowi ke Surakarta sudah direncanakan sejak lama.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Agar Hoaks Tidak Merajalela, Pemerintah Harus Segera Sosialisasi Sejumlah Isu di UU Ciptaker

Masyarakat agar berfikir jernih dalam menilai suatu persoalan dan tidak mudah terhasut oleh konten-konten hoaks yang belum jelas kebenarannya.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Pandemi Covid-19, Giring: Penggali Makam Adalah Pahlawan Sejati Keluarga

Covid-19 adalah bencana nasional. Semua sedang berjuang, namun nampaknya para pahlawan lini belakang suka terlewatkan.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Ansy Lema: Korupsi Dana Desa Merusak Pembangunan di Desa

Aparat penegak hukum harus proaktif dan responsif dalam memproses laporan masyarakat agar tidak menjadi tren dalam perbuatan korupsi dana desa.

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Ombudsman Beberkan Maladministrasi Terkait Skandal Djoko Tjandra

Ombudsman membeberkan sejumlah maladministrasi yang dilakukan Kejaksaan Agung, Polri, Ditjen Imigrasi hingga Pengadilan terkait skandal Djoko Tjandra

NASIONAL | 7 Oktober 2020

Menkumham Tegaskan UU Cipta Kerja Tidak Hilangkan Peran Pemda dalam Perizinan

Yasonna menegaskan UU Cipta Kerja tidak menghilangkan peran pemerintah daerah dalam proses perizinan.

NASIONAL | 7 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS