PJJ Berdampak Negatif bagi Psikis dan Kehidupan Sosial Anak
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PJJ Berdampak Negatif bagi Psikis dan Kehidupan Sosial Anak

Minggu, 25 Oktober 2020 | 21:37 WIB
Oleh : Diana Fitri Anisa / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 sudah menjalani bulan kedelapan. Situasi ini berdampak pada beberapa kebijakan termasuk pada pola pembelajaran yang berubah dari Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi daring. Dengan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini, terdapat beberapa masalah yang muncul. Mulai dari kuota internet yang memberatkan orang tua murid, hingga rentan terganggunya psikologis orang tua maupun siswa.

Psikolog Anak dan Remaja, Novita Tandry mengatakan, kondisi psikologis orang tua di rumah sangat memengaruhi diri anak yang sedang melakukan adaptasi di masa pandemi ini. Jika orang tua tidak mampu berdamai dengan situasi sulit ini dan selalu menunjukkan tindakan serta emosi yang tidak stabil di depan anak, maka anak-anak pun akan mengalami hal serupa.

Lambat laun, kondisi ini membuat anak-anak sulit menangkap materi pelajaran yang diberikan guru dan merasa tertekan selama berada di rumah. Seperti yang terlihat dalam video viral beberapa waktu lalu, seorang ibu menahan geram saat mengajari anaknya menghapal Pancasila.

“Mungkin bagi orang yang menontonnya hal itu sebagai bahan candaan yang lucu. Namun sesungguhnya ini adalah cambukan untuk orang tua yang selama ini menyerahkan tanggung jawab ke sekolah dan guru. Orang tua hanya jadi pengontrol, tetapi tidak pernah hadir. Padahal sesungguhnya, setiap rumah adalah sekolah bagi anak, dan setiap orang tua adalah pendidik, guru pertama bagi anak,” jelasnya saat dihubungi Beritasatu.com melalui saluran telepon, Minggu (25/10/2020).

Solusinya, agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara fisik dan psikis dengan baik di masa pandemi ini, diharapkan orang tua dapat lebih bersabar dan juga berdamai dengan situasi. Jangan sampai, persoalan berlarut terlebih saat anak menemukan teman baru di rumah yaitu, gawai.

Menurutnya, dalam satu genggaman gawai di era digital saat ini, anak-anak dapat berbagai kemudahan yang berlimpah dalam mengakses pengetahuan, informasi, dan hiburan, kapan pun dan di mana pun, tanpa ada batasan waktu. Namun, di samping segala kemudahan dan dampak positif tersebut, hal ini juga memberikan dampak negatif bagi anak, baik dari aspek psikologi maupun kesehatan.

“Saat anak kecanduan gawai, semua aspek tumbuh kembang tidak bisa dicapai secara optimal. Anak lebih tumbuh dan berkembang satu arah. Hal yang lebih parah jika gawai menggantikan peran orang tua. Anak tumbuh seperti robot dengan Artificial Intelligence (AI), cerdas tetapi tanpa empati,” ungkapnya.

Dalam sesi wawancara lainnya, psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani mengatakan bahwa, orangtua dapat mendorong anak melakukan sosialisasi dengan temannya di masa pandemi ini. Meski tidak dapat bertatap muka secara langsung, orang tua bisa mengajak anak-anaknya untuk melakukan panggilan video (video call) dengan teman-teman serta guru di luar jam sekolah.

“Bisa pula, orang tua mengajak anaknya membuat sebuah kreasi masakan yang nantinya bisa dikirim kepada teman-teman sekolahnya. Hal seperti ini akan mencegah anak-anaknya untuk tidak menjadi sosok individualis selama PJJ di rumah,” jelasnya.

Selain itu, guru-guru juga bisa memberikan tugas yang dapat dikerjakan oleh kelompok siswa secara luring maupun daring. Tidak perlu dalam jumlah besar, yang terpenting anak-anak bisa kembali melakukan diskusi bersama teman-temannya.

Perempuan yang akrab disapa Nina ini mengatakan bahwa, anak-anak dan remaja adalah kelompok orang yang mudah beradaptasi terhadap sebuah situasi. Sehingga, jika diberikan bimbingan dengan baik, maka PJJ di masa pandemi ini tidak akan menjadi beban psikis dan sosial untuk anak-anak.

Terkait dengan prioritas pemberian vaksin Covid-19 yang tidak ditunjukkan kepada anak-anak, Nina menilai hal tersebut bukanlah menjadi hal utama yang harus dipersoalkan. Mengingat, berdasarkan regulasi terkini, vaksin Covid-19 diutamakan untuk kelompok usia 18 sampai 59 tahun dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan. Artinya, bagi kelompok anak-anak dan lanjut usia (lansia) masih menunggu perkembangan dari vaksin tersebut.

“Sekarang bukan masalah setuju tidak setuju, tetapi yang harus dilihat adalah, apakah vaksin tersebut aman buat anak kita? Jika penelitian belum bisa menjawabnya, maka hal yang saat ini orang tua bisa lakukan adalah tetap menjaga kesehatan anak-anaknya selama di rumah, melakukan interaksi secara intens dengan anak, dan tetap mendorong anak-anak untuk bersosialisasi dengan teman-temannya,” ungkapnya.

Kepala sekolah taman kanak-kanak Kidsera Kindergarten, Robin Valentino Hadi mengatakan bahwa, selama masa PJJ berlangsung anak-anak dinilai tetap bisa mengikuti rangkaian pembelajaran dengan baik. Mengingat, guru dan orang tua selalu rutin melakukan konsultasi untuk mengetahui perkembangan anak selama di rumah.

Namun, dirinya pun juga mengakui bahwa PJJ ini juga memberikan dampak negatif, terutama bagi anak-anak TK yang baru memulai melakukan interaksi sosial dengan anak-anak sebayanya. Dengan adanya PJJ yang telah berlangsung selama tujuh bulan ini, ia mengkhawatirkan kemampuan berinteraksi anak dengan teman sebayanya akan sedikit terhambat.

“Suasana belajar di rumah tidak bisa 100% sama dengan sekolah. Setiap hari anak-anak hanya ketemu kakak, adik, dan juga orang tuanya. Namun balik lagi, pola asuh orang tua dan metode belajar yang disinergikan dapat membantu anak membangun kepercayaan diri agar dapat bersosialisasi dengan baik kepada temannya jika pembelajaran tatap muka sudah dimulai kembali,” tukasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Habib Luthfi: Indonesia Raya Bukan Sekadar Lagu, tetapi Ikrar

Dengan mengetahui dan mengenal sejarah maka masyarakat akan paham bagaimana para pendahulu bangsa ini berjuang dan bagaimana mereka mencintai bangsanya.

NASIONAL | 28 September 2021

Ini Upaya Sub PB PON Klaster Mimika Tertibkan Penonton PON di Papua

Jumlah tiket yang dijual saat ini sebagian besar atau 60% dijual melalui aplikasi di atas dan sisanya sebanyak 40% melalui offline.

NASIONAL | 27 September 2021

Hunian Kamar Hotel di Sumut Sudah Capai 50%

Kenaikan hunian hotel di Sumut terjadi secara bertahap sejak 24 Agustus 2021.

NASIONAL | 27 September 2021

Akhiri Masa Jabatan di APJII, Ini Catatan Kesuksesan Jamalul Izza

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menyebut pengurus yang dipimpinnya telah merealisasikan 94 persen amanat Munas tahun 2018.

NASIONAL | 27 September 2021

Banjir Bandang Hantam Puluhan Rumah Warga di Sumsel

Tidak ada korban jiwa untuk warga yang rumahnya rusak berat.

NASIONAL | 27 September 2021

Ini Para Sesepuh yang Memutuskan Siapa Pengganti Mangkunegara IX

Penentuan penerus takhta Mangkunegaran Solo kemungkinan setelah 100 hari wafatnya Mangkunegara IX atau sekitar akhir November.

NASIONAL | 27 September 2021

Menag: Insentif Guru Bukan PNS Madrasah Segera Cair

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, insentif ini secara bertahap akan segera cair

NASIONAL | 27 September 2021


Fahri Hamzah Apresiasi Kinerja Kejagung dalam Pemberantasan Korupsi

Fahri Hamzah mengapresiasi kinerja Kejgung dalam pemberantasan korupsi. Tolak ukurnya, penyelamatan uang negara sebesar Rp 26,1 triliun.

NASIONAL | 27 September 2021

Tepis Isu Jagung Langka, Mentan Cek Stok Pabrik Pakan

Mentan Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke pabrik pakan ternak (feedmill) milik PT. Japfa Comfeed Indonesia di Serang, Banten.

NASIONAL | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# SBY


# PKI



TERKINI
SAI Indonesia Terus Bertumbuh Kembangkan Bisnis Produk Kecantikan

SAI Indonesia Terus Bertumbuh Kembangkan Bisnis Produk Kecantikan

EKONOMI | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings