Muhammadiyah Ajak Umat Islam Bijaksana Tanggapi UU Cipta Kerja
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-0)   |   COMPOSITE 5970 (-5)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (2)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-0)   |   IDX30 472 (-0)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-5)   |   IDXBUMN20 362 (-1)   |   IDXCYCLIC 737 (0)   |   IDXENERGY 740 (1)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-3)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-0)   |   IDXINDUST 960 (-1)   |   IDXINFRA 873 (1)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (0)   |   IDXPROPERT 875 (0)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-0)   |   IDXTECHNO 3345 (-4)   |   IDXTRANS 1045 (-2)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-2)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-0)   |   ISSI 175 (0)   |   JII 573 (0)   |   JII70 204 (-0)   |   KOMPAS100 1132 (-2)   |   LQ45 888 (-1)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-2)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-0)   |   PEFINDO25 291 (1)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-0)   |   SRI-KEHATI 341 (-0)   |   TRADE 872 (0)   |  

Muhammadiyah Ajak Umat Islam Bijaksana Tanggapi UU Cipta Kerja

Senin, 12 Oktober 2020 | 21:13 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengimbau segenap umat Muslim di Indonesia bijaksana dalam menanggapi UU Omnibus Law Cipta Kerja. Abdul Mu’ti berharap umat Muslim tetap menjaga situasi tetap kondusif.

Hal ini disampaikan Abdul Mu’ti dalam merespons aksi demo menolak UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu yang berujung anarkistis. Bahkan dalam beberapa waktu ke depan, mahasiswa maupun komunitas buruh akan kembali menggelar aksi serupa di daerah Jabodetabek.

“Soal kontroversi UU Cipta Kerja seharusnya tidak menguras dan menghabiskan energi kita semua. Penolakan yang dilakukan oleh masyarakat, saya kira itu sesuatu yang wajar karena dalam demokrasi perbedaan pendapat adalah sebuah keniscayaan,” ujar Abdul, di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Abdul mengakui tidak setuju jika ada demo lanjutan, apalagi dibumbui dengan aksi anarkistis. Menurut Abdul, bagi masyarakat yang berkeberatan bisa menembuh 3 (tiga) jalur. Pertama, kata dia, menunggu hingga 30 hari hingga UU ini resmi diundangkan oleh pemerintah paripurna.

Kedua, melakukan telaah pada pasal-pasal yang dalam UU tersebut dan kalau memang ada pasal yang bertentangan dengan UUD 1945, maka masyarakat bisa menggunakan hak konstitusionalnya untuk melakukan judicial review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Yang ketiga, semua masyarakat diharapkan untuk bersikap dewasa, arif, dan bijaksana dalam menyikapi persoalan ini. Janganlah karena persoalan (pengesahan UU Cipta Kerja) ini, persatuan dan kesatuan kita terkoyak-koyak,” kata Guru Besar Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini.

Abdul justru menganjurkan publik agar lebih fokus menangani masalah pandemi Covid-19 dan isu resesi ekonomi yang menghantui Indonesia. Semua pihak, kata dia hendaknya berbicara dari hati ke hati dan perlu dialog antara pemerintah dan masyarakat.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tak membawa persoalan ini keluar dari substansi sebenarnya termasuk menganjurkan agar tidak perlu melakukan demonstrasi lagi.

“Betul bahwa hak menyampaikan pendapat lewat demonstrasi adalah hak warga negara yang dijamin dalam UUD 1945. Tapi demonstrasi itu harus dilaksanakan berdasarkan dengan UU yang berlaku. Demonstrasi jangan disertai dengan kekerasan dan perbuatan yang menimbulkan kerusakan maupun kerugian bagi masyarakat,” tandas dia.

Dia juga mengatakan bahwa aksi demo jangan dilakukan sebagai sarana pelampiasan kebencian. Di mana dalam demo itu terlontar kata-kata yang menyerang pihak lain maupun yang bernuansa SARA.

“Aksi demo tentunya harus menunjukkan tingkat keadaban kita. Cerminan keadaban kita ini tercermin dari bagaimana cara kita berdemokrasi dan bagaimana bangsa ini berdemonstasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul menyarankan masyarakat untuk tidak cepat terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas kebenarannya. Untuk itu, dia mengimbau agar segenap umat muslim untuk tidak menyebarkan informasi yang tak diketahui sumbernya. Apalagi informasi ini berisi hal-hal yang berpotensi memecah persatuan bangsa dan melemakan kerukunan umat.

“Selain itu, jangan menyebarkan informasi yang tak sesuai dengan tuntunan agama kepada orang lain. Kita seharusnya menjadi muslim yang cerdas dan tercerahkan. Informasi yang tidak baik kita diamkan saja dan kita ganti dengan meyebarkan informasi yang baik, benar dan akurat dan mendatangkan ketenangan dan kedamaian,” imbuh dia.

Abdul juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh berperilaku anarkistis. Pasalnya, tindakan anarkistis justru memberikan keuntungan bagi segelintir orang yang mencoba mengail di air keruh atas persoalan UU Omnibus Law ini.

“Marilah kita sekalian senantiasa diberikan pertolongan oleh Allah sehingga diberikan kekuatan agar terhindar dari perpecahan dan bangsa bisa senantiasa saling bekerja sama,” pungkas Abdul.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Di Lampung, Kemsos Paling Banyak Asuh Anak Terdampak Covid-19

Jawa Timur menempati posisi kedua dengan 297 kasus, lalu Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 74 kasus, dan Sulawesi Tenggara dengan 64 kasus.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Selama Pandemi, Kemsos Asuh 1.002 Anak Terdampak Covid-19

Anak-anak itu didampingi Kemsos karena orang tua diisolasi, tidak ada yang mengurus, atau kehilangan orang tuanya yang meninggal akibat Covid-19.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Menristek: UU Cipta Kerja Percepat Hilirisasi Riset dan Inovasi

Selain itu, UU tersebut juga mendorong peningkatan pertumbuhan perekonomian nasional dan penciptaan banyak lapangan kerja baru.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Pandemi Covid-19, Kemko Polhukam: Pilkada Bisa Ditunda

Pelaksanaan Pilkada 2020 bergantung perkembangan penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Muhaimin Ajak Pemimpin Dunia buat Langkah Strategis Atasi Kemiskinan

Akibat Covid-19,dunia menghadapi resesi global yang jika tidak hati-hati dapat menghapus hasil-hasil pembangunan dan menghambat tujuan pembangunan berkelanjutan

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Kempora Kucurkan Dana Pelatnas untuk Cabor Renang dan Pencak Silat

Cabor renang menerima bantuan dana sebesar Rp 1,2 miliar. Sementara itu, pencak silat mendapatkan Rp 3,89 miliar.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

KPK Dalami Kongkalikong Menangkan PT Wika di Proyek Waterfront City

KPK mendalami kongkalikong dalam memenangkan PT Wika di Proyek Waterfront City.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Buka KSN 2020, Sekjen Kemdikbud: Pandemi Bawa Hikmah Besar bagi Dunia Sains

Medali bukanlah segala-segalanya, karena jujur itu juara. Ditekankan pentingnya kejujuran di saat pelaksanaan kompetisi secara daring seperti sekarang ini.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Jadi Kekuatan Ekonomi, Potensi Desa Harus Terus Digali

Pemerintah telah menyediakan dana APBN sebesar Rp 695 Triliun untuk penanganan kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM, dan pembiayaan korporasi.

NASIONAL | 12 Oktober 2020

Kapolda Sumut: Ketua KAMI Masih Diperiksa

Ketua KAMI Kota Medan Khairi Amri yagh ditangkap polisi karena diduga terlibat dalam rangkaian penolakan omnibus law CIpta Kerja masih diperiksa di Medan.

NASIONAL | 12 Oktober 2020


TAG POPULER

# Spesimen Covid-19


# Eucalyptus


# Chelsea


# Soho Global Health


# Vaksinasi Covid-19



TERKINI

Buana Lintas Lautan Incar Dana Rights Issue hingga Rp 616,25 Miliar

EKONOMI | 9 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS