Pemprov Jateng Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Pemprov Jateng Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi

Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:41 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mememastikan ketersediaan pupuk subsidi, khususnya untuk jenis Urea, akan mencukupi hingga Desember mendatang.

"Untuk jenis Urea khususnya, Insyallah sampai Desember cukup," kata Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Tri Susilardjo, Rabu (21/10/2020).

Menurut Tri, untuk jenis pupuk yang lain perlu ditopang dengan pupuk non-subsidi. Hal ini karena alokasi pupuk subsidi untuk provinsi Jawa Tengah memang di bawah kebutuhan petani.

"Alokasi awal untuk Provinsi Jawa Tengah itu hanya 42 persen dari kebutuhan petani berdasarkan e-RDKK," papar Tri.

Dijelaskan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah telah mengajukan tambahan alokasi ke Kementerian Pertanian. Mengingat kebutuhan di lapangan memang ada kekurangan.

Hasilnya, sebagian usulan tambahan itu disetujui oleh Kementan, meski tidak semuanya. Bahkan, sebagian justru dipenuhi melebihi permintaan

Untuk pupuk jenis Urea, Pemprov Jateng mengusulkan tambahan 119.828 ton, ternyata dipenuhi 164.962 ton atau 137 persen dari permintaan. Sedangkan untuk jenis SP-36 dari permintaan tambahan 75.030 ton hanya dipenuhi 26.403 ton atau 36 persen.

"Kemudian untuk jenis ZA dari diajukan usulan tambahan 70.047 ton, ternyata alokasinya hanya 33.084 ton atau 46,7 persen," lanjutnya.

Untuk mengatasi persoalan pupuk ini, Pemerintah mengupayakan berbagai cara agar petani tidak bingung mencari pupuk tiap musim tanam tiba. Salah satunya dengan mendorong penggunaan pupuk organik.

Untuk merealisasikannya, program bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) pun digelontorkan ke petani. Kemudian juga diikuti dengan pelatihan membuat pupuk organik.

Harapannya, para petani nantinya bisa memproduksi pupuk organik secara mandiri. Hal ini tentu akan mengurangi beban pupuk subsidi, sekaligus lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Selain itu, pendataan petani berdasarkan luasan garapan juga akan terus diperbarui. Mengingat ke depan pendistribusian pupuk akan menggunakan Kartu Tani agar alokasi pupuk subsidi lebih tepat sasaran.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian memastikan stok pupuk subsidi untuk menghadapi musim tanam kedua di tahun ini masih aman. Apalagi jaminan tersebut disampaikan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Kementerian Pertanian akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengupayakan agar pupuk subsidi tidak bermasalah.

“Kementerian Pertanian menyadari keberadaan pupuk sangat penting. Oleh karena itu, kita terus memantau ketersediaan pupuk. Agar kebutuhan petani mencukupi, khususnya kepada mereka yang memang berhak mendapatkan pupuk subsidi,” tutur menteri.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang Sidak Dermaga MCA Bojonegara

"Kalau pihak MCA tetap membandel, kami tak segan-segan untuk menutup Jetty MCA," tambah Sri Budi.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Presiden Resmikan Pabrik Gula dan Jembatan Teluk Kendari

Presiden langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bombana dengan helikopter Super Puma TNI AU.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Dinas LH Kabupaten Serang Sidak di Dermaga MCA Bojonegara

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang banyak menemukan kejanggalan.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Tradisi Mencuci Tangan, Kearifan Lokal yang Kembali Membudaya...

Tri Hastuti, warga RT 08 mengaku senang dengan kehadiran sarana cuci tangan gratis di kampungnya.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Panglima TNI Mutasi 47 Pati, Termasuk Kepala Bais

Letjen TNI Joni Supriyanto dari Kasum TNI menjadi Kabais.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Peringati Hari Santri, Menag: Santri Jadi Modal Masa Depan Bangsa

Hari Santri menjadi momentum, untuk meningkatkan pemberdayaan santri, agar pada masa depan, semangat santri sebagai pejuang bangsa terus menggema.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

PSBB Provinsi Banten Kembali Diperpanjang hingga 19 November

Gubernur Banten Wahidin Halim juga memberikan opsi perpanjangan PSBB dapat dilakukan kembali jika masih terdapat bukti penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Menag: Pesantren Rentan Penyebaran Covid-19, Tingkatkan Kewaspadaan

Pola interaksi dan komunikasi yang intens di dalam pesantren menjadi kebiasaan yang tidak menguntungkan.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Perbaikan Jalan Rusak Akibat Truk ODOL Habiskan Rp 43 T per Tahun

Pemerintah harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 43 triliun setiap tahunnya untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat banyaknya truk ODOL.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Antisipasi Klaster Perkantoran, Ribuan ASN di Kota Ternate Ikut Rapid Test

Selain perkantoran, rapid test juga digelar di ke kelurahan hingga sekolah.

NASIONAL | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS