Menag Pastikan Kenaikan Dana BOS Madrasah dan Pesantren Segera Cair

Menag Pastikan Kenaikan Dana BOS Madrasah dan Pesantren Segera Cair

Senin, 19 Oktober 2020 | 11:59 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi memastikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk siswa madrasah dan santri pesantren tahun 2020 tetap naik dan segera cair. Sesuai rencana awal, kenaikan BOS 2020 sebesar Rp 100 ribu per siswa atau santri.

"Alhamdulillah, dana BOS Madrasah dan Pesantren 2020 tetap naik Rp 100 ribu per siswa atau santri," kata Razi dalam siaran pers diterima SP, Senin (19/10).

Razi menyebutkan, kepastian kenaikan anggaran BOS 2020 ini diperoleh setelah usulan Kementerian Agama (Kemag) terkait tambahan anggaran BOS disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Menurut Razi, tambahan anggaran yang diusulkan dan disetujui sekitar Rp 890 miliar. Anggaran ini akan didistribusikan untuk BOS 3.894.365 siswa MI, 3.358.773 siswa MTs, dan 1.495.294 siswa MA. Selain itu, tambahan BOS juga akan diberikan untuk kebutuhan pembelajaran 27.540 santri PP Salafiyah Ula, 114.517 santri PP Salafiyah Wustha, dan 18.562 santri PP Salafiyah Ulya.

Proses pencairan dana BOS ini akan segera dilakukan, Pasalnya, petunjuk teknis (juknis) pencairan kenaikan anggaran dana BOS ini sudah selesai, sehingga akan segera dilakukan proses pencairan.

Razi menuturkan, kenaikan dana BOS madrasah dan pesantren sebenarnya sudah dialokasikan dalam anggaran Kementerian Agama 2020. Namun, alokasi kenaikan ini sempat tertunda karena adanya penghematan untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Dalam Rapat Kerja Kemag dengan Komisi VIII DPR, penundaan ini dibahas bersama. Raker menyepakati rencana kenaikan dana BOS madrasah dan pesantren tetap dilanjutkan. Menindaklanjuti kesepakatan ini, Menag Razi bersurat ke Menteri Keuangan pada 10 September 2020 dan usulan tersebut disetujui.

“Saya berharap kenaikan anggaran sebesar Rp 100 ribu per siswa atau santri ini bisa dimanfaatkan madrasah dan pesantren untuk optimalisasi pembelajaran jarak jauh dan pencegahan penyebaran Covid-19 di lembaga pendidikan,” kata Razi.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, pihaknya telah menerbitkan juknis pencairan dan penggunaan dana BOS Madrasah dan Pesantren. Juknis tersebut antara lain mengatur penggunaan dana BOS dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Juknis misalnya mengatur bahwa dana BOS bisa digunakan untuk pembelian atau sewa sarana/perlengkapan/peralatan, atau pelaksanaan kegiatan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19," terang Dhani.

Pembelian yang diperbolehkan, antara lain sabun cuci tangan, antiseptik, masker, dan sarana lainnya yang dapat menunjang pencegahan Covid-19. Selain itu, dana BOS juga dapat digunakan untuk pengadaan bahan kimia lainnya yang berfungsi untuk pencegahan Covid-19.

"Boleh juga untuk biaya transportasi dan honor bagi petugas kesehatan/petugas lain yang kompeten dalam rangka melakukan kegiatan pencegahan Covid-19. Atau, untuk membiayai sewa peralatan untuk kegiatan yang mendukung pencegahan Covid-19, dan membiayai kegiatan lain yang dapat menunjang upaya pencegahan Covid-19," ucapnya.

Dana BOS ini, kata Dhani, juga boleh digunakan untuk pembelian atau sewa sarana/perlengkapan/peralatan yang diperlukan untuk mendukung proses belajar-mengajar baik di madrasah maupun di rumah. Hal itu antara lain berupa penambahan alokasi kuota internet bagi RA dan madrasah yang memakai fixed-modem atau paket internet lainnya yang dapat menunjang pembelajaran jarak jauh. Termasuk juga untuk pembelian/sewa mobile modem termasuk kuota internet yang diperuntukan bagi guru dengan jumlah modem dan paket data internet sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, dana BOS juga dapat dimanfaatkan untuk pembelian laptop atau personal computer (PC) sebatas untuk keperluan server e-learning yang diimplementasikan oleh madrasah. Dhani menambahkan, dana BOS Madrasah juga bisa digunakan membiayai pelaksanaan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat menunjang upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan madrasah dan pesantren.



Sumber: PR


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

LDBI Asah Kemampuan Siswa Berpikir Kritis dan Kreatif

Sebanyak 25 pembicara terbaik dalam lomba ini akan diikutkan dalam training camp seleksi delegasi Indonesia untuk WSDC 2021.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Antisipasi Fenomena La Nina, Pelabuhan di Sulteng Diminta Waspada

Menurut Arif, informasi tentang cuaca dan tinggi gelombang laut juga penting dalam izin pelayaran untuk mencegah kecelakaan laut akibat La Nina.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Penghina Moeldoko Ditahan, Terancam 6 Tahun Penjara

Penangkapan Basmi berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP/A/590/X/2020/BARESKRIM, tertanggal 17 Oktober 2020.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Forkompinda Deklarasi Damai, Wali Kota Solo: Jangan Sampai Mengulang Peristiwa 1998

Aspirasi secara damai atau berdialog adalah bentuk budaya Jawa.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Cegah Covid-19, Bupati Sigi Minta Puskesmas Aktif Mengedukasi Masyarakat tentang 3M

"Pencegahan sangat penting dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pasien di tengah keterbatasan sarana pelayanan medis," ujar Sisiliandy.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Patroli Nong Jawara Polda Banten Ajak Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Kali ini, personel Polwan Polda Banten melaksanakan patroli Nong Jawara di Pasar Keranggot Kota Cilegon.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, ASN di Papua WFH Hingga Januari 2021

Saat ini sekitar 25 persen ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua sudah terpapar corona.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

Pengaruh Pembelajaran Online Bagi Generasi Z

Sebanyak 74 persen generasi Z menghabiskan waktu luangnya untuk melakukan aktivitas online.

NASIONAL | 19 Oktober 2020

DPR: Hari Parlemen Nasional Pijakan Indonesia untuk Terus Berkembang

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan peringatan Hari Parlemen Nasional pada 16 Oktober bisa menjadi sebuah pijakan untuk Indonesia terus berkembang.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Pengelolaan Keramba Jaring Apung Miliki Potensi Wisata

Pngelolaan keramba jaring apung dinilai memiliki potensi wisata berkat keindahan alam dan potensi perikanan tangkap.

NASIONAL | 19 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS