Sebagian Besar Sungai di Pulau Jawa dalam Kondisi Kritis
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-2.12)   |   COMPOSITE 6140.17 (-31)   |   DBX 1202.23 (-7.34)   |   I-GRADE 182.055 (-0.59)   |   IDX30 520.23 (-3.14)   |   IDX80 139.249 (-0.62)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.63)   |   IDXESGL 143.85 (-0.25)   |   IDXG30 142.18 (0.09)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-3.03)   |   IDXQ30 148.957 (-0.6)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-0.91)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.6)   |   IDXV30 138.219 (-0.5)   |   INFOBANK15 1055.23 (-7.44)   |   Investor33 446.478 (-2.09)   |   ISSI 180.128 (-0.71)   |   JII 636.549 (-4.61)   |   JII70 222.134 (-1.32)   |   KOMPAS100 1238.45 (-7.28)   |   LQ45 966.883 (-3.74)   |   MBX 1689.51 (-8.25)   |   MNC36 329.297 (-2.07)   |   PEFINDO25 325.3 (-0.25)   |   SMInfra18 310.992 (2.08)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-2.14)   |  

Sebagian Besar Sungai di Pulau Jawa dalam Kondisi Kritis

Selasa, 20 Oktober 2020 | 19:56 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebagian besar sungai di Pulau Jawa kondisinya kritis dan sangat kritis. Dibutuhkan kepedulian yang tinggi dari semua pihak, termasuk dunia usaha dengan tidak membuang limbah tanpa diawali proses pengolahan ke sungai.

"Kita prihatin sungai menjadi tempat pembuangan sampah raksasa. Padahal air sungai yang ada di semua kota besar di Pulau Jawa dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)," ucap Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam dialog virtual saat mengunjungi 0 kilometer Ciliwung di Telaga Saat, Cisarua, Bogor, Selasa (20/10/2020).

Sangat disayangkan ketika PDAM harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memproses air sehingga air layak dikonsumsi, tetapi air yang diproduksi tidak layak minum.

Jika dihitung, kata Doni, jika ada 150 juta penduduk atau paling tidak setengahnya menghabiskan Rp 1.000 per hari untuk membeli air bersih, artinya ada sekitar Rp 150 miliar yang dikeluarkan untuk mendapatkan air bersih.

"Atau pun ketika setengahnya saja maka kita telah begitu banyak memboroskan biaya untuk air bersih," imbuhnya.

Doni mengingatkan, jika masyarakat bisa menjadi ekosistem sungai, air sungai akan berkualitas, bersih, dan bisa memenuhi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Terjaganya sungai dan lingkungan menjadi bekal yang berharga buat generasi yang akan datang.

Selain sungai yang kritis, ia juga menyayangkan kondisi mata air yang mulai punah. Saat menjadi Panglima Kodam Siliwangi, ia mendapat laporan di cekungan Bandung terjadi penurunan jumlah mata air sampai dengan 50% dari tahun 2000 sampai 2015.

Hal ini menunjukkan terjadinya perusakan yang luar biasa sehingga sumber mata air hilang dan punah.

"Jangan sampai kelak di kemudian hari kita yang hidup hari ini bukan lagi mendapatkan mata air tetapi air mata. Ini harus kita hindari," imbuhnya.

Baginya, sungai merupakan bagian dari peradaban. Kerajaan di wilayah nusantara juga menggunakan nama sungai sebagai nama kerajaan, seperti kerajaan Tarumanegara yang diambil dari nama Citarum.

Sebagai umat beragama dan insan Pancasila, masyarakat harus menjaga keseimbangan hidup antara beribadah dan menjaga alam dan hubungan antar manusia. Menjaga alam seperti menjaga sungai bisa memberi manfaat ganda. Selain mencegah bencana bisa menjadi sumber ekonomi baru masyarakat dengan hadirnya objek pariwisata berbasis sungai.

Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin yang menemani Doni mengunjugi Telaga Saat menyebut, wilayah Kabupaten Bogor merupakan daerah rawan longsor seperti Bogor barat, timur dan selatan. Untuk itu perlu ada penjagaan kawasan hulu sebagai bentuk mitigasi bencana.

"Jadi mitigasi ini tidak hanya mengandalkan BPBD atau pun lembaga yang resmi tapi masyarakat juga diminta turun tangan dalam mitigasi," paparnya.

Masyarakat diminta tidak mudah mengalih fungsikan hutan menjadi kebun yang merusak dan menebang pohon. Kerja sama perhutanan sosial dibuat agar masyarakat bisa menjaga hutan.

Pemeliharaan sungai di titik nol dilakukan. Bahkan sungai Cikeas dan Cileungsi, airnya dimanfaatkan PDAM.

"Ketika ada yang membuang limbah ke sungai kita tertibkan dan tindak tegas," kata Ade.

Menurutnya, bencana hadir karena kelalaian manusia dan beban alam yang semakin berat. Menjaga alam merupakan bentuk kesadaran untuk menjaga masa depan.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kejagung Tangkap Buronan Korupsi Pembangunan Bandara di Maluku Barat Daya

Penangkapan terjadi pada Selasa (20/10/2020) pukul 20.10 WIB di salah satu hotel di Pekanbaru, Riau.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

BNPB: Optimalkan Perilaku Masyarakat untuk Antisipasi Bencana

Jika masyarakat sudah mempersiapkan diri dan menjaga lingkungan dan membangun kesiapsiagaan, maka risiko korban jiwa bisa dikurangi ketika bencana datang.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Dirut TVRI Selesaikan Pengurusan Tunggakan Tunkin

Tunkin akan dibayarkan dengan berbagai persyaratan.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Kemag Siapkan Materi Khotbah Jumat Melalui Literasi Digital

Saat ini diperlukan materi khotbah jumat yang responsif dan relevan dengan perkembangan zaman.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Korlantas Polri Siapkan Pengamanan Libur Panjang

Sebanyak 160.916 personel aparat gabungan disiagakan untuk mengamankan libur panjang akhir Oktober.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

N4J dan YSKI Kembali Salurkan Bantuan Ratusan Paket Sembako

Bantuan sembako diberikan kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19 di pinggiran rel kereta api di Jalan Camar XV, Perumnas Mandala Medan.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Demo UU Cipta Kerja di Malang Berlangsung Kondusif

Aksi demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja yang digelar ratusan buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, berlangsung damai.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Ikuti Demo, Polisi Amankan Belasan Pelajar SMA di Malang

Polres Malang Kota mengamankan belasan siswa SMA yang hendak mengikuti aksi demonstrasi Undang-undang Cipta Kerja yang dilakukan buruh dan mahasiswa di Malang.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

3 Orang Provokator Perusak Fasum Saat Demo Ciptaker Diringkus

Ketiga tersangka berinisial MI, WH, dan FN diduga menyebarkan hasutan dan provokasi untuk melakukan kerusuhan dalam demonstrasi.

NASIONAL | 20 Oktober 2020

Kelompok Bersenjata Papua Tembaki Patroli TNI, Tiga Prajurit Terluka

Prajurit TNI yang diadang tersebut sedang dalam tugas patroli pengamanan di wilayahnya.

NASIONAL | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS