Libur Panjang, Pemprov DIY Wajibkan Wisatawan Akses Jogja Pass
Logo BeritaSatu

Libur Panjang, Pemprov DIY Wajibkan Wisatawan Akses Jogja Pass

Jumat, 23 Oktober 2020 | 18:31 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / FER

Yogayakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak melarang wisatawan luar daerah untuk berlibur dan berwisata di wilayahnya. Namun, setiap wisatawan diwajibkan mengakses aplikasi Jogja Pass.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rony Primanto Hari mengatakan, wisatawan yang datang dari luar daerah Yogyakarta harus mengunduh aplikasi Jogja Pass sebagai tanda pengenal digital.
Aplikasi tersebut, buatan Pemda DIY yang bertujuan untuk mempermudah tracing dan tracking bila terjadi penularan baru.

"Wisatawan harus mengisi data diri sesuai dengan kartu tanda penduduk (KTP). Nantinya, data ini yang dipakai untuk proses tracing dan tracking bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," ujar Rony di Yogyakarta, Jumat (23/10/2020).

Dikatakan, Jogja Pass diterapkan pada seluruh lokasi obyek wisata di DIY. "Jadi, tidak ada alasan untuk mengabaikan hal ini. Terhitung dari April 2020 sudah sebanyak 60.000 pengguna yang mengunduh aplikasi tersebut,” katanya.

Rony mengungkapkan, jika wisatawan rombongan yang datang melalui biro perjalanan wajib membawa surat keterangan non reaktif rapid test, maka hal itu sulit diterapkan kepada wisatawan pribadi. Karena itu, dalam kondisi pandemi corona, semua pihak termasuk masyarakat, wisatawan dan pengelola tempat wisata harus berpartipasi untuk mencegah penularan.

"Apalagi banyak ditemukan kasus orang tanpa gejala. Meski suhu tubuh normal, tidak menjamin yang bersangkutan tidak membawa virus. Karena itu penerapan protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat. Tanpa itu, wabah akan sulit diatasi. Tetapi Pemda DIY juga tidak bisa membatasi pengunjung,” ujarnya.

Terlebih, kata Rony, wisatawan yang datang tentunya tidak hanya merupakan warga DIY. "Karena itu, dengan aplikasi Jogja Pass maka proses tracing akan menjadi lebih mudah dilakukan," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Yulia Diduga Dihabisi karena Utang Bisnis Ayam

Warga Kampung Gambuhan, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon Solo, itu ditemukan dalam kondisi tewas di dalam jok mobil bagian belakang pada Selasa.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Diberhentikan Sebagai Dirjen P2P, Achmad Yurianto Kini Jabat Staf Ahli Menkes

Kini Yurianto menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Elissa Gunawan, Buron Kasus Narkoba 10 Tahun Lalu, Dibekuk Kejagung.

Divonis MA empat tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Kemdes PDTT dan Kemnaker Bangun 1.000 Sarana Sanitasi di Desa

Kemdes PDTT dan Kemnaker bekerja sama untuk untuk membangun 1.000 fasilitas sanitasi berupa sarana air bersih dan MCK (mandi, cuci, kakus) di desa-desa.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

KPK Tahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman Terkait Kasus Suap DAK

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman ditahan di Rutan Gedung ACLC KPK untuk 20 hari ke depan.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Pemerintah Kucurkan Dana Hibah Rp 3,3 Triliun untuk Sektor Pariwisata

Pemerintah mengucurkan dana hibah senilai Rp 3,3 triliun untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Rawan Banjir dan Longsor, BPBD Sigi Minta Warga Tetap Waspada

Tingginya curah hujan telah menyebabkan sebuah jembatan di Kecamatan Palolo yang menghubungkan Kota Palu dan Napu, Kabupaten Poso terputus diterjang banjir.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Tukang, Direktur, dan Jaksa Jadi Tersangka Kebakaran Kejagung

Sumber api diduga dari puntung rokok tukang yang memasang karpet dan wallpaper.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Jokowi Minta Fakultas Kehutanan UGM Kembangkan Inovasi di Era Disrupsi

Salah satu solusi adalah pemanfaatan teknologi digital dengan mengembangkan "precision forestry".

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Kebakaran Kejagung karena Kelalaian, Polri Tetapkan 8 Tersangka

Tersangka dijerat Pasal 188 KUHP junto 55 dan 56 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

NASIONAL | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS