BNPT Tangkap Lebih dari 100 Terduga Teroris di Masa Pandemi Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BNPT Tangkap Lebih dari 100 Terduga Teroris di Masa Pandemi Covid-19

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:16 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Masa pandemi tidak membuat jaringan teror tiarap. Menurut Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Brigjen Ahmad Nurwahid ada lebih dari 100 terduga teroris yang telah dibekuk selama wabah Covid-19.

Hal itu dikatakan Ahmad dalam webinar Sumpah Pemuda dengan tema "Mengatasi Bahaya Laten" yang diselenggarakan oleh Beritasatu, Selasa (27/10/2020).

“Satu bulan setengah yang lalu saya masih menjadi pejabat utama Densus 88 antiteror yang memiliki kewenangan yang berupa law enforcement, penindakan atau hilir. Padahal namanya penanggulangan radikalisme dan terorisme atau sering disebut radikal-terorisme tidak bisa hanya dilakukan secara parsial atau di hilirnya saja tetapi harus holistik mulai dari hulu radikalismenya,” kata Nurwahid.

Menurut jenderal bintang satu ini sejak UU nomor 5 tahun 2018 tentang Antiterorisme dibuat sudah lebih dari 500 terduga teroris ditangkap dan bahkan selama Covid-19 ini lebih dari 100 orang sudah ditangkap.

“Bisa dibayangkan bila itu kami ekspos semuanya atau di-publish semuanya maka akan menjadi keresahan atau menjadi 'teror baru'. Sehingga kami mencoba silent dalam operasional atau di dalam penangkapan, tetapi kadang ada di running text media mainstream, ya tidak apa-apa. (Supaya) masyarakat tahu bahwa kita tidak diam,” sambungnya.

Namun kalau bicara teroris dengan radikalisme maka sesuai UU nomor 5 tahun 2018—di-breakdown ke dalam PP nomor 77 tahun 2019—yang mengamanatkan bahwa penanggulangan radikal terorisme itu ada dua yakni pencegahan dan penindakan maka penindakan juga harus diikuti pencegahan.

“Kalau kita bicara pencegahannya itu ada tiga strateginya menurut amanat undang-undang tersebut yang pertama adalah strategi kesiapsiagaan nasional. Yang kedua kontra radikalisasi atau kontra propaganda. Yang ketiga deradikalisasi. Ketika kita bicara kesiapsiagaan nasional hakikatnya adalah yang paling hulu,” tambahnya.

"Ketika kita bicara kontra propaganda maka bagi mereka yang perlu dimoderasi baik itu keagamaannya maupun kebangsaannya. Dan jika kita bicara deradikalisasi maka kita bicara mereka yang sudah akut, terpapar akut. Bisa mereka sudah masuk jaringan teror atau bahkan yang melakukan aksi teror," paparnya.

“UU nomor 5 tahun 2018 memungkinkan Polri, dalam hal ini Densus 88 Antiteror, untuk melakukan tindakan yang oleh para pimpinan Polri sering disebut preventif strike. Yaitu tindakan untuk mencegah mereka yang sudah masuk dalam jaringan teror, sebelum melakukan aksi teror, tetapi mereka mengindikasikan kuat, potensi tinggi untuk melakukan aksi teror, maka mereka itu bisa dilakukan tindakan,” urainya.

Indikatornya, kata Nurwahid, misalnya mereka sudah melakukan liqo, iddad, sudah melakukan latihan-latihan perang dan berdasarkan analisis ilmu intelijen atau hasil surveilance sudah mengindikasikan kuat dia menyimpan bom, merakit bom, menyimpan atau memiliki senjata, dan potensi kuat untuk melakukan aksi, maka mereka ini akan ditangkap.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hunian Kamar Hotel di Sumut Sudah Capai 50%

Kenaikan hunian hotel di Sumut terjadi secara bertahap sejak 24 Agustus 2021.

NASIONAL | 27 September 2021

Akhiri Masa Jabatan di APJII, Ini Catatan Kesuksesan Jamalul Izza

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menyebut pengurus yang dipimpinnya telah merealisasikan 94 persen amanat Munas tahun 2018.

NASIONAL | 27 September 2021

Banjir Bandang Hantam Puluhan Rumah Warga di Sumsel

Tidak ada korban jiwa untuk warga yang rumahnya rusak berat.

NASIONAL | 27 September 2021

Ini Para Sesepuh yang Memutuskan Siapa Pengganti Mangkunegara IX

Penentuan penerus takhta Mangkunegaran Solo kemungkinan setelah 100 hari wafatnya Mangkunegara IX atau sekitar akhir November.

NASIONAL | 27 September 2021

Menag: Insentif Guru Bukan PNS Madrasah Segera Cair

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, insentif ini secara bertahap akan segera cair

NASIONAL | 27 September 2021


Fahri Hamzah Apresiasi Kinerja Kejagung dalam Pemberantasan Korupsi

Fahri Hamzah mengapresiasi kinerja Kejgung dalam pemberantasan korupsi. Tolak ukurnya, penyelamatan uang negara sebesar Rp 26,1 triliun.

NASIONAL | 27 September 2021

Tepis Isu Jagung Langka, Mentan Cek Stok Pabrik Pakan

Mentan Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke pabrik pakan ternak (feedmill) milik PT. Japfa Comfeed Indonesia di Serang, Banten.

NASIONAL | 27 September 2021

Masuki Panen Raya, Pasokan Jagung dari Luar Jawa Siap

Di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, panen raya terjadi hampir di semua sentra.

NASIONAL | 27 September 2021

Pulau Jawa Panen Raya Jagung, Pakan Ternak Melimpah Ruah

Sejumlah daerah di Pulau Jawa menggelar panen raya jagung untuk musim tanam kedua yang berlangsung pada bulan September dan juga bulan Oktober 2021 mendatang.

NASIONAL | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Gravity Game Link Ajak RO Mania Bernostalgia

Gravity Game Link Ajak RO Mania Bernostalgia

DIGITAL | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings