Napi di Lapas Tanjung Gusta Medan Meninggal Akibat Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Napi di Lapas Tanjung Gusta Medan Meninggal Akibat Covid-19

Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:27 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan menggencarkan penyemprotan cairan disinfektan dan pembagian Vitamin C untuk dikonsumsi warga binaan di lapas tersebut. Hal itu dilakukan pascameninggalnya Tamin Sukardi, seorang narapidana (napi) yang terlibat kasus penjualan aset negara dan suap hakim, karena terpapar Covid-19, pada Sabtu (24/10/2020).

Kepala Lapas Tanjunggusta Medan, Frans Elias Nico mengatakan, napi Tamin Sukardi yang dikenal sebagai konglomerat asal Medan, tidak meninggal dunia di Lapas Tanjung Gusta Medan. Pengusaha terkenal ini disebutkan meninggal dunia di rumah sakit khusus penanganan Covid-19 di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Pak Tamin Sukardi itu mulai menjalani perawatan di rumah sakit sekitar 3 Oktober kemarin. Sudah sekitar 22 hari tidak berada di lapas. Artinya, masa isolasi sesuai prosedur kan 14 hari, dan belum mempengaruhi situasi lapas, khususnya bagi warga binaan lain di dalam lapas ini," ujar Frans Elias, Minggu (25/19/2020).

Frans Elias belum mengetahui lokasi Tamin Sukardi terpapar virus corona. Pasalnya, saat dibawa keluar dari lapas, Tamin Sukardi dalam kondisi sakit. Meski demikian, Lapas Tanjung Gusta tetap mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 tersebut. Keselamatan warga binaan di lapas itu tetap diprioritaskan petugas lapas. Jumlah napi di lapas itu mencapai ribuan orang.

"Setiap harinya, petugas kita melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Penyemprotan di seluruh blok tahanan. Selain itu, petugas kita juga membagi - bagikan vitamin C, termasuk memberikan makanan bergizi terhadap warga binaan. Kita juga gencar sosialisasi protokol kesehatan di dalam lapas," jelasnya.

Ditambahkan, penerapan protokol kesehatan terhadap para napi ini dibarengi dengan pembagian masker. Petugas mengarahkan napi supaya terus menggunakan masker, mencuci tangan di wadah yang disediakan, menjaga jarak (3M) dan menghindari kerumunan. Petugas lapas pun terus mengawasi warga binaan untuk penerapan protokol kesehatan itu.

"Sampai sejauh ini, belum ada kendala yang sedang dihadapi petugas dalam mengantisipasi penyebaran virus corona di dalam lapas. Bahkan, pemeriksaan suhu tubuh terhadap warga binaan juga setiap hari dilakukan. Pemeriksaan suhu tubuh juga diberlakukan terhadap pengantar makanan untuk para napi," sebutnya.

Seperti diketahui, pengusaha Tamin Sukardi bersama 4 hakim dan 2 petugas panitera terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada akhir bulan Agustus 2018 lalu. Mereka langsung dibawa ke Jakarta dengan penerbangan melalui Bandara Kualanamu. Seluruh barang bukti berikut berkas dalam kasus yang ditangani, juga turut dibawa.

Mereka yang diboyong itu meliputi, empat hakim yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) adalah Ketua PN Medan, Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan Prasetyo Wibowo, dan dua hakim yakni, Sontan Marauke dan Merry Purba.Selain itu, dua panitera yang turut diamankan adalah Oloan Sirait dan Elfanti.

Sehari sebelum diamankan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), konglomerat Tamin Sukardi divonis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan selama enam tahun penjara. Pengusaha berusia 74 tahun itu dinilai hakim terbukti melakukan tindak pidana korupsi karena menjual tanah 106 hektar yang belum dihapus dari daftar aset negara.

Hakim yang menyidangkan perkara itu adalah Marsudin Nainggolan (Ketua PN) dan Wakil Ketua Prasetyo Wibowo dan Merry Purba. Putusan pengadilan itu lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan jaksa.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Salman meminta agar Tamin dihukum 10 tahun penjara dan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 132.468.197.742 miliar, sedangkan lahan 74 hektare di Pasar IV Desa Helvetia, dituntut untuk dirampas oleh negara. Setelah mendengar putusan pengadilan, pihak Tamin Sukardi menyatakan akan menempuh upaya banding.

Tamin Sukardi menjual lahan eks PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II yang berada di kawasan Helvetia, perbatasan antara Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Lahan itu dijual kepada PT Agung Cemara Reality sebesar Rp 132 miliar. Tamin juga didenda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan dan diwajibkan mengembalikan uang penjualan tanah, yang dianggap masih masuk dalam aset negara tersebut.

Saat itu, Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo menyatakan terdakwa Tamin Sukardi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sesuai dakwaan primer. Tamin Sukardi divonis hukuman penjara selama 6 tahun. Bahkan, jika uang pengganti tidak dibayar dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita dan dilelang.

Pengadilan juga memutuskan, bila hasil lelang tidak mencukupi untuk membayar kerugian negara, maka dia harus menjalani pidana penjara selama 2 tahun. Kendati dinyatakan bersalah, hak penguasaan lahan yang dijual Tamin tidak disita negara. Tanah seluas 20 hektare dan 32 hektare di Pasar IV Helvetia, Labuhan Deli, Deli Serdang (bagian dari 126 hektare yang awalnya dikuasai PT Erni Putra Terari, yang digunakan Tamin untuk menjual 106 hektare lahan ke PT Agung Cemara Reality.

Sementara itu, hak penguasaan 74 hektare di Pasar IV Desa Helvetia, yang juga bagian dari 126 hektare yang awalnya dikuasai PT Erni Putra Terari kemudian dialihkan ke PT Agung Cemara Reality tetap dalam penguasaan PT Agung Cemara Realty sebesar Rp 236.250.000.000.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Program Prioritas Fatayat NU Kota Tangerang

Pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi salah satu fokus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Tangerang.

NASIONAL | 19 September 2021

3 Penumpang Mobil Tenggelam di Sungai Konaweha Ditemukan Meninggal

Tiga penumpang terjebak dalam mobil yang tenggelam di Sungai Konaweha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia

NASIONAL | 19 September 2021

Pameran Rempah Terbesar Dunia Siap Digelar di Danau Toba

Dewan Rempah Indonesia akan menggelar acara pertemuan bisnis dan pameran rempah terbesar di Indonesia, bahkan di dunia saat ini di kawasan Danau Toba.

NASIONAL | 19 September 2021

OKP: PON dan Otsus Dorong Pembangunan SDM Papua

PON serta implementasi Otonomi Khusus (Otsus) yang lebih mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Papua.

NASIONAL | 19 September 2021

Pemkot Surabaya Ajukan Pengurangan Anggaran Belanja Lewat APBD Perubahan

Pemkot Surabaya mengajukan pengurangan anggaran belanja melalui APBD Perubahan 2021 menyusul anggaran belanja tak terduga selama pandemi Covid-19 naik 100%.

NASIONAL | 19 September 2021

Adu Kekayaan 2 Calon Panglima TNI

Terdapat dua calon Panglima TNI yang mencuat, yakni Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kasal Laksamana Yudo Margono. Berapa kekayaan harta mereka?

NASIONAL | 19 September 2021

LPSK Buka Pintu Perlindungan pada M Kece yang Diduga Dianiaya Irjen Napoleon

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyarankan M. Kece yang diduga dianiaya Irjen Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim untuk meminta perlindungan.

NASIONAL | 19 September 2021

Erick Thohir Ingin Jembrana Jadi Lumbung Pangan Bali

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir menginginkan Kabupaten Jembrana menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Bali.

NASIONAL | 19 September 2021

Ali Kalora Tewas, Sahroni Ingin Mujahidin Indonesia Timur Dibasmi hingga ke Akarnya

Ahmad Sahroni menginginkan agar kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dibasmi hingga ke akarnya, usai tewasnya Ali Kalora.

NASIONAL | 19 September 2021

Ketua MPR: Tumpas KKB di Papua, Saatnya Turunkan Pasukan Terbaik

Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan bahwa sudah waktunya negara menindak tegas KKB di Papua dengan menurunkan pasukan terbaik

NASIONAL | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
9 Nakes Korban Kekerasan KKB Jalani Pemulihan Trauma

9 Nakes Korban Kekerasan KKB Jalani Pemulihan Trauma

NASIONAL | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings