Logo BeritaSatu

KH Abu Choir: Santri Berperan Besar Menekan Penularan Covid-19

Jumat, 23 Oktober 2020 | 11:18 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JEM

Semarang, Beritasatu.com – Santri sangat berperan besar dalam penanggulangan Covid-19. Untuk itu,pelibatan santri dalam program Jogo Tonggo di Jawa Tengah sangat diperlukan, untuk menekan penularan virus corona, baik di lingkungan pesantren maupun masyarakat.

‘’Pelibatan santri sudah tepat, karena santri dapat menjadi agen perubahan untuk menekan penularan virus, baik di pondoknya maupun saat dia terjun di masyarakat,’’ demikian diungkapkan KH Abu Choir, Sekretaris Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jateng, Kamis (22/10/2020).

Dalam webinar bertajuk "Santri Sehat - Indonesia Sehat, Jogo Santri di Masa Pandemi Covid-19" yang digelar Yayasan Setara bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Diponegoro dan didukung UNICEF memperingati Hari Santri Nasional, Abu Choir menuturkan, peran santri terbukti dari munculnya gerakan kesadaran santri terhadap disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pondok pesantren di Jateng.

Buktinya, terpilihnya 15 ponpes di Jateng yang dinilai terbaik menerapkan protokol kesehatan, yakni Ponpes Maslakul Huda (Pati), Balekambang (Jepara), Tanbihul Ghofilin (Banjarnegara), Tahfidz Al Hamidiyah (Pati), Walindo Manba'ul (Pekalongan), Riyadhotut Thalabah (Rembang), Nida Al Quran (Temanggung), Sabilurrasyad (Kendal), Sunan Gunung Jati Kismantoro (Wonogiri), Al Uswah (Kota Semarang), Life Skill Daarun Najaah (Kota Semarang), Khozinatul Ulum 1 (Blora), PP MIBS (Kebumen), Al Falah Tejosari (Temanggung) dan PPTQ Darussalam (Jepara).

"Mereka menjadi duta pondok pesantren, yang diharapkan bisa secara bersama-sama menularkan atau bersosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan atau jogo santri ke seluruh pondok pesantren, terutama di Jawa Tengah," ujar Choir.

Menurut Choir, dalam menangani sebaran Covid-19 di pesantren, ponpes jangan hanya dijadikan objek belaka, tapi jadikan subjek.

"Kami hanya membutuhkan stimulasi. Ponpes merupakan lembaga pendidikan yang mandiri yang berbeda dengan lembaga pendidikan umum lainnya," tuturnya.

Pihaknya mengakui, sebenarnya jumlah paparan Covid-19 seperti gunung es karena pesantren cenderung tertutup.

"Ada ketakutan pesantren harus tutup jika ada kasus santri yang terpapar Covid. Sebenarnya pandemi ini adalah persoalan bersama, bukan hanya pesantren. Harus ada keterbukaan agar ada tindakan yang diperlukan," ujarnya.

Pesantren yang terpapar Covid-19 yang terdata di Pati ada satu, Wonogiri satu, Kebumen ada enam, Banyumas ada dua, Cilacap satu pesantren, dan di Kendal juga satu pesantren. Pondok pesantren yang terpapar itu terjadi tidak serempak bersamaan waktunya. Yang satu tertangani, muncul klaster di ponpes lain.

Ia juga mengingatkan pemerintah untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan melakukan swab massal di pesantren, tanpa mempersiapkan terlebih dahulu sarana dan prasarana pendukung. Termasuk memikirkan dampak sosial yang mungkin timbul.

"Sebab jika yang positif terpapar jumlahnya ribuan bagaimana? Juga nutrisinya, siapa yang menanggung makan dan vitamin? Jika sebuah pesantren diumumkan ada yang positif terpapar Covid, maka masyarakat akan menjauhi pesantren. Jadi, dalam hal ini bukan sekadar soal positif dan negatif soal Covid," tuturnya.

Abu Choir menegaskan bahwa untuk menangani kasus Covid-19 di pesantren pendekatannya memang harus berbeda dengan masyarakat umum.

"Semoga ada titik temu. Ada program Jogo Santri, Jogo Kyai. Dalam kasus santri terpapar Covid-19 di Banyumas, ternyata membutuhkan ruang isolasi yang banyak. Kami berharap semua terbuka. Pondok pesantren maupun pemerintah sama-sama terbuka. Semua tersenyum, maka akan terwujud pesantren yang sehat dan kuat di Jawa Tengah," kata Abu.

Berdasarkan data yang disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Senin lalu (19/10), tercatat ada 923 kasus Covid-19 dari klaster pondok pesantren di Jateng. Jumlah itu secara prosentase sebanyak 44,6 persen dari total keseluruhan paparan Covid. Dari jumlah itu 123 orang dirawat di ruang isolasi khusus, 446 karantina mandiri, 82 orang dirawat di rumah sakit, dan 272 sembuh.

Sementara itu, dokter Budi Laksono dari Satgas Covid-19 Jateng mengungkaplan, angka yang terpapar Covid-19 dan yang dinyatakan sembuh selalu berubah setiap harinya.

"Jika ada yang terpapar Covid, tidak usah bingung mencari dari mana asalnya. Kami para dokter pun juga tidak tahu. Yang terpenting adalah melakukan tracing, selama sepekan ia sudah berhubungan dengan siapa saja. Dengan cara itu kita bisa mencegah penyebaran Covid," katanya.

Budi Laksono melihat data santri yang terpapar Covid di pesantren itu seperti ‘’pemburu yang memburu ayam di kandang’’.

"Ia langsung bisa melihat banyak. Padahal di luar kandang (masyarakat umum) lebih banyak lagi. Jangan lupa paparan Covid di perkantoran di Jawa Tengah juga banyak. Bila dites massal kemungkinan bisa mencapai puluhan, bahkan bisa jadi hingga 50 persen perkantoran terpapar Covid," katanya.

Kasus pandemi penyakit flu Spanyol juga pernah terjadi pada 1920 silam di Indonesia. Dari data pemerintah Kolonial Belanda, sekitar 1.000.000 hingga 1.500.000 penduduk meninggal dunia kala itu.

Pada masa pandemi sekarang, penduduk yang terpapar Covid-19 setiap harinya meningkat 500 orang setiap hari. "Ini menjadi tantangan kita untuk berusaha mencegahnya bersama. Harus disadari, semua orang berpotensi terpapar virus ini," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Deretan Wanita Kuat dan Berpengaruh Mulai Kuasai Eropa

Fenomena deretan nama wanita kuat dan berpengaruh mulai menguasai benua Eropa. pemimpin sayap kanan Italia Giorgia Meloni tampaknya akan bergabung.

NEWS | 29 September 2022

Kepala WTO Undur Jadwal Pembahasan Topik Sulit ke Awal 2024

Kepala Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala mengundurkan jadwal pembahasan topik sulit ke awal 2024

NEWS | 29 September 2022

Putin Prediksi Rusia Capai Rekor Panen 150 Juta Ton Gandum

Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia mengharapkan panen gandum rekor tertinggi pada 2022.

NEWS | 29 September 2022

Iriana Jokowi Dijadwalkan Menanam Pohon di Pulau Rinca

Iriana Jokowi melanjutkan kegiatan kunjungan kerjanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/9/2022), dengan menanam pohon di Pulau Rinca.

NEWS | 29 September 2022

Malaysia Akan Cabut Aturan Wajib Masker di Penerbangan

Malaysia akan mencabut aturan wajib masker di dalam penerbangan yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

NEWS | 29 September 2022

Satgas Covid-19: Kebijakan Wajib Masker Masih Berlaku

Satgas Covid-19 menyatakan, pemerintah belum berencana mencabut kebijakan wajib masker seperti yang dilakukan negara lain.

NEWS | 29 September 2022

Tiongkok Tolak Keras Perbandingan Ukraina dengan Taiwan

Tiongkok bereaksi terhadap perbandingan antara Ukraina dengan Taiwan. Hal itu ditegaskan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin.

NEWS | 29 September 2022

Kebanjiran Pengungsi Rusia, Latvia Nyatakan Negara Darurat

Latvia mengumumkan keadaan darurat di dekat perbatasannya dengan Rusia pada Rabu (28/9/2022) setelah kebanjiran pengungsi Rusia.

NEWS | 29 September 2022

TNI AU Selidiki Penemuan Granat Asap dan Peluru di Bekasi

TNI AU masih mendalami penemuan granat asap dan peluru yang ditemukan di sebuah rumah, di Pondokgede, Kota Bekasi, Selasa, 27 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan

BMKG DKI Jakarta menerangkan, potensi hujan disertai petir terjadi di wilayah Jaksel dan Jaktim pada sore hingga menjelang malam hari.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kepala WTO Undur Jadwal Pembahasan Topik Sulit ke Awal 2024

Kepala WTO Undur Jadwal Pembahasan Topik Sulit ke Awal 2024

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings