Penghasut Demo Anarkistis Ditangkap
INDEX

BISNIS-27 555.695 (12.56)   |   COMPOSITE 6537.09 (82.91)   |   DBX 1185.45 (4.25)   |   I-GRADE 192.346 (4.58)   |   IDX30 559.887 (14.06)   |   IDX80 149.821 (2.81)   |   IDXBUMN20 454.506 (9.99)   |   IDXESGL 154.417 (2.37)   |   IDXG30 151.04 (3.24)   |   IDXHIDIV20 490.586 (12.63)   |   IDXQ30 156.252 (4.15)   |   IDXSMC-COM 301.613 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 382.211 (0.35)   |   IDXV30 157.186 (1.27)   |   INFOBANK15 1083.88 (30.87)   |   Investor33 472.674 (10.59)   |   ISSI 194.508 (1.25)   |   JII 694.836 (6.78)   |   JII70 242.811 (1.92)   |   KOMPAS100 1324.28 (21.59)   |   LQ45 1037.35 (23.63)   |   MBX 1819.69 (25.48)   |   MNC36 350.082 (7.57)   |   PEFINDO25 343.337 (-0.23)   |   SMInfra18 332.762 (3.61)   |   SRI-KEHATI 404.998 (10)   |  

Penghasut Demo Anarkistis Ditangkap

Selasa, 20 Oktober 2020 | 18:33 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WBP

Jakarta, Beritasatu.com-Polisi menangkap tiga orang penghasut pelajar turun ke jalan untuk ikut aksi demonstrasi dan melakukan tindakan anarkistis, di Jakarta. Hasutan atau provokasi itu digaungkan melalui konten tulisan, gambar, dan video di media sosial Facebook serta Instagram.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, peristiwa kerusuhan, perusakan, pembakaran fasilitas umum pada aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh, tanggal 8 dan 13 Oktober lalu, dilakukan massa yang terprovokasi atau terhasut melalui media sosial.

"Saat ini kami akan menyampaikan siapa yang kira-kira mengajak itu, sehingga terjadi demo yang anarkistis. Kita sudah menetapkan tiga tersangka. Pertama aktor ataupun yang membuat akun di Facebook, ada MI, ada WH dan satu lagi masih kita kejar. Kedua ada di akun Instagram, itu ada tersangka RN. Jadi ada tiga tersangka yang sudah kita amankan," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/10/2020).

Dikatakan Argo, tersangka MI dan WH membuat seruan atau ajakan melalui akun Facebook STM sejabodetabek yang memiliki pengikut sekitar 21.000 orang untuk turun ke jalan pada 8 dan 13 Oktober. Motif pelaku adalah membuat demo rusuh. "Mereka ini admin mem-posting, mengundang teman-teman STM atau SMK sejabodetabek untuk demo tanggal 8 dan 13 Oktober di Istana Merdeka dan DPR," ucapnya.

Argo mengungkapkan, tulisan dan gambar yang diposting berbunyi ajakan membawa barang-barang sebagai peralatan melakukan kericuhan, seperti batu tajam, botol kaca, gir sepeda atau motor, dan lainnya. "Ada ajakan membawa alat-alat yang akan berguna untuk berjaga-jaga saat aksi chaos, ada suruh bawa masker, kacamata renang, bawa odol, dan juga ada bawa raket. Kenapa raket? Raket itu kalau nanti dilempar gas air mata akan dipukulkan kembali, ini ajakan-ajakan di Facebook," katanya.

Argo melanjutkan, ada juga hasutan agar tidak gentar melawan aparat, bahkan menuding petugas melukai mereka menggunakan senjata milik negara. "Besok tanggal 20 jangan diem aja, bawa batu yang tajam, biar mampus mereka, kalo bawa sajam takut keciduk, kita bawa batu yang tajam aja, kaca kek, botol kek, kalo ga gir motor, tapi jangan diiket, lempar biar barbar," sebut Argo membacakan salah satu postingan.

Argo menuturkan, penyidik saat ini sedang meminta bantuan Tim Digital Forensik Mabes Polri untuk mengungkap link yang telah dihapus. Link itu berada di dalam postingan ajakan atau hasutan berdemo di Facebook. Ketika diklik link itu yang akan membawa masuk ke dalam WhastApp Grup (WAG).

"Siapa yang akan hadir pada kegiatan unjuk rasa silakan masuk ke link ini. Nanti link ini akan memuat WAG. Di dalam WAG ini ada arahan untuk melindungi diri, kemudian ada peralatan perlawan untuk tempur ada di sini, ditunjukkan di sini. Tentunya ini masih dimasukkan di Labfor, karena WAG ini sudah dihapus. Kita cari nanti kita kirim ke Labfor, biar kita bisa mendata, mendeteksi, kira-kira grupnya siapa saja, nama-namanya yang ada di WAG tersebut," jelasnya.

Sementara itu, tersangka RN melakukan penghasutan dan provokasi melalui akun Instagram panjang.umur.perlawanan yang memiliki 11.000 followers. "Tersangka RN ini bertugas untuk memprovokasi dengan membuat bebagai macam kegiatan pengajakan demo untuk aksi turun serentak, kemudian dia tidak percaya dengan negara lagi, dan ada peralatan yang dibawa apa saja. Ini adalah admin yang mungkin teman-teman sering mendengar nama ada yang menyebut sebagai kelompok anarko. Ini atasnya yang mengajak dengan media sosial," katanya.

Argo mengatakan, ada berbagai macam ajakan-ajakan yang dituangkan di dalam akun IG panjang.umur.perlawanan. "Contoh ada, 'selamat datang di bulan kehancuran, yang dimana kita sudah tidak percaya pada negara, dan di sini awal kehancuran datang.' Di sini yang like 7.000 lebih. Bahkan ada foto, video bagaimana membubarkan diri, ajakan-ajakan ini kemudian yang like 2.000, dan juga ada ajakan aksi turun serentak. Ini juga ada jangan jalan sendiri, harus tiga atau sampai lima orang, kemudian video aksi kerusuhan di-repost lagi," terangnya sambil menunjukan kertas print postingan di Instagram.

Termasuk, tambah Argo, gambar sebuah peta dan titik api di seluruh kota di Indonesia. "Jadi sudah dipetakan, sampai sejauh ini. Semua panduan disampaikan melalui IG ini," katanya.

Argo tidak merinci identitas dan tidak menghadirkan ketiga pelaku karena berstatus pelajar, serta usianya masih di bawah umur sekitar 16-17 tahun.

"Saat ini tidak saya tampilkan karena ini adalah anak-anak STM atau SMK yang di bawah umur, dan ini karena adalah anak berhadapan dengan hukum tentunya perlakukannya akan berbeda dengan orang dewasa. Baik itu dalam pemeriksaannya pun, semuanya kita menggunakan teknis dari penyidikan bagaimana biar anak ini bisa menyampaikan secara jujur berkaitan dengan apa yang ditanya oleh penyidik dan ruangannya pun tidak sama dengan ruang pemeriksaan dari orang dewasa. Jadi semua fasilitas yang digunakan oleh penyidik yang memeriksa anak yang berhadapan dengan hukum dan kemudian juga penahanannya akan berbeda dengan orang dewasa," katanya.

Argo menegaskan, para tersangka dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45a ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Kemudian Pasal 14 dan 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 207 KUHP. 10 tahun penjara ancamannya," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BUMDes Kini Berbadan Hukum, Kemdes PDTT Segera Siapkan RPP

Penyusunan RPP BUMDes dipastikan akan sesederhana mungkin agar mudah untuk dipahami.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

KPK Ingatkan Potensi Korupsi dalam Pilkada Serentak 2020

Terdapat potensi tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Tidur, Djoko Tjandra Ditegur Hakim Saat Sidang Perkara Surat Jalan

Djoko yang mengikuti jalannya persidangan secara virtual nampak mengubah posisi duduknya menjadi tegak.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Pemprov Sumut Perketat Protokol Kesehatan di Momen Libur Panjang

Momentum liburan panjang di akhir Oktober berpotensi menambah jumlah kasus baru di Sumut.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Perpusnas Tetapkan Empat Perpustakaan Terbaik di Indonesia

Lomba perpustakaan terbaik diharapkan menjadi motivasi tersendiri bagi daerah lain yang belum menjadi pemenang.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Musrenbang Perubahan RPJMD Sulsel Fokus Pemulihan Ekonomi

Untuk tahun 2021, Pemprov masih menyiapkan bantuan keuangan daerah sebesar Rp 500 miliar.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Hujan Deras Sambut Kunjungan PM Jepang di Istana Bogor

Pemimpin Negeri Matahari Terbit itu melakukan kunjungan kenegaraan di saat Indonesia berjuang mengatasi pandemi Covid-19.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Terapkan Protokol Kesehatan, Jokowi Terima Kunjungan PM Jepang di Bogor

Ini merupakan lawatan pertama PM Suga ke luar negeri setelah ia dilantik pada September lalu.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Setahun Jokowi-Ma'ruf, Pembangunan Infrastruktur Dinilai Paling Menonjol

Salah satu alasan kurang optimalnya kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, paling banyak karena dipengaruhi pandemi Covid-19.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Food Cycle Indonesia Ajak Masyarakat Bantu Anak-anak Keluarga Prasejahtera

Masyarakat harus mampu anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi.

NASIONAL | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS