Kapolda Papua: KKB di Intan Jaya Lakukan Kekerasan Secara Masif
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Kapolda Papua: KKB di Intan Jaya Lakukan Kekerasan Secara Masif

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 16:27 WIB
Oleh : YUD

Timika, Beritasatu.com - Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw menegaskan bahwa kelompok kriminal bersenjata (KKB) memang betul ada dan mereka juga yang melancarkan serangkaian aksi kekerasan di wilayah Intan Jaya selama ini, termasuk menembaki rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Jumat (9/10/2020).

"Mungkin selama ini ada yang berfikir bahwa seolah-olah berbagai kasus kekerasan yang terjadi selama ini hanya merupakan upaya-upaya rekayasa, ternyata khan tidak. KKB di Intan Jaya itu nyata, mereka memang bersenjata dan melakukan kekerasan-kekerasan secara masif," kata dia, di Timika, Sabtu (10/10/2020).

Ia mengatakan, kelompok kriminal bersenjata --demikian aparatur negara menyebut mereka-- di wilayah Intan Jaya tetap akan melakukan berbagai aksi kekerasan kepada siapapun, baik warga sipil, aparatur negara dan petugas-petugas kemanusiaan lain.

"Ini tentu menjadi bahan evaluasi kami bersama panglima Kodam XVII/Cenderawasih, bagaimana menghadapi kelompok bersenjata di sana itu. Kami segera membahas ini semua bersama dengan satuan tugas, baik itu Satgas Nemangkawi, Satgas Pinang Sirih, maupun Satgas-satgas pendukung lain," kata Waterpauw yang didampingi Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab.

Mereka berdua akan ke Sugapa, Intan Jaya, Minggu (11/10).

Saat ini satu rombongan TGPF kasus penembakan Ketua Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Hitadipa, Pendeta Yeremias Zanambani, masih berada di Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya.

Pada Jumat (9/10), rombongan TGPF yang baru kembali dari lokasi di mana Zanambani diberondong tembakan peluru gerombolan bersenjata mengakibatkan seorang anggota TGPF, Bambang Purwoko, dan Sersan Satu Faisal Akbar, terluka.

Purwoko yang adalah dosen di Universitas Gadjah Mada tertembak pada kakinya, sementara Faisal terkena peluru di bagian pinggang.

Keduanya telah dievakuasi ke Jakarta pada Sabtu pagi dengan penerbangan pesawat Boeing B-373-400 TNI AU dari Bandara Mozes Kilangin, Timika.

Terkait kasus itu, Ketua TGPF, Benny J Mamoto, menegaskan, tim yang dibentuk Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan untuk mengungkap sejumlah peristiwa penembakan di Intan Jaya pada September lalu, tidak akan gentar walau ada penembakan terhadap mereka di Mamba Bawah, Distrik Sugapa, Papua, Jumat (9/10/2020).

“Kami di TGPF sama sekali tidak gentar karena peristiwa penembakan kemarin yang menyebabkan salah satu anggota tim, Pak Bambang Purwoko tertembak. Kami terus bekerja untuk menuntaskan tugas yang diberikan oleh pemerintah kepada tim ini," kata Mamoto.

Ia menyatakan, saat ini tim masih berada di Sugapa dan sedang melanjutkan investigasi dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk beberapa orang yang kemarin dijadwalkan ulang.

Pemeriksaan ini sebagai lanjutan atas wawancara terhadap sejumlah saksi di lokasi penembakan terhadap Zanambani di Hitadipa.

Para saksi menceritakan apa yang dilihat dan didengar di lokasi dan sekitar lokasi saat peristiwa penembakan itu terjadi. Sementara tim yang berada di Jayapura hari ini juga melanjutkan tugas dengan bertemu sejumlah pihak, termasuk tokoh gereja.

Mamoto juga menegaskan bahwa seluruh anggota TGPF yang bertugas di Intan Jaya diharuskan menggunakan rompi dan helm anti peluru. Tujuannya untuk memastikan agar semua anggota tim selamat dari serangan yang bisa mengancam jiwa mereka.

“Kami menggunakan rompi dan helm anti peluru karena ini daerah berbahaya. Kita tidak pernah tahu kapan dan dari mana serangan akan datang, dan itu sudah menjadi SOP di daerah konflik seperti ini,” ujar dia.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Survei PBB, Peringkat E-Government Indonesia Naik Pesat

Berdasarkan survei PBB, peringkat e-government Indonesia menunjukkan kenaikan 19 peringkat dibandingkan 2018 yang berada di urutan 107 dan urutan 116 di 2019.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Bobby Nasution Janji Pasang 20.000 CCTV di Medan

Pasangan kontestan Pilwalkot Medan Bobby Nasution-Aulia Rachman berjanji akan memasang 20.000 kamera pengawas atau CCTV.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Vetiver dan Palaka di Tengah Pandemi

Salah satu cara untuk menyosialisasikan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan adalah melalui peran media.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

PJI Dorong Tumbuhnya UMKM Muda Berkonsep Perusahaan Siswa

Saat ini, Indonesia dianggap memiliki iklim kewirausahaan yang semakin positif.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Minta TPN-OPM Hentikan Kekerasan di Intan Jaya, Legislator Papua: Gunakan Ruang Dialog

Ada ruang dialog yang bisa digunakan, ketimbang aksi tembak menembak antara kelompok masyarakat bersenjata dengan aparat TNI dan Polri.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

PWI Minta Kapolri Tindak Oknum Polisi yang Hambat Kerja Pers

Pihak mana pun yang menghambat dan menghalang-halangi fungsi dan kerja pers dianggap sebagai perbuatan kriminal dan diancam hukuman pidana dua tahun penjara.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Sahroni Minta Polri Usut Penganiayaan Wartawan Saat Meliput Demo

Sejumlah wartawan yang tengah meliput unjuk rasa, Kamis (8/10/2020), diamankan, bahkan mengalami penganiayaan oleh oknum polisi.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Komisi III DPR: Pihak yang Keberatan Bisa Uji Materi UU Ciptaker ke MK

Ketua Komisi III DPR Herman Herry menegaskan pihak yang keberatan dengan UU Cipta Kerja dapat mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Anggota TGPF yang Tertembak di Intan Jaya Dievakuasi ke Jakarta

Korban yang terluka dievakuasi dengan helikopter Caracal TNI AU dari Sugapa, Intan Jaya jam 7 pagi ke Timika.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Menantu Mantan Dirut BTN Jadi Tersangka

Kejagung telah menetapkan empat tersangka terkait pengucuran kredit BTN kepada PT Pelangi Putera Mandiri dan PT Titanium Property.

NASIONAL | 10 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS