Dampak Teknologi, Komunitas Adat Baduy Terancam Hilang Satu Generasi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dampak Teknologi, Komunitas Adat Baduy Terancam Hilang Satu Generasi

Minggu, 11 Oktober 2020 | 16:38 WIB
Oleh : Laurens Dami / IDS

Serang, Beritasatu.com - Komunitas adat Kanekes yang lebih populer disebut Baduy, kini menghadapi ancaman serius. Perkembangan teknologi informasi berupa smartphone (telepon pintar) saat ini membawa dampak bagi masyarakat adat Baduy yang berpegang teguh pada adat istiadat nenek moyang mereka secara turun temurun.

Ada kekhawatiran akan satu generasi komunitas adat Baduy akan hilang. Hal ini terungkap dalam jumpa pers yang dilakukan para pecinta dan pemerhati Baduy, di Serang, Sabtu (10/10/2020).

Dalam acara jumpa pers tersebut hadir pemerhati Baduy, Uday Suhada; Jaro Pamarentah dari lembaga adat Baduy, Saija; keturunan ke-9 Wirasuta (Pangeran Astapati, Panglima Perang Sultan Ageng Tirtayasa yang berasal dari Baduy Dalam), Lisa Karnaatmadja; seniman Banten Rohaendi; dan anak-anak muda yang tergabung di Indigenous Organic.

Uday mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi Baduy saat ini.

"Baduy saat ini mengalami banyak perubahan yang membahayakan. Mereka terancam kehilangan satu generasi. Penyebab utamanya adalah kemajuan teknologi. Android yang dimiliki dan digunakan oleh anak-anak Baduy telah mengubah pola pikir, sikap, dan perilaku mereka. Kini sebagian besar anak muda Baduy enggan lagi membantu orang tuanya berkebun atau bercocok tanam," ujar Uday.

Dalam diskusi itu juga terungkap bahwa saat ini tercatat 9.000 nomor ponsel atas nama warga Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Ciboleger, Kabupaten Lebak yang terdaftar di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lebak. Dari 9.000 nomor itu, yang aktif sekitar 6.000 nomor.

Menurut Uday, pada 1994 hingga 2007-an, komunikasi yang dibangun hanya mengandalkan telepati.

"Dulu saya berkali-kali mengalami hal itu. Namun kini android menjadi andalan mereka," ujarnya.

Bahkan ponsel android kini sudah menjadi sarana untuk berniaga secara daring oleh sejumlah orang Baduy. Yang mengkhawatirkan adalah tidak adanya kontrol terhadap konten yang mereka akses.

Mayoritas pengguna android di kalangan orang Baduy adalah pengguna medsos, bahkan menjadi Youtuber, tiktok dan sebagainya.

Mereka bebas mengakses konten apa saja dan kapan saja.

"Sementara orang tuanya, yang hanya sibuk berkebun, tidak paham apa itu android, medsos dan apa bahayanya dari konten negatif yang merusak cara berpikir dan berperilaku anaknya" jelas Uday.

Persoalan ini ditambah lagi dengan menjamurnya Youtuber yang membuat konten tentang Baduy yang sering melangkahi hukum adat Baduy. "Karena itu saya mengajak para pengguna medsos untuk lebih bijak dalam membuat konten. Hormati hukum adat dan jangan eksploitasi mereka (orang Baduy)," ujar Uday.

Jaro Saija sebagai Kepala Desa Kanekes tidak membantah kondisi tersebut. Saija pun merasa kesulitan menghadapi situasi yang mengubah perilaku anak muda Baduy.

"Makanya saya mengharapkan bantuan dari pemerintah dan para pemerhati Baduy dalam menghadapi masalah ini. Kami tidak ingin generasi penerus kami hancur karena kemajuan teknologi. Sebab, tugas hidup orang Baduy itu adalah bertani dan melestarikan adat istiadat, bukan main medsos," ujar Saija.

Sementara Lisa Karnaatmadja sebagai keturunan Baduy mengungkapkan keterpanggilannya untuk memperbaiki kondisi tersebut. "Anak-anak saya di Indigenous Organic didorong untuk melakukan sesuatu. Alhamdulillah atas izin dari Pemangku Adat Baduy Dalam dan Jaro Pamarentah, kami telah membuat film dokumenter yang berjudul Urang Kanekes, Satu Generasi yang Hilang yang akan dirilis dalam waktu dekat ini," tuturnya.

Sedangkan Rohaendi mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya akun medsos dengan embel-embel Baduy.

"Saya temukan banyak akun anak muda Baduy yang membuat status, meng-upload foto dan tiktokan, yang sebenarnya ditabukan. Maka saya kontak satu per satu, menegur, dan mengingatkan mereka," ujar Rohaendi.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Polisi Temukan Dua Hektare Ladang Ganja di Merangin

Dua hektare ladang ganja tersebut ditemukan di kawasan perkebunan kopi, Kecamatan Masurai, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

NASIONAL | 11 Oktober 2020

Pembentukan Karakter Dinilai Penting dalam Peta Jalan Pendidikan Vokasi

Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari menilai peta jalan pendidikan khususnya bagi sekolah vokasi perlu memastikan pembentukan karakter bangsa.

NASIONAL | 11 Oktober 2020

Penyerapan Anggaran Tinggi Kemsos Dapat Apresiasi

Kehadiran Kemsos menjaga daya beli masyarakat kelas menengah dan bawah.

NASIONAL | 11 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Sumut Gencarkan Razia Masker

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) menggencarkan razia masker.

NASIONAL | 11 Oktober 2020

Bawaslu Akan Bubarkan Kampanye yang Langgar Protokol Kesehatan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bengkulu akan membubarkan kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.

NASIONAL | 11 Oktober 2020

21 Pendemo di Medan Jalani Isolasi Terkait Covid-19

Polda Sumut sudah melakukan koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 menangani buruh dan mahasiswa yang dinyatakan reaktif setelah demo di DPRD Sumut.

NASIONAL | 11 Oktober 2020

Polda Sumut Tahan 27 Orang Pelaku Kerusuhan

Sebanyak 198 orang pendemo yang diamankan Polda Sumut sudah dipulangkan.

NASIONAL | 11 Oktober 2020

Menteri PAN dan RB: E-Government Akan Terus Ditingkatkan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Tjahjo Kumolo menegaskan pelaksanaan e-government akan ditingkatkan.

NASIONAL | 11 Oktober 2020

Kasus Penjualan Tanah Negara di Labuan Bajo, 40 Saksi Diperiksa

40 orang saksi, termasuk Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla, dimintai keterangan oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT.

NASIONAL | 11 Oktober 2020

Ketua Komisi XI Dorong Pembangunan Kawasan Ekonomi Jateng

Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto meminta PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia memberikan penjaminan atas proyek infrastruktur pemerintah.

NASIONAL | 11 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS