KLHK: Pembangunan Taman Nasional Komodo Tak Mengganggu Habitat Komodo
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KLHK: Pembangunan Taman Nasional Komodo Tak Mengganggu Habitat Komodo

Senin, 26 Oktober 2020 | 23:28 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini, sebuah foto yang memperlihatkan seekor komodo berhadap-hadapan dengan truk proyek yang akan melintas di Pulau Rinca kawasan Taman Nasional (TN) Komodo tengah viral di media sosial. Pemandangan yang tidak biasa ini pada akhirnya mengundang polemik, terutama dalam wacana pemerintah membangun proyek geopark yang digadang-gadang bakal menjadikan TN Komodo mirip seperti taman Jurassic Park dalam film berjudul sama.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut pembangunan wisata di TN Komodo dilakukan dengan prinsip kehati-hatian sehingga tidak mengganggu habitat komodo. Selain itu pembangunan dilakukan di lokasi lama yang pernah terbangun dan bukan di lokasi baru.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wiratno menyebut bahwa jumlah populasi komodo di Lembah Loh Buaya relatif stabil bahkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Total jumlah Komodo pada 2018 sebanyak 2.807 individu dan pada 2019 menjadi 3.022 individu atau bertambah 125 individu. Konsentrasi populasinya berada di Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Hanya sebanyak 8 individu di Pulau Padar, 88 individu di Gili Motang, dan 57 individu di Nusa Kode. Populasi komodo di Lembah Loh Buaya adalah 5% dari populasi di Pulau Rinca atau sekitar 66 ekor.

"Bahkan populasi biawak komodo di Lembah Loh Buaya selama 17 tahun terakhir relatif stabil dengan kecenderungan sedikit meningkat di 5 tahun terakhir," kata Wiratno dalam keterangannya, Senin (26/10/2020).

Ia menyebut bahwa jika dilindungi secara serius dan konsisten, dengan meminimalisasi kontak satwa, maka aktivitas wisata pada kondisi saat ini dinilai tidak membahayakan populasi biawak komodo di areal Lembah Loh Buaya. Area komodo itu seluas 500 ha atau sekitar 2,5% dari luas Pulau Rinca yang mencapai 20.000 ha.

Kegiatan penataan sarana prasarana berupa pembangunan dermaga, elevated deck, penginapan peneliti, pusat informasi, SPAM jaringan air minum, pengaman pantai, penginapan pemandu wisata, berupa pengangkutan material pembangunan yang menggunakan alat berat harus dilakukan, karena tidak dimungkinkan menggunakan tenaga manusia.

Penggunaan alat-alat berat seperti truk, ekskavator dan lain-lain, telah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Lokasi penataan sarana prasarana ini juga lokasi yang semula telah ada sarana prasarananya, bukan di lokasi yang baru.

Taman Nasional Komodo yang ditunjuk pada tahun 1980 memiliki label global sebagai Cagar Biosfer (1977) dan Warisan Dunia (1991) oleh UNESCO. Taman nasional ini memiliki luas 173.300 Ha, terdiri dari 40.728 Ha (23,51%) daratan dan 132.572 Ha (76,49%) perairan.

Dari luas tersebut, ditetapkan zona pemanfaatan wisata daratan 824 Ha (0,4%) dan Zona Pemanfaatan Wisata Bahari 1584 Ha (0,95%). Jadi pengembangan wisata alam sangat dibatasi, yaitu hanya pada Zona Pemanfaatan tersebut. Inilah prinsip kehati-hatian yang ditetapkan sejak dari perencanaan ruang Kelola di TNK tersebut.

Aktivitas wisata di TN Komodo selama ini telah menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Sejak ditetapkan sebagai TN hingga saat ini sarana prasarana (sarpras) di TN Komodo terus dikembangkan baik untuk wisata edukasi, maupun penelitian.

Penataan sarpras yang sedang dilakukan di Lembah Loh Buaya Pulau Rinca oleh Kementerian PUPR telah mencapai 30% dari rencana yang akan selesai pada Juni 2021.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Generasi Muda Harus Ikut Cegah Paham Radikal

Fungsi literasi digital menjadi penting, karena generasi milenial hampir semuanya menggunakan media sosial.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Kempupera Gandeng PWI Gelar Konsolidasi Regional

Komunikasi menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan pembangunan infrastruktur.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

KPK Tunjuk Yuyuk Andriati sebagai Plh Kabiro Humas

Yuyuk untuk sementara menjabat Kabiro Humas hingga terpilih pejabat definitif.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Kuasa Hukum Heru Hidayat Nilai Putusan Hakim Tidak Berdasarkan Fakta Persidangan

Penasihat hukum menyatakan bahwa Majelis Hakim tidak sepenuhnya memahami mengenai mekanisme pasar modal.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Periksa Ahli, Polisi Lengkapi Berkas Gus Nur

Gus Nur disangka telah melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Dihukum Seumur Hidup dan Bayar Rp 10,7 Triliun

Majelis Hakim menyatakan Heru Hidayat terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah bersama-sama sejumlah pihak lain melakukan tindak pidana korupsi.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Kasus Jiwasraya, Benny Tjokro Dihukum Seumur Hidup dan Bayar Rp 6 Triliun

Benny Tjokro terbukti secara sah dan meyakinkan bersama sejumlah pihak lain bersalah telah melakukan korupsi terkait pengelolaan keuangan dan dana investasi.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

KPK Ingatkan Gubernur NTB Selesaikan Aset Pemprov yang Bermasalah

KPK mengingatkan Gubernur NTB dan jajarannya agar cermat dan berhati-hati dalam menyelesaikan persoalan aset Pemprov di Gili Trawangan.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

PSI: Gus Nur Harus Mempertanggungjawabkan Ucapannya di Depan Hukum

PSI meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi melakukan hal-hal yang berada di luar koridor hukum.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Kinerja Satu Tahun Kejaksaan Agung Patut Diapresiasi

Kinerja Kejaksaan di bawah kepemimpinan ST Burhanuddin selama ini dinilai memang patut diapresiasi.

NASIONAL | 26 Oktober 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS