Pengaruh Pembelajaran Online Bagi Generasi Z
Logo BeritaSatu

Pengaruh Pembelajaran Online Bagi Generasi Z

Senin, 19 Oktober 2020 | 10:37 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Generasi Z atau mereka yang lahir di rentang tahun 1996-2010 disebut sebagai iGeneration lantaran lahir dan 'akrab' dengan internet. Mereka juga menjadi kelompok yang paling intensif menggunakan media sosial (Medsos).

Hasil penelitian IBM Institute bahkan menyebutkan, 74 persen generasi Z menghabiskan waktu luangnya untuk melakukan aktivitas online. Dimana, smartphone menjadi perangkat yang paling banyak digunakan dengan presentase mencapai 75 persen, diikuti dengan laptop (45 persen), desktop (30 persen) dan tablet (10 persen).

Fakta tersebut diamini oleh Nasyillah kelas 8 (Palangkaraya), Eva kelas 9 (Balikpapan) dan Billy kelas 11 (Surabaya). Dalam Podcast bersama Telset TV, mereka kompak menyebutkan, smartphone adalah perangkat yang paling sering digunakan, baik untuk berkomunikasi via whatsapp, belajar online ataupun mencari informasi di internet.

Ketiga siswa tersebut juga mengakui, rutinitas mereka di dunia maya kini lebih banyak didominasi oleh aktivitas yang terkait dengan pembelajaran online. Hal ini tidak lepas dari kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19, dimana para siswa 'terpaksa' belajar secara online, baik pada saat jam sekolah maupun di luar jam sekolah.

"Lahir dan tumbuh di era digital, membuat para siswa di generasi Z lebih matang dan mandiri dalam hal pemanfaatan teknologi. Termasuk saat pandemi mengharuskan mereka untuk belajar secara online," jelas Maryam Mursadi, Head of Academic dari Kelas Pintar.

Menurut Maryam, ketika pandemi Covid-19 melanda dunia dan hampir semua aktivitas belajar mengajar bergeser ke online, generasi Z bisa dengan cepat beradaptasi karena mereka memang sudah terbiasa berinteraksi di dunia maya.

"Hanya kebiasaannya saja yang berubah, jika sebelumnya mungkin mereka lebih aktif di medsos, kini porsi untuk belajar online dan mencari informasi untuk kebutuhan belajar jadi lebih tinggi," jelas Maryam.

Hal senada diutarakan oleh Nasyillah, Eva dan Billy. Mereka mengaku cepat beradaptasi dengan metode pembelajaran jarak jauh. Pun begitu, mereka lebih suka belajar di sekolah secara tatap muka dengan alasan bisa punya banyak waktu untuk berinteraksi sehingga bisa lebih memahami materi yang diajarkan.

Menurut Nasyhilla, meski mengaku cepat beradaptasi, tapi semakin sempitnya waktu berinteraksi dengan guru di sekolah membuatnya kesulitan memahami materi yang diajarkan. Begitu pula saat melajutkan belajar di luar jam sekolah. Nasyhilla lebih suka jika ada yang mendampinginya saat belajar.

"Di masa pandemi ini, waktu belajar para siswa berubah atau tidak sama seperti saat mereka bersekolah. Waktu mereka bertanya atau berinteraksi dengan guru juga jadi lebih sedikit," kata Maryam.

Untuk itu, lanjut Maryam, tantangan penyedia solusi belajar online di masa pandemi ini adalah bagaimana menghadirkan engagement lebih dan membuat belajar online menjadi lebih menyenangkan. Maryam menyoroti tentang pentingnya memberikan pendampingan belajar bagi para siswa untuk membantu guru di sekolah dalam men-deliver kurikulum secara optimal. Khususnya saat siswa melanjutkan proses belajarnya selepas jam sekolah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPR: Hari Parlemen Nasional Pijakan Indonesia untuk Terus Berkembang

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan peringatan Hari Parlemen Nasional pada 16 Oktober bisa menjadi sebuah pijakan untuk Indonesia terus berkembang.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Pengelolaan Keramba Jaring Apung Miliki Potensi Wisata

Pngelolaan keramba jaring apung dinilai memiliki potensi wisata berkat keindahan alam dan potensi perikanan tangkap.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Dua Hari Berturut, Muba Nihil Positif Covid-19

Kabar baiknya ada 6 kasus sembuh.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

PAN Pantau Kondisi Hanafi Rais yang Alami Kecelakaan

Hanafi Rais menjadi salah satu korban dalam tabrakan beruntun di ruas Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) pada Minggu (18/10/2020) dini hari.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Jerry Sambuaga: Kreativitas Modal Kaum Milenial

Kaum milenial harus melihat kreativitasnya sebagai potensi untuk menyelesaikan berbagai masalah.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Budayawan: Lawan Radikalisme, Gali Nilai yang Ditanamkan Leluhur Bangsa

Yang menjadi penyebab suburnya narasi radikal dan tindakan anarkis, karena mereka yang suka menyebarkan narasi radikal sudah menguasai ruang media.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Kementerian LHK Bangun Recycling Center Kapasitas 50 Ton Per Hari di Kota Metro, Lampung

Rosa Vivien menjelaskan, PDU 50 ton/hari tersebut, adalah konsep baru yang dikembangkan.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Serahkan Naskah UU Cipta Kerja, Pratikno Temui Pimpinan NU dan MUI

Tujuannya adalah untuk sosialisasi UU Cipta Kerja sekaligus menjaring masukan dari pemangku kepentingan.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

2021, Syarat Utama Jadi Guru Besar Lebih Fleksibel

Dengan perubahan syarat khusus tersebut, ia berharap target Direktorat Dikti agar ada peningkatan jumlah guru besar sebanyak 10% bisa tercapai pada 2024 nanti.

NASIONAL | 18 Oktober 2020

Bobby-Aulia Janji Bangun Sarana Olahraga Setiap Kelurahan

Aulia mengatakan, setiap kelurahan dan kecamatan juga akan dilengkapi dengan jaringan wifi.

NASIONAL | 18 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS