Kasus Proyek Fiktif PT Waskita Karya, KPK Sudah Sita Rp 12 Miliar
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Kasus Proyek Fiktif PT Waskita Karya, KPK Sudah Sita Rp 12 Miliar

Kamis, 22 Oktober 2020 | 16:32 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang sebanyak Rp 12 miliar dan satu aset tanah terkait kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya. Tak hanya uang, KPK juga telah memblokir puluhan aset terkait kasus tersebut. Saat ini tim penyidik KPK sedang memverifikasi aset-aset tersebut.

"KPK telah melakukan penyitaan beberapa dokumen, uang dan aset sebagai berikut, uang lebih kurang Rp 12 miliar, satu aset tanah disita, serta puluhan aset telah diblokir dan saat ini sedang dilakukan verifikasi," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (22/10/2020).

Dalam penyidikan kasus ini, Ali mengatakan, tim penyidik KPK juga telah memeriksa sekitar 200 orang saksi. KPK memastikan akan terus mengusut dan menelusuri aliran dana dari kasus korupsi yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 202 miliar tersebut.

"Penyidik saat ini akan terus melengkapi berkas perkara dengan dugaan nilai kerugian negara Rp 202 miliar ini dengan fokus pada upaya asset recovery," katanya.

Diketahui, KPK telah menjerat lima pejabat atau mantan pejabat PT Waskita Karya. Kelima tersangka itu, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani; Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman. Kemudian, Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman; serta Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

Saat kasus korupsi ini terjadi, Desi Arryani menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana selaku Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, sementara Fakih Usman sebagai Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Kasus dugaan korupsi ini bermula dari keputusan Desi Arryani pada 2009 atau saat menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk menyepakati pengambilan dana dari perusahaan BUMN tersebut melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II.

Rapat Internal

Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana dan lingkup pekerjaannya. Selanjutnya, kelima tersangka melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait dengan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut. Kemudian pada tahun 2011, Desi mendapatkan promosi menjadi Direktur Operasional PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Fathor Rachman juga dipromosikan menjadi Kepala Divisi III/Sipil/II menggantikan Desi. Atas permintaan dan sepengetahuan dari kelima tersangka, kegiatan pengambilan dana milik PT Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut, dilanjutkan, dan baru berhenti pada tahun 2015.

Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran resmi PT Waskita Karya (Persero), seperti pembelian peralatan yang tidak tercatat sebagai aset perusahaan, pembelian valuta asing, pembayaran biaya operasional bagian pemasaran, pemberian fee kepada pemilik pekerjaan (bowheer) dan subkontraktor yang dipakai, pembayaran denda pajak perusahaan subkontraktor, serta penggunaan lain oleh pejabat dan staf Divisi III/Sipil/II.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV Dwiyasa Tri Mandiri, PT MER Engineering dan PT Aryana Sejahtera.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sekitar Rp 202 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Libur Panjang, Kawasan Wisata DIY Dijaga Ketat

Pengetatan pengamanan akan dimulai pada 28 Oktober 2020 di 64 lokasi wisata.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Pergerakan Kendaraan Diprediksi Melonjak 20% saat Libur Panjang Akhir Oktober

Menhub juga meminta, kepada operator transportasi untuk meningkatan frekuensi perjalanan untuk mencegah penumpukan penumpang di libur panjang akhir Oktober.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Libur Panjang, Satgas Covid-19 Sumut Ketatkan Pengawasan di Lokasi Wisata

Pengetatan pengawasan dilakukan untuk mencegah munculnya klaster baru.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Berkat Jembatan Teluk Kendari, Jarak Tempuh Jadi Berkurang

Masyarakat yang akan bepergian dari Kota Lama menuju Poasia dan sebaliknya, bisa menempuh dengan waktu 5 menit saja.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

KPK Tetapkan Dirut PT PAL Tersangka Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Budiman jadi tersangka dalam kapasitasnya sebagai Direktur Aerostructure PT DI, Direktur Aircraft Integration PT DI, dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Polri Belum Terima Laporan soal Pendeta Yeremia Diduga Ditembak Aparat

Mahfud MD mengatakan berdasar informasi dan fakta yang dikumpulkan di lapangan, menunjukkan dugaan keterlibatan aparat.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Besok, Petinggi KAMI Ahmad Yani Dipanggil Polisi

Yani dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi sebagai pengembangan dari kasus yang menjerat deklarator KAMI Anton Permana. Anton kini telah ditahan polisi.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Kalbe Dukung Pembangunan SDM Unggul Lewat Program Vokasi

Program vokasi Kalbe merupakan bentuk link and match dalam rangka mendukung program pemerintah.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Jokowi Minta Kepala Daerah Perkuat Data Informasi Pangan

Jokowi meminta gubernur, bupati dan wali kota agar betul-betul memperhatikan ketersediaan pangan di wilayah masing-masing.

NASIONAL | 22 Oktober 2020

Puan Maharani: Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Gotong Royong

Ketua DPR RI Puan Maharani berharap Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan.

NASIONAL | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS