Penghasut Demo Anarkistis Ditangkap
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penghasut Demo Anarkistis Ditangkap

Selasa, 20 Oktober 2020 | 18:33 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WBP

Jakarta, Beritasatu.com-Polisi menangkap tiga orang penghasut pelajar turun ke jalan untuk ikut aksi demonstrasi dan melakukan tindakan anarkistis, di Jakarta. Hasutan atau provokasi itu digaungkan melalui konten tulisan, gambar, dan video di media sosial Facebook serta Instagram.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, peristiwa kerusuhan, perusakan, pembakaran fasilitas umum pada aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh, tanggal 8 dan 13 Oktober lalu, dilakukan massa yang terprovokasi atau terhasut melalui media sosial.

"Saat ini kami akan menyampaikan siapa yang kira-kira mengajak itu, sehingga terjadi demo yang anarkistis. Kita sudah menetapkan tiga tersangka. Pertama aktor ataupun yang membuat akun di Facebook, ada MI, ada WH dan satu lagi masih kita kejar. Kedua ada di akun Instagram, itu ada tersangka RN. Jadi ada tiga tersangka yang sudah kita amankan," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/10/2020).

Dikatakan Argo, tersangka MI dan WH membuat seruan atau ajakan melalui akun Facebook STM sejabodetabek yang memiliki pengikut sekitar 21.000 orang untuk turun ke jalan pada 8 dan 13 Oktober. Motif pelaku adalah membuat demo rusuh. "Mereka ini admin mem-posting, mengundang teman-teman STM atau SMK sejabodetabek untuk demo tanggal 8 dan 13 Oktober di Istana Merdeka dan DPR," ucapnya.

Argo mengungkapkan, tulisan dan gambar yang diposting berbunyi ajakan membawa barang-barang sebagai peralatan melakukan kericuhan, seperti batu tajam, botol kaca, gir sepeda atau motor, dan lainnya. "Ada ajakan membawa alat-alat yang akan berguna untuk berjaga-jaga saat aksi chaos, ada suruh bawa masker, kacamata renang, bawa odol, dan juga ada bawa raket. Kenapa raket? Raket itu kalau nanti dilempar gas air mata akan dipukulkan kembali, ini ajakan-ajakan di Facebook," katanya.

Argo melanjutkan, ada juga hasutan agar tidak gentar melawan aparat, bahkan menuding petugas melukai mereka menggunakan senjata milik negara. "Besok tanggal 20 jangan diem aja, bawa batu yang tajam, biar mampus mereka, kalo bawa sajam takut keciduk, kita bawa batu yang tajam aja, kaca kek, botol kek, kalo ga gir motor, tapi jangan diiket, lempar biar barbar," sebut Argo membacakan salah satu postingan.

Argo menuturkan, penyidik saat ini sedang meminta bantuan Tim Digital Forensik Mabes Polri untuk mengungkap link yang telah dihapus. Link itu berada di dalam postingan ajakan atau hasutan berdemo di Facebook. Ketika diklik link itu yang akan membawa masuk ke dalam WhastApp Grup (WAG).

"Siapa yang akan hadir pada kegiatan unjuk rasa silakan masuk ke link ini. Nanti link ini akan memuat WAG. Di dalam WAG ini ada arahan untuk melindungi diri, kemudian ada peralatan perlawan untuk tempur ada di sini, ditunjukkan di sini. Tentunya ini masih dimasukkan di Labfor, karena WAG ini sudah dihapus. Kita cari nanti kita kirim ke Labfor, biar kita bisa mendata, mendeteksi, kira-kira grupnya siapa saja, nama-namanya yang ada di WAG tersebut," jelasnya.

Sementara itu, tersangka RN melakukan penghasutan dan provokasi melalui akun Instagram panjang.umur.perlawanan yang memiliki 11.000 followers. "Tersangka RN ini bertugas untuk memprovokasi dengan membuat bebagai macam kegiatan pengajakan demo untuk aksi turun serentak, kemudian dia tidak percaya dengan negara lagi, dan ada peralatan yang dibawa apa saja. Ini adalah admin yang mungkin teman-teman sering mendengar nama ada yang menyebut sebagai kelompok anarko. Ini atasnya yang mengajak dengan media sosial," katanya.

Argo mengatakan, ada berbagai macam ajakan-ajakan yang dituangkan di dalam akun IG panjang.umur.perlawanan. "Contoh ada, 'selamat datang di bulan kehancuran, yang dimana kita sudah tidak percaya pada negara, dan di sini awal kehancuran datang.' Di sini yang like 7.000 lebih. Bahkan ada foto, video bagaimana membubarkan diri, ajakan-ajakan ini kemudian yang like 2.000, dan juga ada ajakan aksi turun serentak. Ini juga ada jangan jalan sendiri, harus tiga atau sampai lima orang, kemudian video aksi kerusuhan di-repost lagi," terangnya sambil menunjukan kertas print postingan di Instagram.

Termasuk, tambah Argo, gambar sebuah peta dan titik api di seluruh kota di Indonesia. "Jadi sudah dipetakan, sampai sejauh ini. Semua panduan disampaikan melalui IG ini," katanya.

Argo tidak merinci identitas dan tidak menghadirkan ketiga pelaku karena berstatus pelajar, serta usianya masih di bawah umur sekitar 16-17 tahun.

"Saat ini tidak saya tampilkan karena ini adalah anak-anak STM atau SMK yang di bawah umur, dan ini karena adalah anak berhadapan dengan hukum tentunya perlakukannya akan berbeda dengan orang dewasa. Baik itu dalam pemeriksaannya pun, semuanya kita menggunakan teknis dari penyidikan bagaimana biar anak ini bisa menyampaikan secara jujur berkaitan dengan apa yang ditanya oleh penyidik dan ruangannya pun tidak sama dengan ruang pemeriksaan dari orang dewasa. Jadi semua fasilitas yang digunakan oleh penyidik yang memeriksa anak yang berhadapan dengan hukum dan kemudian juga penahanannya akan berbeda dengan orang dewasa," katanya.

Argo menegaskan, para tersangka dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45a ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Kemudian Pasal 14 dan 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 207 KUHP. 10 tahun penjara ancamannya," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ditjen Politik dan PU Kemdagri Asah Kompetensi SDM Bidang Kehumasan

Aparatur di lingkungan Dirjen Politik dan PU diharapkan saling bersinergi secara bersama-sama dengan harapan mampu menyeimbangkan kualifikasi SDM Kehumasan.

NASIONAL | 20 September 2021

Pelemparan Batu ke Kereta Api Kembali Marak, Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengecam aksi pelemparan batu yang akhir-akhir ini marak dilakukan terhadap kereta api di sejumlah daerah.

NASIONAL | 20 September 2021

Menteri PPPA Kecam Penyerangan Nakes dan Guru di Pegunungan Bintang

Tragedi pembakaran Puskesmas Kiwirok yang dilakukan KKB mengakibatkan Gabriela Meilan, nakes berusia 22 tahun tewas sangat memprihatinkan

NASIONAL | 20 September 2021

Melalui Sekolah Lapang, Kementan Sebarkan Pengetahuan Baru untuk Petani

Kementerian Pertanian memberikan pengetahuan baru kepada petani dalam Sekolah Lapang (SL) Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).

NASIONAL | 20 September 2021

Waspada, 23 Wilayah di Indonesia Akan Alami Cuaca Ekstrem

Suhu udara pada hari ini di Tanah Air berkisar mulai dari 20 derajat hingga 34 derajat Celsius dengan kelembaban udara 50-100%.

NASIONAL | 20 September 2021

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam di Pelabuhanratu

Tim SAR gabungan bersiaga dan melanjutkan pencarian korban tenggelam kecelakaan laut di Pantai Kebonkalapa Citepus, Pelabuhanratu, Sukabumi.

NASIONAL | 20 September 2021

Antisipasi Tsunami Terulang, BMKG Sempurnakan Sistem Peringatan Dini

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya dan kementerian/lembaga terkait sedang menyempurnakan sistem gempabumi dan peringatan dini tsunami.

NASIONAL | 19 September 2021

Dirtipidum: Napoleon Pukuli dan Lumuri M Kece dengan Kotoran

Hasil pemeriksaan perkara penganiayaan yang dialami Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri terungkap bahwa Napoleon Bonaparte memukuli dan melumuri kotoran

NASIONAL | 19 September 2021

Komisi I DPR Dukung Peremajaan Alutsista Koamarda II Surabaya

Komisi I DPR mendukung peremajaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) Koarmada II Surabaya.

NASIONAL | 19 September 2021

9 Nakes Korban Kekerasan KKB Jalani Pemulihan Trauma

Sebanyak sembilan tenaga kesehatan korban kekerasan d Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Senin (13/9/2021)saat ini menjalani pemulihan trauma

NASIONAL | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Aniaya Muhammad Kece, Irjen Napoleon Bonaparte Diperiksa Besok

Aniaya Muhammad Kece, Irjen Napoleon Bonaparte Diperiksa Besok

MEGAPOLITAN | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings