Mabes Polri Ungkap Unggahan 8 Aktivis KAMI, Singgung Molotov
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mabes Polri Ungkap Unggahan 8 Aktivis KAMI, Singgung Molotov

Kamis, 15 Oktober 2020 | 18:46 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / JAS

Jakarta, Beritasatu.com — Mabes Polri menjelaskan alasan dibalik penangkapan delapan aktivis KAMI di Medan dan Jakarta. Polisi menyakini unggahan delapan orang tersebut, yang di Medan di WA Grup KAMI Medan dan di Jakarta di akun media sosial masing-masing, terkait dengan eskalasi aksi demo rusuh khususnya tanggal 8 Oktober 2020. Polisi menemukan ada kata “China” dan “molotov”.

“Jadi ini kan bermula dari demo yang rusuh pada 8 Oktober kemarin. Dari perusak yang sudah kita tangkap, tahan, dan ada yang tidak ditahan karena ancaman di bawah 5 tahun, ini kita menyambungkan ada apa kok banyak korban? Kita cek ke belakang kenapa bisa terjadi anarkis dan ternyata ada kegiatan (pelaku) yang terpantau di Medsos,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri Kamis (15/10/2020).

Untuk di Medan misalnya Khairi Amri, sebagai admin, menulis dalam WA Grup internal mereka. Dia mengunggah foto kantor DPR dan ia menulis, “Dijamin komplit kantor sarang maling dan setan”. Ia juga menulis, “Kalian Jangan Takut dan Jangan Mundur.”

Kemudian Juliana menulis dalam WA Grup yang sama: “Batu kena satu orang, bom molotov bisa membakar 10 orang. Dan bensin bisa berceceran. Buat skenario seperti 98. Penjarahan toko China dan rumah-rumahnya. Preman diikutkan untuk menjarah.

Devi menulis, “Pemerintah Bakal perang sendiri sama China.” Dan Wahyu Rasari Putri menulis, “besok wajib bom molotov.”

Makanya begitu demo berjalan rusuh dan polisi menemukan bom Molotov, polisi yakin mereka telah melakukan penghasutan.

“Ini salah satu contoh. Masih dianalisis tulisan yang lain. Semua (rusuh) ini terjadi karena pola hasut. Ini kelihatan. Pola vandalisme dan peran masing-masing tersangka. Ada barang bukti juga uang Rp 500.000 untuk suplai logisitik. KA (Khairi) sudah mengumpulkan massa dan memberikan nasi bungkus sambil memberikan arahan. Semua sudah di-BAP dan nanti akan dibuktikan di sidang,” sambung Argo.

Mereka dijerat Pasal 28 ayat (2) junto Pasal 45 UU ITE ditambah Pasal 160 KUHP ancaman 6 tahun. Kasus mereka ditarik ke Jakarta dan dilakukan penyidikan gabungan oleh Polda Sumut dengan Bareskrim.

Polisi juga merinci kesalahan empat tersangka KAMI yang ditangkap di Jakarta. Jumhur Hidayat misalnya disalahkan polisi karena mengunggah tulisan, “UU ini memang untuk primitive investor dari RRC dan Pengusaha Rakus.” Atas tulisannya ini menurut Argo, Jumhur diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Sedangkan Anton Permana diciduk polisi karena memosting di Facebook dan Youtubenya, “mulitifungsi Polri melebihi dwi fungsi ABRI yang dulu kita caci maki” dan menulis “NKRI jadi negara kepolisian republik Indonesia.” Ia juga menulis UU Cipta Kerja bukti negara ini telah dijajah. Negara sudah dikuasai cukong. Dia diancam 6 tahun.

Syaganda Nainggolan disalahkan karena berusaha membuat pola hasutan dan hoax, dengan mengatakan menolak Omnibus Law dan mendukung buruh. “Modusnya, ada foto, dikasih tulisan, keterangan yang tidak sama kejadiannya. Seperti, kejadian di Karawang, gambar berbeda, ini salah satu, ada dua lagi. Beberapa akan dijadikan barang bukti penyidik,” kata Argo lagi. Syahganda diancam enam tahun.

Sedangkan Annida memosting, “Bohong kalau urusan omnibus law bukan urusan istana tapi ini sebuah kesepakatan.” Ia juga diancam 6 tahun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hukuman Seumur Hidup untuk 4 Terdakwa Jiwasraya, Ini Pandangan Pakar

Putusan vonis seumur hidup tersebut dijatuhkan lantaran proses pembuktian di persidangan.

NASIONAL | 15 Oktober 2020

Bioskop di Semarang Siap Dibuka Kembali

Pemkot Semarang akan terus mengevaluasi yang telah diterapkan di dalam gedung bioskop terkait dengan protokol kesehatan.

NASIONAL | 15 Oktober 2020

Satgas Covid-19: Belum Ada Efek Samping Uji Klinis Vaksin

Satgas menyatakan bahwa hingga sejauh ini belum ada efek samping yang dialami relawan dalam tahapan uji klinis vaksin Covid-19.

NASIONAL | 15 Oktober 2020

Kasus Klaster Perkantoran di Sleman Bertambah

Pasien positif Covid-19 dari klaster perkantoran telekomunikasi di Kabupaten Sleman bertambah.

NASIONAL | 15 Oktober 2020

Gatot Nurmantyo Cs Tak Bisa Temui Aktivis KAMI, Ini Alasan Polisi

Polisi tidak bisa mengizinkan Presidium KAMI menemui anggota yang sedang ditahan karena masih dalam proses pemeriksaan.

NASIONAL | 15 Oktober 2020

Ajukan Petisi, Gatot Nurmantyo Cs Ditolak Bertemu Kapolri

Gatot Nurmantyo Cs yang hendak bertemu Kapolri Jenderal Idham Azis mendapatkan penolakan.

NASIONAL | 15 Oktober 2020

Beri Informasi Kuota Pendidikan, 3 Indonesia Hadirkan Hotline Pelajar dan Pengajar

Operator 3 Indonesia menyediakan hotline sebagai sarana edukasi bagi pihak yang belum mengerti bagaimana cara mendapatkan bantuan kuota tersebut.

NASIONAL | 15 Oktober 2020

Kementerian Kesehatan Ajak Semua Pihak Kampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun

Kementerian Kesehatan mengajak semua pihak untuk mengampanyekan perilaku cuci tangan pakai sabun sebagai salah satu upaya pencegahan penularan Covid-19.

NASIONAL | 15 Oktober 2020

Ketua MPR: Keberatan UU Cipta Kerja Baiknya Disampaikan Lewat Gugatan ke MK

Bamsoet mengingatkan masyarakat yang akan melakukan aksi demo penolakan, untuk menyampaikan pasal-pasal mana saja dalam UU Cipta Kerja yang menjadi keberatan.

NASIONAL | 15 Oktober 2020

Arsul Sani: Tidak Haram TNI Terlibat Berantas Terorisme

Wakil Ketua MPR Arsul Sani mengemukakan pelibatan TNI dalam memberantas terorisme bukan sesuatu yang dilarang atau diharamkan.

NASIONAL | 15 Oktober 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS