Logo BeritaSatu

Menko PMK Minta Patriotisme Pemuda Harus Terus Ditingkatkan

Minggu, 25 Oktober 2020 | 20:37 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, setelah Proklamasi Kemerdekan, pemuda tetap memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa.

“Sebagai generasi penerus bangsa, maka pengetahuan, keterampilan, karakter, dan patriotisme di kalangan muda perlu terus dikembangkan,” kata Muhadjir dalam sambutan yang disampaikan secara daring yang bacakan oleh Staf Menko PMK, Ravik Karsidi pada acara Simposium 92 Tokoh Pemuda di Tengah Pandemi, di Djakarta Theater, Minggu (25/10/2020).

Simposium yang diadakan oleh Merial Institute ini bertemakan "Festival Bonus Demografi Pandemi dan Momentum Terakhir".

Muhadjir menuturkan, berdasarkan UU) Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, jumlah pemuda yang berusia 16-30 tahun dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, sebanyak 64,19 juta jiwa atau 24,02% dari penduduk Indonesia. Artinya, satu dari empat orang Indonesia adalah pemuda.

Untuk itu keberhasilan pembangunan pemuda, menjadi salah satu kunci sukses dalam memanfaatkan bonus demografi yang dialami Indonesia.

Sejak tahun 2010 Indonesia sudah dianugerahi dengan bonus demografi. Oleh karena itu, saat ini Indonesia mempunyai angkatan kerja hampir 68% dari jumlah penduduk, dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2030, di mana angkatan kerja Indonesia mencapai 71%,.

Muhadjir menyebutkan, tidak semua negara dianugerahi bonus demografi. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok yang saat ini tergolong negara maju, pernah mendapatkan bonus demografi dan mampu memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, apabila Indonesia tidak memanfaatkan peluang bonus demografi, maka hal tersebut akan menjadi permasalahan yang akan hadapi bersama.

Selanjutnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan, isu kepemudaan dalam RPJMN 2020-2024 masuk ke dalam agenda pembangunan meningkatkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, dan agenda pembangunan revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

Dalam hal ini, salah satu alat ukur untuk menilai kemajuan pembangunan pemuda di Indonesia, telah ditetapkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Penilaian IPP berdasarkan 15 indikator yang masing-masing dikelompokkan ke dalam lima domain, yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi.

Muhadjir menyebutkan, capaian IPP 2018, Indonesia masih sangat rendah. Bahkan Youth Development Index (YDI) ASEAN yang diukur berdasarkan 4 domain dan 18 indikator, yaitu education, health and well-being, employment and opportunity, dan participation and engagement, misalnya pada 2017 Indonesia hanya menduduki peringkat ke-7 dengan skor YDI 53,3.

“Kita hanya lebih baik dari negara Thailand, Kamboja, dan Laos. Dalam Global Youth Development Index tahun 2016, Indonesia pernah menempati peringkat ke-139 dari 183 negara dengan nilai YDI sebesar 52,7. Bahkan capaian Indonesia di tingkat global ini masih kalah dibandingkan negara Myanmar dan Laos,” ujar Muhadjir.

Berdasarkan capaian indeks pembangunan pemuda tersebut, Muhadjir mengajak semua pemangku kepentingan berkolaborasi dan bersinergi satu sama lainnya dalam penyelenggaraan layanan kepemudaan. Selain itu, kolaborasi tersebut bukan hanya untuk meningkatkan nilai IPP, tetapi juga untuk menyelesaikan segala permasalahan pemuda lainnya.

Di antaranya, pertama, terkait rendahnya keterlibatan dan partisipasi pemuda berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional (Susenas) oleh BPS 2018. Survei tersebut menunjukkan hasil bahwa hanya 6,7% pemuda yang memberikan pendapat dalam setiap pertemuan kemasyarakatan, dan hanya 6,4% pemuda yang aktif dalam organisasi.

Kedua, perilaku destruktif pemuda yang berdasarkan hasil Susenas 2019 menemukan bahwa 25,99% pemuda merokok. “Berdasarkan hasil penelitian, dari merokok inilah asal muasal penyalahgunaan narkoba. Pada tahun 2017, BNN menemukan bahwa jumlah penyalahguna narkoba usia kurang dari 30 tahun lebih tinggi dari usia lebih dari 30 tahun, dengan prevalensi 3,0% berbanding 2,8%,” ucapnya.

Ketiga, jika pemuda sudah memakai narkoba, kecenderungan selanjutnya melakukan seks bebas. Pada 2018 Kemkes melaporkan bahwa 63,8% infeksi HIV/ AIDS terjadi pada rentang usia 15-19 tahun, dan sekitar 56,5% terjadi pada pemuda dengan rentang usia 20-24 tahun. Akibat seks bebas, maka terjadilah pernikahan usia dini karena didapati sudah hamil duluan.

Keempat, tingkat pengangguran terbuka (TPT), menurut BPS 2019, TPT pemuda Indonesia sebesar 13,03%, atau 3 dari 4 pengangguran di Indonesia adalah pemuda.

“Oleh karena itu, maka, perlu kolaborasi antara para pemangku kepentingan untuk menyelesaikannya. Kemko PMK melaksanakan fungsi KSP (koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian,red) bidang kepemudaan agar pelaksanaan pelayanan kepemudaan dari kementerian/lembaga terkait dapat bersinergi, tidak tumpang tindih, dan manfaatnya bisa sampai pada masyarakat dan tepat sasaran,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pelaku Pungli terhadap Soleh Solihun Sudah Dipecat

Samsat Jakarta Selatan menghentikan pelaku pungli yang dialami oleh komika Soleh Solihun saat melakukan cek fisik kendaraan.

NEWS | 28 September 2022

Komedian Soleh Solihun Ungkap Ada Pungli di Samsat Jaksel

Komedian Soleh Solihun mengungkap ada praktik pungutan liar di Samsat Polres Metro Jakarta Selatan ketika sedang mengurus perpanjangan STNK.

NEWS | 28 September 2022

Presiden Jokowi Serahkan Bansos di Kantor Pos Jailolo

Saat mengunjungi Kantor Pos Jailolo, Presiden Jokowi menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi para penerima manfaat.

NEWS | 28 September 2022

TECH Dukung Menteri Nadiem Wujudkan Digitalisasi Pendidikan

IndoSterling Technomedia (TECH) melalui aplikasi Edufecta siap mendukung Menteri Nadiem mewujudkan digitalisasi pendidikan tingkat dasar dan menengah.

NEWS | 28 September 2022

Tiba di Halmahera Barat, Jokowi Sapa Warga

Dari Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Rabu (28/9/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Halmahera Barat.

NEWS | 28 September 2022

Krisis Energi, Jerman Batal Tutup Pembangkit Listrik Nuklir

Krisis energi akan memaksa Jerman untuk membatalkan rencana penutupan pembangkit listrik nuklir.

NEWS | 28 September 2022

Bareskrim Usut Dugaan Penipuan Mark AI, Kerugian Rp 25 Miliar.

Bareskrim mengusut kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) robot trading Mark AI

NEWS | 28 September 2022

Bela Putri Candrawathi, Febri Diansyah Tegaskan Objektif

Eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah bakal bersikap objektif dalam menjalankan tugas sebagai kuasa hukum Putri.

NEWS | 28 September 2022

2 Eks KPK Perkuat Tim Pengacara Sambo dan Putri Candrawathi

Dua eks pegawai KPK, yakni Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang, memperkuat tim pengacara Sambo dan Putri Candrawathi.

NEWS | 28 September 2022

Pakar Dukung Jokowi Lakukan Reformasi Hukum di Indonesia

Penegasan Presiden Jokowi mengenai perlu adanya reformasi hukum di Indonesia disambut baik oleh pakar hukum pidana.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kolaborasi Tya Ariestya dan BNB Kenalkan Brand <em>Fashion</em>

Kolaborasi Tya Ariestya dan BNB Kenalkan Brand Fashion

LIFESTYLE | 26 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings