Buntut Komodo Halang Truk, KLHK Didesak Lindungi TNK Komodo
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Buntut Komodo Halang Truk, KLHK Didesak Lindungi TNK Komodo

Minggu, 25 Oktober 2020 | 17:42 WIB
Oleh : Alexander Madji / AMA

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IV DPR Yohanis Fransiskus Lema atau yang akrab disapa Ansy Lema mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) betul-betul menjadi pertahanan terakhir melindungi Taman Nasional Komodo (TNK) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Hal itu penting agar Komodo, satwa endemik, dan beragam vegetasi baik darat maupun laut di kawasan tersebut tetap terjaga.

“Foto tersebut mengirim pesan simbolik bahwa Komodo tidak nyaman dengan model pembangunan Jurassic Park di TNK. Karena pembangunan tersebut melibatkan truk dan alat berat yang memasuki kawasan konservasi TNK. Komodo terusik dengan pembangunan massif berbasis teknologi, karena mengganggu ekosistem lingkungan di TNK” ujar Ansy Lema dalam pernyataan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Minggu (25/10/2020).

Ia menanggapi sebuah foto yang beredar luas terkait pembangunan di kawasan TNK. Dalam foto tersebut, seekor Komodo menghalangi truk pembawa muatan untuk pembangunan model Jurassic Park yang kini dilakukan Kementerian PUPR di Pulau Rinca.

Ansy mendesak, KLHK untuk memahami dan menjalan perannya bukan sebagai pemberi izin, tetapi penjaga konservasi TNK. KLHK harus mengawal agar regulasi dan kebijakan terkait TNK tidak bertentangan dengan spirit konservasi. KLHK memastikan agar betonisasi yang sedang dilakukan melalui pembangunan infrastruktur Geopark tidak mengganggu citra pariwisata berbasis alam sebagai jualan utama pariwisata Labuan Bajo.

“KLHK harus memahami perannya bukan sebagai pemberi izin pembangunan, tetapi harus memastikan-mengawal agar konservasi TNK dan kelangsungan Komodo tidak terancam oleh pembangunan infrastruktur. Jika pembangunan dan penataan TNK telah salah arah, KLHK harus berani menyampaikan kepada pemerintah untuk membatalkan atau mengembalikannya kepada spirit konservasi,” tegas Ansy.

Foto tersebut, kata dia, juga dapat menjadi pengingat bahwa proses pembangunan dan pengelolaan TNK harus berdasarkan prinsip konservasi, yakni mengutamakan konservasi Komodo dan beragam vegetasi darat dan laut. Ini secara konsisten dipegang teguh dalam proses pembangunan dan pengelolaan di TNK saat ini.

“Tujuan dan motivasi mulia dari sebuah pembangunan juga tercermin dari prosesnya. Begitupun di TNK. Fakta saat ini menunjukkan sebaliknya. Yang kita lihat, proses pembangunan TNK tampak mulai meninggalkan semangat konservasi tersebut. Kita harus tetap sepakat bahwa kelangsungan hidup Komodo dan ekosistem di dalamnya adalah prioritas utama. Jangan sampai pembangunan TNK menjadi pintu masuk bagi kepunahan Komodo karena lingkungannya diganggu,” tegas Ansy.

Ketika bertemu masyarakat lokal Komodo baru-baru ini, Ansy mengaku mendengar cerita tentang mata rantai ekosistem antara Komodo, manusia, berbagai satwa dan vegetasi alam dan laut di TNK. Berbagai penelitian ahli turut mengonfirmasi cerita tersebut. Masyarakat meyakini, kunci binatang purba itu bertahan selama empat juta tahun lalu karena jalinan rantai ekosistem alami tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polda Jateng: Patuhi Protokol Kesehatan Saat Libur Panjang

Sesuai koordinasi antarinstansi akan dilakukan rapid test secara random.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Pilwakot Solo, Bagyo-Suparjo Jemput Bola ke Warga Terapkan 3 M

Dengan kampanye tersebut, FX Suparjo meyakini bahwa dalam pemilihan nanti ia akan meraup dukungan.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Tiga Dusun di Ciparay Kabupaten Bandung Terendam Banjir

Ketiga dusun yang terdampak banjir ialah Dusun Cinangka, Dusun Cikopo dan Dusun Karasak.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Membelot, Lima Kader PDIP Jateng Dipecat

Lima kader PDIP yang dipecat tersebut berasal dari Kabupaten Semarang, Blora, Demak, dan Klaten.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Keluarga Minta Jasad Cai Changpan Dikembalikan ke Tiongkok

Hingga kini belum ada pihak keluarga yang mendatangi RS Polri untuk melihat jasad narapidana itu.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Gus Nur Resmi Dijebloskan ke Tahanan Bareskrim

Gus Nur ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan untuk memudahkan proses pemeriksaan.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Kembangkan Sepeda Listrik, Gubernur NTB Teken MoU dengan PLN

Program Pemprov NTB mengembangkan dan memproduksi kendaraan listrik merupakan langkah strategis untuk masa depan.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Sepanjang Tahun 2020, 113 Oknum Polri Dipecat

Pemecatan sebagai bentuk komitmen Korps Bhayangkara dalam menindak tegas jajarannya yang melanggar hukum, apalagi terkait narkoba.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Gubernur Herman Deru Hentikan Semua Penambangan Ilegal di Sumsel

Terjadi longsor di lokasi penambangan batu bara ilegal yang menewaskan 11 penambang.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Bupati Rejang Lebong Minta Pengurus Rumah Ibadah Terapkan 3M

Protokol kesehatan untuk mencegah munculnya klaster di rumah ibadah.

NASIONAL | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS