Logo BeritaSatu

Soal Mobil Dinas, Eks Pimpinan Minta Masyarakat Awasi Dinamika Internal KPK

Jumat, 16 Oktober 2020 | 15:44 WIB
Oleh : Fana Suparman / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang meminta masyarakat mengawasi dinamika yang terjadi di internal lembaga antikorupsi. Pernyataan ini disampaikan Saut menanggapi pro-kontra usulan anggaran mobil dinas untuk pimpinan, dewan pengawas, dan pejabat struktural KPK.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengakui pihaknya mengajukan anggaran mobil dinas. Namun, Dewan Pengawas (Dewas) KPK mengaku tidak mengetahui usulan anggaran mobil dinas dan memastikan bakal menolak fasilitas tersebut.

"Jadi dinamika di dalam (KPK) sekarang perlu, ya Dewas perlu diawasi, KPK perlu diawasi," kata Saut saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2020).

Saut mengatakan, masyarakat perlu mengawal dinamika yang terjadi di KPK karena menentukan pemberantasan korupsi di Indonesia. Masyarakat juga harus mengetahui ke arah mana sistem pemberantasan korupsi saat ini.

"Maksud saya masyarakat harus sudah melihat ke arah mana pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Saut.

Sebelumnya, KPK mengakui mengajukan anggaran mobil dinas untuk pejabat hingga pimpinan lembaga antikorupsi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil dinas Ketua KPK dianggarkan Rp 1,4 miliar dan empat Wakil Ketua KPK masing-masing Rp 1 miliar.

"Saat ini, KPK tidak memiliki mobil dinas jabatan baik itu untuk pimpinan maupun pejabat struktural KPK," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (15/10/2020).

Ali mengatakan, anggaran mobil dinas lima pimpinan diajukan KPK untuk tahun anggaran 2021. Anggaran tersebut saat ini telah disetujui DPR.

"Informasi yang kami terima benar telah ada persetujuan DPR terkait anggaran pengadaan mobil dinas jabatan untuk pimpinan, dewas dan pejabat struktural di lingkungan KPK," kata Ali.

Meski demikian, Ali masih enggan membeberkan secara rinci besaran anggaran untuk pengadaan mobil dinas tersebut. Hal ini lantaran proses pembahasan anggaran masih bergulir hingga kini dan belum final.

"Saat ini belum final dan masih dalam pembahasan, terutama terkait detail rincian pagu anggaran untuk masing-masing unit mobil dinas jabatan tersebut," katanya.

Ali juga mengaku belum dapat merinci jumlah unit mobil yang akan dianggarkan oleh KPK. Menurutnya, hal itu akan mengacu pada Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (Perkom) mengenai Organisasi dan Tata Kerja KPK yang saat ini masih dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham).

"Sedangkan besaran harga tentu akan mengacu pada standar biaya, sebagaimana peraturan menteri keuangan dan e-katalog LKPP," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pimpinan KPK bakal mendapat jatah mobil dinas. Mobil dinas untuk Ketua KPK dianggarkan Rp 1,45 miliar, sementara untuk empat pimpinan KPK lainnya masing-masing Rp 1 miliar.

Sementara, Dewas KPK memastikan bakal menolak fasilitas mobil dinas. Sikap tegas itu disampaikan sejumlah anggota Dewas, termasuk Ketua Dewas, Tumpak Hatorangan Panggabean saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2020).

"Kami Dewas punya sikap menolak pemberian mobil dinas tersebut," kata Tumpak.

Tumpak menjelaskan alasan di balik sikapnya menolak mobil dinas untuk Dewas. Dikatakan, Dewas telah mendapat tunjangan transportasi. Menurutnya, tunjangan itu telah cukup bagi Dewas.

"Berdasarkan Perpres tentang penghasilan Dewas, sudah ada diberikan tunjangan transportasi. Sudah cukuplah itu. Begitu sikap kami," katanya.

Untuk itu, Tumpak memastikan usulan mobil dinas bukan berasal dari Dewas. Tumpak juga mengaku tidak mengetahui usulan penganggaran mobil dinas untuk Pimpinan, Dewas dan pejabat struktural lembaga antikorupsi.

"Kalau kami dari Dewas tidak pernah mengusulkan diadakan mobil dinas bagi Dewas. Kami tidak tahu usulan darimana itu," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jual Beli Bayi Rp 15 Juta "Ayah Sejuta Anak" Dibekuk

Pengelola Yayasan Ayah Sejuta Anak dibekuk aparat Polres Bogor dalam kasus dugaan jual beli bayi.

NEWS | 30 September 2022

Putin Umumkan Rusia Caplok 4 Wilayah Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengumumkan pencaplokan empat wilayah Ukraina yang dikuasai ke Rusia pada Jumat (30/9/2022).

NEWS | 30 September 2022

Italia dan AS Desak Warga Negaranya Tinggalkan Rusia

Italia dan Amerika Serikat (AS) mendesak warga negaranya untuk mempertimbangkan meninggalkan Rusia.

NEWS | 30 September 2022

Hadiah Kursi Roda dari Puan Bahagiakan Ibu dari Anak Penderita Polio

Petani bunga di Badung, Bali, Ni Ketut Ratko sangat gembira menerima bantuan kursi roda untuk anaknya yang menderita polio.

NEWS | 30 September 2022

DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

Pemprov DKI Jakarta mengatakan, pembangunan rusun (rumah susun) di Pulau G kemungkinan akan dilakukan oleh pihak swasta.

NEWS | 30 September 2022

Ali Ibrahim Undang Presiden Jokowi Buka Sail Tidore 2022

Ali Ibrahim mengundang dan meminta secara khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir dan membuka acara Puncak Sail Tidore pada November 2022.

NEWS | 29 September 2022

DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi

DPR siap menjadi tuan rumah perhelatan The 8th G-20 Parliamentary Speaker Summit (P-20) yang akan diselenggarakan pekan depan.

NEWS | 29 September 2022

UBK Kerja Sama dengan Persatuan Alumni GMNI

UBK melakukan kerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

NEWS | 29 September 2022

Moeldoko Dorong Swasta Terlibat Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendorong keterlibatan pihak swasta dalam percepatan vaksinasi Covid-19.

NEWS | 29 September 2022

Komnas HAM Harap Jaksa Maksimal Dakwa Ferdy Sambo Cs

Komnas HAM berharap jaksa bisa menyusun dakwaan terhadap para tersangka secara maksimal.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jual Beli Bayi Rp 15 Juta

Jual Beli Bayi Rp 15 Juta "Ayah Sejuta Anak" Dibekuk

NEWS | 17 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings