Korupsi Proyek Waskita, KPK Periksa Eks Kadis PU DKI dan Manajer Jaya Konstruksi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Korupsi Proyek Waskita, KPK Periksa Eks Kadis PU DKI dan Manajer Jaya Konstruksi

Kamis, 22 Oktober 2020 | 11:18 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik menjadwalkan memeriksa mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) DKI Erry Basworo dan Manajer PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Made Sukaryawan, Kamis (22/10/2020). Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

"Keduanya diperiksa untuk tersangka YAS (Yuly Ariandi Siregar)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Belum diketahui secara pasti materi yang bakal didalami penyidik dalam pemeriksaan terhadap Erry Basworo dan Made Sukaryawan. Namun, pemeriksaan terhadap Erry Basworo dan Made Sukaryawan diduga terkait sejumlah proyek yang digarap Waskita di Jakarta. Dari sekitar 14 proyek yang digarap Waskita dan diduga terdapat pekerjaan subkontraktor fiktif, terdapat sejumlah proyek yang berada di Jakarta, seperti, proyek Banjir Kanal Timur (BKT) Paket 22; proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1; proyek fly over Tubagus Angke; proyek Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M (Paket Lapangan Mabak); dan proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi W 1.

Diketahui, KPK telah menjerat lima pejabat atau mantan pejabat PT Waskita Karya. Kelima tersangka itu, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani; Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman. Kemudian, Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman; serta Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

Saat kasus korupsi ini terjadi, Desi Arryani menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana selaku Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, sementara Fakih Usman sebagai Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Kasus dugaan korupsi ini bermula dari keputusan Desi Arryani pada 2009 atau saat menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk menyepakati pengambilan dana dari perusahaan BUMN tersebut melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II. Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana dan lingkup pekerjaannya.

Selanjutnya, kelima tersangka melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait dengan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut. Kemudian pada tahun 2011, Desi mendapatkan promosi menjadi Direktur Operasional PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Fathor Rachman juga dipromosikan menjadi Kepala Divisi III/Sipil/II menggantikan Desi. Atas permintaan dan sepengetahuan dari kelima tersangka, kegiatan pengambilan dana milik PT. Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut, dilanjutkan, dan baru berhenti pada tahun 2015.

Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran resmi PT Waskita Karya (Persero), seperti pembelian peralatan yang tidak tercatat sebagai aset perusahaan, pembelian valuta asing, pembayaran biaya operasional bagian pemasaran, pemberian fee kepada pemilik pekerjaan (bowheer) dan subkontraktor yang dipakai, pembayaran denda pajak perusahaan subkontraktor, serta penggunaan lain oleh pejabat dan staf Divisi III/Sipil/II.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV. Dwiyasa Tri Mandiri, PT. MER Engineering dan PT Aryana Sejahtera. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sekitar Rp 202 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Hari Santri Nasional, 15 Duta Ponpes Jateng Raih Penghargaan

Para duta pondok pesantren ini diharapkan bisa memberikan pembinaan bagi pondok pesantren di Jawa Tengah yang lain terkait penerapan protokol kesehatan.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Pemprov Jateng Jamin Ketersediaan Pupuk Subsidi

"Alokasi awal untuk Provinsi Jawa Tengah itu hanya 42 persen dari kebutuhan petani berdasarkan e-RDKK," papar Tri.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang Sidak Dermaga MCA Bojonegara

"Kalau pihak MCA tetap membandel, kami tak segan-segan untuk menutup Jetty MCA," tambah Sri Budi.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Presiden Resmikan Pabrik Gula dan Jembatan Teluk Kendari

Presiden langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bombana dengan helikopter Super Puma TNI AU.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Dinas LH Kabupaten Serang Sidak di Dermaga MCA Bojonegara

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang banyak menemukan kejanggalan.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Tradisi Mencuci Tangan, Kearifan Lokal yang Kembali Membudaya...

Tri Hastuti, warga RT 08 mengaku senang dengan kehadiran sarana cuci tangan gratis di kampungnya.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Panglima TNI Mutasi 47 Pati, Termasuk Kepala Bais

Letjen TNI Joni Supriyanto dari Kasum TNI menjadi Kabais.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Peringati Hari Santri, Menag: Santri Jadi Modal Masa Depan Bangsa

Hari Santri menjadi momentum, untuk meningkatkan pemberdayaan santri, agar pada masa depan, semangat santri sebagai pejuang bangsa terus menggema.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

PSBB Provinsi Banten Kembali Diperpanjang hingga 19 November

Gubernur Banten Wahidin Halim juga memberikan opsi perpanjangan PSBB dapat dilakukan kembali jika masih terdapat bukti penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Menag: Pesantren Rentan Penyebaran Covid-19, Tingkatkan Kewaspadaan

Pola interaksi dan komunikasi yang intens di dalam pesantren menjadi kebiasaan yang tidak menguntungkan.

NASIONAL | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS