Siapkan Talenta Muda, Dikti Luncurkan Konsorsium Riset Kecerdasan Buatan
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Siapkan Talenta Muda, Dikti Luncurkan Konsorsium Riset Kecerdasan Buatan

Rabu, 14 Oktober 2020 | 18:20 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Revolusi Industri 4.0 memberikan dampak yang cukup besar pada kehidupan manusia. Banyak pekerjaan yang akan mulai hilang karena munculnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai main driver industri, yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan lahirnya kompetensi baru.

Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti Kemdikbud), Nizam menuturkan, untuk menyiapkan ribuan talenta AI yang dibutuhkan oleh pembangunan bangsa dan negara, pihaknya meluncurkan Konsorsium Riset Artificial Intelligence.

Konsorsium tersebut merupakan salah satu usaha dalam membangun daya saing bangsa berbasis kecerdasan buatan. Baik di bidang pangan, kesehatan, keamanan, manufaktur, maupun transportasi.

“Menurut rekan-rekan dari dunia perindustrian, dibutuhkan sekitar 250.000 talenta di bidang artificial intelligence ini dalam 5 tahun ke depan. Hal tersebut dapat dipenuhi dengan cara bergandengan tangan dan bergotong royong antara dunia pendidikan, dunia penelitian, dan dunia perindustrian,” kata Nizam pada Seminar Peluncuran Konsorsium Riset Artificial Intelligence yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (14/10/2020).

Nizam memaparkan, setiap revolusi industri selalu ditandai dengan hilangnya kompetensi lama. Hal ini dapat dilihat pada revolusi industri pertama saat tenaga kasar manusia digantikan oleh mesin uap dan mesin pintal. Revolusi industri kedua ditandai dengan elektrifikasi dan revolusi industri ketiga ditandai dengan otomasi.

“Perubahan tersebut memberikan dampak pada hilangnya berbagai pekerjaan, tetapi bersamaan dengan itu, juga lahir jutaan pekerjaan yang levelnya lebih tinggi,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, terdapat perbedaan signifikan yang terjadi pada teknologi pada akhir abad ke-20 dengan teknologi yang ada sekarang. Teknologi akhir abad ke-20 melakukan pendekatan dengan sistem logika biasa dan dimasukkan ke dalam mesin sehingga mesin tersebut menganalisa dengan pola pikir linear mesin. Sedangkan, saat ini sudah menggunakan pendekatan dengan neural networks, deep learning, dan AI sehingga mesin yang muncul akan lebih canggih.

“Salah satu contoh pemanfaatan artificial intelligence pada dunia kesehatan yaitu untuk mendiagnosis penyakit. Artificial intelligence mampu mendiagnosis berbagai penyakit secara cepat, dibandingkan dengan dokter spesialis yang mungkin sudah berpengalaman selama 10 atau 20 tahun,” ucapnya.

Ke depannya, menurut Nizam, pengembangan AI lebih baik dilakukan dengan pendekatan bottom up karena akan jauh lebih berkelanjutan dibandingkan dengan pendekatan top down. Hal tersebut sesuai dengan agenda nasional yang besar maka dibutuhkan sumber daya yang besar agar transformasi tersebut terjadi.

“Kolaborasi dengan berbagai mitra strategis yang berjalan dengan baik seperti dengan Nvidia, Google, Amazon Web Service, dan Huawei. Jika semua pihak saling bergandengan tangan maka talenta digital dapat terwujud,” paparnya.

Strategi Nasional
Sementara itu, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza menyebutkan, AI masuk dalam strategi nasional yang langsung diberikan mandat oleh Presiden Joko Widodo. Adapun strategi nasional akan berfokus pada kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan riset, ketahanan pangan, serta mobilisasi/smart city.

Riza juga menyebutkan, Towards Indonesia Vision 2045 akan mewujudkan kecerdasan AI yang berlandaskan Pancasila, serta menyiapkan talenta kecerdasan buatan yang berdaya saing dan berkarakter. Selain itu, visi itu juga mewujudkan ekosistem data dan infrastruktur yang mendukung kontribusi kecerdasan AI untuk kepentingan negara serta menumbuhkembangkan ekosistem kolaborasi riset dan inovasi kecerdasan AI agar dapat mengakselerasi reformasi birokrasi serta industri nasional yang unggul.

“Indonesia akan menghadapi bonus demografi, oleh karena itu kesempatan ini kita manfaatkan dengan menyiapkan sumber daya manusia talenta artificial intelligence yang berdaya saing dan berkarakter dalam menghasilkan inovasi yang unggul,” ucapnya.

Senior Director & Chief Solution Architect Solution Head of Nvidia Technology Center (NVAITC), Simon See menyampaikan, AI berperan penting agar Indonesia dapat melangkah maju. Simon menilai Indonesia dapat menjawab tantangan AI dan bersaing dengan negara-negara lain yang telah lebih dulu unggul dalam bidang tersebut. Menurutnya, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan AI, yaitu big data, human talents, dan competitional infrastructure.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Uji Klinis Fase 3, Biofarma: 1.589 Relawan Sudah Disuntik Vaksin Sinovac

1.589 relawan Indonesia sudah disuntik dengan kandidat vaksin Covid-19 dari Sinovac, Tiongkok, dalam uji klinik fase 3 vaksin itu di Indonesia.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

KLHK: Kegiatan Berusaha Risiko Tinggi Wajib Miliki Amdal

Perlindungan lingkungan dijamin di perizinan berusaha. Maksud dan tujuan perlindungan lingkungan tidak dikurangi.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Belum Tercatat dalam Lembaran Negara, UU Cipta Kerja Sudah Digugat ke MK

UU Cipta Kerja yang baru disahkan dan belum tercatat dalam lembaran negara sudah dimohonkan untuk diuji ke Mahkamah Konstitusi.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Bobby: Pilkada Bukan Ajang Permusuhan

Menurut Bobby Nasution, pilkada yang digelar di Medan untuk meningkatkan silaturahmi sekaligus bertujuan untuk membangun kemajuan Kota Medan.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Revisi RUU Kejaksaan Wujudkan Masyarakat Adil dan Makmur Berdasarkan Asas Keadilan

Adanya revisi UU Kejaksaan ini merupakan momentum untuk berbuat lebih baik dalam menjalankan tugas dan fungsi kejaksaan sebagai lembaga pemerintah.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Dinkes Sleman Awasi Ketat Ponpes dari Penyebaran Covid-19

Ponpes wajib membentuk Satgas Covid-19 dan mempersiapkan sarana dan prasarana pencegahan Covid-19.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Relawan N4J dan YSKI Bagikan Sembako untuk Masyarakat Pinggiran Rel

Nusantara Untuk Jokowi (N4J) dan Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) memberikan bantuan ratusan paket sembako kepada masyarakat pinggiran rel.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Terus Konsolidasi Menangkan Pilkada, Olly: Solid Bergerak

Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey-Steven Kandouw terus melakukan konsolidasi pemenangan Pilkada Sulut

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Menristek Harapkan Vaksin Merah Putih Penuhi Kebutuhan Jangka Panjang

Vaksin Merah Putih dharapkan dapat mengisi kebutuhan vaksin jangka menengah dan panjang bagi masyarakat Indonesia.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Di Bawah Ancaman KKB, Polda Papua Deteksi Dini Pilkada Papua

Polda Papua menggelar Joint Analysis Bidang Kamneg 2020 untuk mengevaluasi situasi dan kondisi yang berkembang yang perlu mendapatkan perhatian serius.

NASIONAL | 14 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS