KH Abu Choir: Santri Berperan Besar Menekan Penularan Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KH Abu Choir: Santri Berperan Besar Menekan Penularan Covid-19

Jumat, 23 Oktober 2020 | 11:18 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com – Santri sangat berperan besar dalam penanggulangan Covid-19. Untuk itu,pelibatan santri dalam program Jogo Tonggo di Jawa Tengah sangat diperlukan, untuk menekan penularan virus corona, baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat.

‘’Pelibatan santri sudah tepat, karena santri dapat menjadi agen perubahan untuk menekan penularan virus, baik di pondoknya maupun saat dia terjun di masyarakat,’’ demikian diungkapkan KH Abu Choir, Sekretaris Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jateng, Kamis (22/10/2020).

Dalam webinar bertajuk "Santri Sehat - Indonesia Sehat, Jogo Santri di Masa Pandemi Covid-19" yang digelar Yayasan Setara bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Diponegoro dan didukung UNICEF memperingati Hari Santri Nasional, Abu Choir menuturkan, peran santri terbukti dari munculnya gerakan kesadaran santri terhadap disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren di Jateng.

Buktinya, terpilihnya 15 ponpes di Jateng yang dinilai terbaik menerapkan protokol kesehatan, yakni Ponpes Maslakul Huda (Pati), Balekambang (Jepara), Tanbihul Ghofilin (Banjarnegara), Tahfidz Al Hamidiyah (Pati), Walindo Manba'ul (Pekalongan), Riyadhotut Thalabah (Rembang), Nida Al Quran (Temanggung), Sabilurrasyad (Kendal), Sunan Gunung Jati Kismantoro (Wonogiri), Al Uswah (Kota Semarang), Life Skill Daarun Najaah (Kota Semarang), Khozinatul Ulum 1 (Blora), PP MIBS (Kebumen), Al Falah Tejosari (Temanggung) dan PPTQ Darussalam (Jepara).

"Mereka menjadi duta pondok pesantren, yang diharapkan bisa secara bersama-sama menularkan atau bersosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan atau jogo santri ke seluruh pondok pesantren, terutama di Jawa Tengah," ujar Choir.

Menurut Choir, dalam menangani sebaran Covid-19 di pesantren, ponpes jangan hanya dijadikan objek belaka, tapi jadikan subjek.

"Kami hanya membutuhkan stimulasi. Ponpes merupakan lembaga pendidikan yang mandiri yang berbeda dengan lembaga pendidikan umum lainnya," tuturnya.

Pihaknya mengakui, sebenarnya jumlah paparan Covid-19 seperti gunung es karena pesantren cenderung tertutup.

"Ada ketakutan pesantren harus tutup jika ada kasus santri yang terpapar Covid. Sebenarnya pandemi ini adalah persoalan bersama, bukan hanya pesantren. Harus ada keterbukaan agar ada tindakan yang diperlukan," ujarnya.

Pesantren yang terpapar Covid-19 yang terdata di Pati ada satu, Wonogiri satu, Kebumen ada enam, Banyumas ada dua, Cilacap satu pesantren, dan di Kendal juga satu pesantren. Pondok pesantren yang terpapar itu terjadi tidak serempak bersamaan waktunya. Yang satu tertangani, muncul klaster di ponpes lain.

Ia juga mengingatkan pemerintah untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan melakukan swab massal di pesantren, tanpa mempersiapkan terlebih dahulu sarana dan prasarana pendukung. Termasuk memikirkan dampak sosial yang mungkin timbul.

"Sebab jika yang positif terpapar jumlahnya ribuan bagaimana? Juga nutrisinya, siapa yang menanggung makan dan vitamin? Jika sebuah pesantren diumumkan ada yang positif terpapar Covid, maka masyarakat akan menjauhi pesantren. Jadi, dalam hal ini bukan sekadar soal positif dan negatif soal Covid," tuturnya.

Abu Choir menegaskan bahwa untuk menangani kasus Covid-19 di pesantren pendekatannya memang harus berbeda dengan masyarakat umum.

"Semoga ada titik temu. Ada program Jogo Santri, Jogo Kyai. Dalam kasus santri terpapar Covid-19 di Banyumas, ternyata membutuhkan ruang isolasi yang banyak. Kami berharap semua terbuka. Pondok pesantren maupun pemerintah sama-sama terbuka. Semua tersenyum, maka akan terwujud pesantren yang sehat dan kuat di Jawa Tengah," kata Abu.

Berdasarkan data yang disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Senin lalu (19/10), tercatat ada 923 kasus Covid-19 dari klaster pondok pesantren di Jateng. Jumlah itu secara prosentase sebanyak 44,6 persen dari total keseluruhan paparan Covid. Dari jumlah itu 123 orang dirawat di ruang isolasi khusus, 446 karantina mandiri, 82 orang dirawat di rumah sakit, dan 272 sembuh.

Sementara itu, dokter Budi Laksono dari Satgas Covid-19 Jateng mengungkaplan, angka yang terpapar Covid-19 dan yang dinyatakan sembuh selalu berubah setiap harinya.

"Jika ada yang terpapar Covid, tidak usah bingung mencari dari mana asalnya. Kami para dokter pun juga tidak tahu. Yang terpenting adalah melakukan tracing, selama sepekan ia sudah berhubungan dengan siapa saja. Dengan cara itu kita bisa mencegah penyebaran Covid," katanya.

Budi Laksono melihat data santri yang terpapar Covid di pesantren itu seperti ‘’pemburu yang memburu ayam di kandang’’.

"Ia langsung bisa melihat banyak. Padahal di luar kandang (masyarakat umum) lebih banyak lagi. Jangan lupa paparan Covid di perkantoran di Jawa Tengah juga banyak. Bila dites massal kemungkinan bisa mencapai puluhan, bahkan bisa jadi hingga 50 persen perkantoran terpapar Covid," katanya.

Kasus pandemi penyakit flu Spanyol juga pernah terjadi pada 1920 silam di Indonesia. Dari data pemerintah Kolonial Belanda, sekitar 1.000.000 hingga 1.500.000 penduduk meninggal dunia kala itu.

Pada masa pandemi sekarang, penduduk yang terpapar Covid-19 setiap harinya meningkat 500 orang setiap hari. "Ini menjadi tantangan kita untuk berusaha mencegahnya bersama. Harus disadari, semua orang berpotensi terpapar virus ini," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tahun Depan, 150 Unit Bus BTS Akan Hadir di Surabaya

Sebanyak 150 unit bus dengan skema buy the service (BTS) akan hadir di Surabaya tahun depan.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Wagub Banten Ingatkan Pembagian Bantuan Jamsosratu Patuhi Protokol Kesehatan

Pemprov Banten akan memberikan kepada 50.000 penerima dengan masing-masing nilainya Rp 1,25 juta.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

DPRD Banten Tolak Usulan Raperda Protokol Kesehatan

Madsuri mengatakan pihaknya telah memberikan saran kepada Pemprov Banten agar dalam pembuatan naskah akademis melihat dari yang sudah ada.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Destinasi Heritage Wisata Candi Borobudur Terapkan Pembayaran Cashless

“Lebih aman dan mengurangi risiko penyebaran Covid-19,” kata Mardijono.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Dituntut Seumur Hidup, Benny Tjokro Klaim Jadi Korban Konspirasi

Benny mengaku sedih dan marah setelah mendengar Jaksa Penuntut menuntutnya dengan pidana seumur hidup.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Tim Kejagung Tangkap Buronan Narkotika di Apartemen Puri Casablanca

Elissa Gunawan terpidana empat tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Pendeta Albert Yoku: Gereja Harus Tetap Dukung Otsus

Gereja harus mengambil peran penting dalam pelaksanaan otsus Papua dan Papua Barat, termasuk dalam mengevaluasi pelaksanaannya.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Konservasi Air Lewat Pemanfaatan Limbah Plastik

Inovasi Danone-Aqua, IPB dan Plustik manfaatkan limbah plastik untuk bangun sumur resapan.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Pegadaian Dukung BNN Berantas Penyalahgunaan Narkoba

Pegadaian akan mendukung berbagai upaya BNN, mulai dari penyuluhan, sosialisasi hingga pemberdayaaan masyarakat.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Peruri Salurkan Bantuan Bina Lingkungan

Hingga Oktober 2020, bantuan yang telah disalurkan Peruri kepada tenaga medis, tim satuan tugas bencana nasional, ataupun masyarakat sebesar Rp 2,2 miliar.

NASIONAL | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS