Tim Uji Klinis Sudah Kantongi Sampel Darah dari 832 Relawan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tim Uji Klinis Sudah Kantongi Sampel Darah dari 832 Relawan

Rabu, 21 Oktober 2020 | 19:07 WIB
Oleh : Adi Marsiela / LES

Bandung, Beritasatu.com - Juru bicara tim uji klinis fase tiga dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Rodman Tarigan menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan 530 sampel darah relawan vaksin Covid-19 produksi Sinovac Biotech. Tim peneliti memeriksa sampel darah itu guna mengetahui kemanjuran dari vaksin tersebut.

“Total relawan yang sudah masuk tahap V3 sebanyak 832 orang,” kata Ridman lewat pesan singkatnya, Rabu (21/10/2020).

Total relawan yang terjaring untuk mengikuti proses uji klinis pada enam pusat penelitian di Kota Bandung ini mencapai 1.816 orang. Namun yang lolos pemeriksaan awal dan bisa melanjutkan tahapan berikutnya hanya 1.732 orang.

Setiap relawan harus minimal lima kali mendatangi pusat penelitian selama proses uji klinis yang dijadwalkan berakhir pada Maret 2021 mendatang. Pada tahapan pertama atau V0, relawan akan menjalani swab test untuk pemeriksaan Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Jika tidak terpapar, relawan diminta datang ke tempat yang sama buat mengikuti penyuntikan pertama atau tahapan V1. Dua pekan berikutnya, mereka masuk tahap V2 atau penyuntikan kedua. Dengan rentang waktu yang sama, relawan bakal masuk tahap V3 atau pengambilan darah pertamanya untuk mengecek kemanjuran dari vaksin tersebut.

Proses pengambilan darah kedua kalinya diagendakan dalam rentang enam bulan pasca penyuntikan keduanya.

Hingga 21 Oktober 2020, Rodman memaparkan, total relawan yang sudah masuk tahap V1 sebanyak 1.620 orang atau sesuai dengan kebutuhan uji klinis. “Yang masuk V2 sebanyak 1.299 orang,” imbuh Rodman.

Tim peneliti menjadwalkan uji klinis ini bakal berakhir pada Maret 2021 mendatang. “Januari 2021 akan kita buat laporan dari yang 540 (sampel darah relawan) itu dan diserahkan ke Biofarma,” tambah Ketua Tim Uji Klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil..

Sinovac Biotech menunjuk PT Biofarma sebagai mitranya untuk memproduksi vaksin tersebut di Indonesia. Biofarma menunjuk Fakultas Kedokteran Unpad yang sudah bermitra dengannya dalam penelitian vaksin selama tiga dekade terakhir untuk uji klinis fase tiga di Kota Bandung.

Uji klinis fase satu dan dua berlangsung di Tiongkok. Kusnandi menjelaskan, hasil uji klinis menggunakan inactivated vaccine atau vaksin yang dimatikan di Tiongkok itu sebagai pegangannya menjalankan fase selanjutnya.

Keunggulangan pengembangan vaksin dengan metode ini adalah minimnya risiko tertular akibat penyuntikan. Dampaknya, penyuntikan vaksin harus dilakukan dua kali agar muncul antibody di tubuh penerimanya.

“Itu juga sudah jadi acuan di WHO, jadi kami lihat ke WHO yang mengeluarkan laporan dari Tiongkok,” terang Kusnandi.
Kusnandi berharap hasil uji klinis ini bisa mendapatkan efektivitas vaksin di atas 80%. Hal ini berkaitan dengan mutasi atau perubahan virus sejak awal ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada awal 2020 lalu.

Pengembangan vaksin oleh Sinovac yang berlangsung kurang dari satu tahun seharusnya bisa mengatasi virus tersebut. Indikatornya adalah efektivitas vaksin. “Makin sedikit perubahannya, (masa pakai vaksin) bisa makin panjang,” terang Kusnandi.
Selain menanti hasil uji klinis di Bandung, pemerintah juga mengupayakan pengembangan Vaksin Merah Putih yang dilakukan Lembaga Biologi dan Molekuler Eijkman serta mendatangkan vaksin dari luar negeri.

Hingga saat ini, Indonesia sudah mendapatkan komitmen dari empat kandidat vaksin, masing-masing produk Astrazaneca, Sinovac, Cansino dan Sinopharm dalam pembelian vaksin luar negeri.

“Setelah vaksin-vaksin itu disetujui WHO, maka vaksin itu akan diproduksi dan tiba di Indonesia secara bertahap,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (19/10/2020). Pemerintah juga menggandeng lembaga internasional yaitu CEPI dan Gavi Alliance untuk mendapat akses vaksin dalam kerangka kerja sama multilateral.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Video: Ribuan Burung Pipit Mati Mendadak Diduga Akibat Cuaca Ekstrem

Belum lama ini, masyarakat dihebohkan dengan matinya burung pipit yang berjatuhan di kawasan Gianyar Bali. Kejadian serupa terjadi di lingkungan Pemkot Cirebon.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Hari Santri, Kemenag Gelar Wayang Virtual Semar Bangun Pesantren

Gelaran ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi santri dan masyarakat umum dalam memperkuat harmoni antara agama dan budaya.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Terima Audiensi Apkasi, BPK Bahas Pengelolaan Keuangan Negara

BPK menekankan, tidak menjadi alasan bagi siapapun baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk melanggar ketentuan perundang-undangan.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

BMKG: Sejumlah Daerah di Indonesia Berpotensi Hujan Lebat

BMKG memprakirakan sejumlah daerah di Indonesia mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Jateng Terapkan Aplikasi “Mangan Mendoane Rini” Cegah Praktik Korupsi Obat di RS

Inovasi "Mangan Mendoane Rini" diterapkan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Banyumas, Purwokerto untuk menghilangkan praktik kolusi dan korupsi pengadaan obat.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Masuk PKPU, Perusahaan Pengembang Apartemen Gayanti

Pengadilan Niaga pada PN Jakpus telah menjatuhkan status PKPU terhadap perusahaan pengembang apartemen Gayanti, PT BPI.

NASIONAL | 20 Oktober 2021

Diseminasi Informasi Harus Berkontribusi pada Penguatan Demokrasi

Diseminasi informasi semestinya berkontribusi pada penguatan pondasi demokrasi

NASIONAL | 20 Oktober 2021


OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Mata Uang Asing

Lili tidak menjelaskan lebih jauh mengenai lokasi ditemukannya barang-barang itu.

NASIONAL | 19 Oktober 2021

Megawati Soekarnoputri Ingin Polisi Dicintai Rakyat

Megawati Soekarnoputri menginginkan agar polisi tetap dicintai rakyat. Seluruh anggota Polri diminta mengingat fungsi dan tanggung jawab sebagai abdi negara.

NASIONAL | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Ngeri, Hujan Es di Australia Ukurannya Lebih Besar dari Buah Jeruk

Ngeri, Hujan Es di Australia Ukurannya Lebih Besar dari Buah Jeruk

DUNIA | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings