Wapres: Vaksinasi Sejalan dengan Ajaran Islam

Wapres: Vaksinasi Sejalan dengan Ajaran Islam

Jumat, 16 Oktober 2020 | 21:34 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com -Wakil Presiden Ma'aruf Amin memastikan vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan pada jutaan masyarakat Indonesia sudah melalui beberapa tahap uji klinis. Proses vaksinasi sejalan dengan ajaran syariat Islam dan hadis-hadis nabi Muhammad SAW.

Hal ini disampaikan Ma’ruf Amin saat berdialog bersama Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro, Jumat (16/10/2020).

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah tengah melakukan uji klinis vaksin Covid-19 yang nantinya akan disuntikkan pada jutaan masyarakat. Vaksin itu diadakan melalui kerjasama dengan negara-negara lain ataupun yang dikembangkan sendiri yakni vaksin Merah Putih.

Hal ini juga, lanjut Ma’ruf Amin, menjadi salah satu tujuan yang disyariatkan ajaran Islam, yang disebut maqashid asy-syariah yang memuat lima hal, yakni menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga keturunan dan menjaga akal.

"Dari lima ini, dalam kondisi yang normal, menjaga agama itu nomor satu. Nomor dua menjaga jiwa atau hifdzun nafs. Tapi dalam keadaan yang tidak normal seperti masalah pandemi, menjaga keselamatan jiwa menurut syariat itu nomor satu. Karena menjaga jiwa tidak ada alternatifnya, tidak bisa digantikan yang lainnya. Maka harus diutamakan,” terang Ma’ruf Amin.

Soal pengadaan vaksin oleh pemerintah, Ma'aruf mengatakan itu sebagai bentuk upaya ikhtiar untuk mencegah terjadinya suatu penyakit. Nah program imunisasi menurutnya adalah bagian dari upaya pengobatan. "Berobat itu ada dua macam, ada yang kuratif dan preventif. Kalau kuratif sudah terjadi diobati. Lalu preventif itu sebelum terjadi," ujar Ma’ruf Amin.

Imunisasi, menurut Wapres termasuk dalam upaya preventif atau pencegahan. Ada dalil umum dalam agama Islam yang meminta umat Islam mempersiapkan lima hal sebelum datang lima hal. Ia menjabarkan, pertama, umat Islam harus bersiap pada masa mudanya sebelum masa tua. Kedua, persiapkan masa sehat sebelum sakit. Ketiga, persiapkan masa kaya sebelum miskin. Keempat, persiapkan masa luang sebelum sibuk. Dan kelima, persiapkan masa hidup sebelum mati.

"Nah ini kan preventif, ada perintah agama supaya kita menjaga kesehatan. Jadi masa sehat harus kita persiapkan mencegah terjadinya sakit. Jadi itu dalil imunisasi,” tegas Ma’ruf Amin.

Saat ini untuk pengadaan vaksin, Pemerintah sudah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin. Tim ini diharapkan melakukan penyiapan, pendayagunaan, peningkatan kapasitas serta kemampuan nasional dalam mengembangkan vaksin. Sebagai pelaksananya dipimpin Lembaga Biologi dan Molekuler Eijkman bekerjasama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset dan Teknologi. Tugasnya mengembangkan vaksin Merah Putih.

Oleh karena itu, Ma'aruf Amin meminta masyarakat memberi dukungan kepada pemerintah. Dukungannya untuk semua tahapan persiapan hingga pelaksanaan vaksinasinya. Masyarakat juga diharapkan tidak terpengaruh berita-berita bohong yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

"Masyarakat bisa mengikuti informasi-informasi melalui keterangan resmi yang disampaikan pemerintah. Jangan percaya informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya," tegas Ma’ruf Amin.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Dibuka Lagi, Mabes Polri: Pemeriksaan Soenarko Memang Belum Tuntas

Menurut Karo Penmas Brigjen Awi Setiyono selama ini yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka sehingga pemenuhan pemberkasan perkaranya terpenuhi.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Pemerintah Diminta Beri Perlakuan Sama bagi Peserta Lelang Operator Patimban

Pemerintah harus memberikan perlakuan yang sama terhadap semua entitas bisnis yang berminat dan tertarik mengikuti proses lelang operator Pelabuhan Patimban.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Berkas Perkara Djoko Tjandra, Kasus Gratifikasi Fatwa MA Dinyatakan Lengkap

Penyerahan para tersangka tersebut dilakukan setelah JPU menyatakan berkas kasus ini sudah lengkap.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Irjen Napoleon Siap Buka-bukaan di Pengadilan

Irjen Napoleon Bonaparte mengancam akan membongkar semua masalah yang menjeratnya.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Kasus Red Notice, Dua Jenderal Polisi Segera Disidangkan

Penyerahan para tersangka tersebut dilakukan setelah JPU menyatakan perkara yang diajukan secara terpisah tersebut dinyatakan lengkap.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

RS Meng-covid-kan Pasien? Ini Penjelasan Kementerian Kesehatan

Penanganan pasien Covid-19 yang dilakukan fasilitas kesehatan (faskes) maupun dokter tentu berpedoman pada ketentuan yang ada.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Megawati Minta Banteng Muda Indonesia Punya Outward Looking dan Membangun Optimisme

Di tengah pandemi yang belum tahu kapan berakhir, PDIP termasuk BMI komitmen hadir di tengah rakyat, sehingga harus aktif turun ke bawah.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Dandim Manggarai Ajak Wartawan Ciptakan Suasana Kondusif

Dandim Manggarai, NTT, Letkol Ivan Alfa mengajak wartawan turut serta menciptakan suasana kondusif di wilayah tersebut.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Tersangka Eks Danjen Kopassus Minta Penjadwalan Ulang Pemeriksaan di Bareskrim

Tersangka sedang medical check up di RS Pondok Indah.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Empat Tersangka Kasus Red Notice Diserahkan ke Kejaksaan

Bareskrim Polri menyerahkan empat tersangka dan barang bukti dalam penyerahan berkas perkara tahap II kasus gratifikasi pengurusan red notice Djoko Tjandra.

NASIONAL | 16 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS