BNPT: Jumlah Masyarakat Berpaham Radikal Capai 20.000
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BNPT: Jumlah Masyarakat Berpaham Radikal Capai 20.000

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:53 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) mengingatkan jika jumlah masyarakat yang terpapar paham radikal di Indonesia sudah akut dan tinggi. Menurut hitungan BNPT mereka yang radikal dan masuk dalam jaringan teror baik itu JI ataupun JAD, dan lain-lain, termasuk keluarganya di estimasi sekitar 17.000-20.000-an termasuk keluarganya.

Hal ini dikatakan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwahid dalam webinar Sumpah Pemuda dengan tema Mengatasi Bahaya Laten yang diselenggarakan oleh Beritasatu, Selasa (27/10/2020).

“(Tapi) dengan kekuatan Polri, dalam hal ini Densus sekitar personil 2.424, Insyaallah kita bisa mengcover dengan segala peralatan dan sebagainya. Tetapi ketika kita berbicara secara hulu, maka di sini ada (banyak) mereka yang belum terpapar yang merupakan mayoritas atau silent majority (ini yang harus diperhatikan),” kata Ahmad.

Karena yang perlu digaris bawahi adalah akar dari radikalisme-terorisme itu ideologinya. Setiap manusia punya potensi terpapar radikal-terorisme karena radikal yang mengatasnamakan agama itu bukan monopoli salah satu agama, tetapi ada di seluruh agama dan diseluruh sekte. Juga ada di seluruh kelompok.

“Potensial ada di seluruh individu manusia. Saya mencoba menjelaskan mumpung ada guru saya (pembicara lain) yang sangat paham akan teori atau ilmu kriminologi. Jadi kalau kita bicara radikal terorisme itu kan sebagai extra ordinary crime atau sebagai crime atau sebagai kriminal. Lebih tepatnya kami pendekatannya ilmu kriminologi supaya bisa menjelaskan secara komprehensif,” urainya.

Setiap manusia punya potensi untuk terpapar radikal karena memang akar masalah radikalisme-terorisme adalah ideologi. Potensi radikal tadi akan menjadi niat atau motif radikal kalau dipicu atau didorong oleh faktor korelatif. Faktor-faktor itu apa yang pertama, yang paling dominan adalah politisasi agama.

Yang kedua adalah pemahaman agama yang menyimpang atau tidak kaffah atau bertentangan dengan nilai-nilai rahmatan lil alamin. Kemudian faktor kemiskinan. sangat potensial untuk pemicunya munculnya radikalisme dan terorisme tetapi itu bukan akar masalah pemicu.

“Sehingga dikatakan (meski ada) 20 -27 Juta orang miskin di Indonesia tapi tidak semua menjadi teroris atau radikalisme. Karena itu hanya pemicu bukan akar permasalahan. Masalah ketidakpuasan, masalah kebencian, dendam kemudian juga sistem politik ataupun sistem hukum yang masih lemah (juga jadi pemicu, tapi) masalah utama radikal terorisme bukan diterorisme nya tapi diradikalismenya,” tambahnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Diminta Fee Rp 10 M, Rita Widyasari Anggap Eks Penyidik KPK seperti Malaikat

Rita Widyasari menganggap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju seperti malaikat yang membantunya mengurus perkara, meski diminta fee Rp 10 miliar.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Peparnas XVI Papua Siap Digelar untuk Menjaring Bibit Unggul

Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny Marbun mengatakan bahwa Peparnas XVI akan menjadi ajang meningkatkan prestasi para atlet.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Mekeng Tolak Wacana Pembubaran Densus 88

Anggota Komisi XI DPR Melchias Markus Mekeng menolak wacana pembubaran Densus 88 Antiteror Polri. Densus 88 lahir atas amanat UU Pemberantasan Terorisme.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Kapolri Minta Anggota Langgar Aturan Ditindak Tegas

Kapolri menerbitkan surat telegram kepada jajaran Polda di Indonesia, merespon terjadinya tindakan kekerasan berlebihan yang dilakukan oknum anggota.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

2 Terdakwa Perkara Pembunuhan Anggota FPI Tidak Ajukan Nota Keberatan

Ipda M Yusmin dan Briptu Fikri Ramadhan, dua anggota Polri yang didakwa membunuh empat anggota Laskar FPI tak mengajukan nota keberatan atas dakwaan jaksa.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Inovasi Stiker Hologram Pajak Kendaraan Kemendagri Diapresiasi

Inovasi digitalisasi pajak kendaraan dalam bentuk stiker hologram yang diluncurkan Kemendagri bersama Korlantas Polri dan Jasa Raharja diapresiasi.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Sandiaga Memberdayakan Masyarakat Lewat Konservasi Penyu

Konservasi penyu selain menjadi daya tarik wisata juga menciptakan lapangan kerja di mana masyarakat bisa diberdayakan.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Pemerintah Minta PTM Anak SD Dilaksanakan dengan Hati-hati

Pemerintah secara terbuka meminta agar sekolah tatap muka, khususnya untuk anak usia muda yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan hati-hati.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

2 Oknum Polisi Didakwa Menganiaya dan Membunuh Anggota FPI di KM 50 Tol Japek

Jaksa penuntut umum mendakwa dua anggota polisi, Ipda M Yusmin dan Briptu Fikri Ramadhan telah menganiaya dan membunuh 4 anggota FPI di KM 50 Tol Japek.

NASIONAL | 18 Oktober 2021

Minta Tak Seret Namanya, Azis Syamsuddin Panggil Rita Widyasari dengan Sebutan Bunda

Mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin memanggil Rita Widyasari dengan bunda saat meminta mantan Bupati Kukar itu tak menyeret namanya jika diperiksa KPK.

NASIONAL | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Jembatan Gantung


# Merah Putih


# Piala Thomas


# Luhut Pandjaitan


# Kasus Covid-19



TERKINI
Persiapan Tersisa 8 Bulan, Wagub DKI Optimistis Formula E Berjalan Lancar

Persiapan Tersisa 8 Bulan, Wagub DKI Optimistis Formula E Berjalan Lancar

MEGAPOLITAN | 19 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings