Penceramah Agama Diusulkan Mendapat Penataran Kebangsaan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-1.24)   |   COMPOSITE 6338.51 (-5.53)   |   DBX 1329.17 (4.38)   |   I-GRADE 184.48 (-0.62)   |   IDX30 515.715 (-0.76)   |   IDX80 138.838 (-0.35)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.56)   |   IDXESGL 142.422 (-0.71)   |   IDXG30 145.816 (-0.78)   |   IDXHIDIV20 454.583 (-0.64)   |   IDXQ30 147.765 (-0.2)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.49)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.56)   |   IDXV30 136.758 (-0.54)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.3)   |   Investor33 444.53 (-0.83)   |   ISSI 183.756 (0.28)   |   JII 631.17 (-1.36)   |   JII70 223.177 (-0.64)   |   KOMPAS100 1240.03 (-4.21)   |   LQ45 967.718 (-2.3)   |   MBX 1724.61 (-2.72)   |   MNC36 328.799 (-1.23)   |   PEFINDO25 328.487 (-3.14)   |   SMInfra18 313.342 (0.75)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.94)   |  

Penceramah Agama Diusulkan Mendapat Penataran Kebangsaan

Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:41 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Paham radikalisme yang menjadi awal mula terjadinya aksi terorisme masih menjadi bahaya laten di Indonesia. Sistem hukum di Indonesia hanya dapat menyentuh pelaku-pelaku aksi terorisme. Sementara tokoh yang menyebarkan paham radikalisme belum dapat disentuh oleh sistem hukum.

Guru besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra mengaku sudah lama mengusulkan kepada pemerintah melalui Kementerian Agama untuk memberikan penataran kebangsaan bagi para penceramah keagamaan. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi materi ceramah yang menyebarkan paham radikalisme.

"Saya sebetulnya sudah meminta sebetulnya sudah mengimbau lama sekali, misalnya, kepada Kementerian Agama supaya penceramah agama itu dikasih penataran kebangsaan," kata Azyumardi dalam webinar '92 Tahun Sumpah Pemuda: Mengatasi Bahaya Laten' yang digelar Beritasatu Media Holdings, Selasa (27/10/2020).

Dicontohkan Azyumardi, dalam penataran tersebut, para penceramah mendapat pemahaman mengenai konsep Negara Indonesia. Selain itu, dapat diberikan pula pemahaman mengenai kelemahan-kelemahan sistem khilafah atau Daulah Islamiyah yang selama ini diidealisasikan oleh kelompok-kelompok radikal. Namun, Azyumardi menyayangkan usulannya tersebut belum direalisasikan hingga saat ini.

"Tapi sampai sekarang itu belum jalan. Saya sudah bilang menterinya berganti, tapi belum jalan," katanya.

Menurutnya, wawasan kebangsaan dapat menjadi benteng mencegah penyebaran paham radikalisme. Namun, Azyumardi mengakui membutuhkan sumber daya yang besar dan waktu yang lama jika harus menggelar penataran kebangsaan kepada seluruh masyarakat. Untuk itu, Azyumardi mendorong agar penataran kebangsaan terutama diprioritaskan kepada kelompok strategis seperti penceramah agama, guru, dan dosen. Apalagi berdasar data BNPT disebut terdapat 23 persen guru atau dosen yang tidak senang dengan Pancasila.

"Mungkin karena mereka tidak pernah mendapat perspektif mengenai Pancasila. Ada yang mencuci otak mereka bahwa Pancasila tidak baik, misalnya. Jadi akarnya itu harus dipecahkan," katanya.

Momentum

Selain itu, Azyumardi mengatakan, persoalan radikalisme muncul karena pemahaman atau interpretasi terhadap ajaran agama. Dalam agama Islam contohnya, Azyumardi menilai, seringkali doktrin mengenai jihad disalahgunakan untuk kepentingan-kepentingan yang pada dasarnya bertentangan dengan doktrin jihad sebenarnya bahkan bertentangan dengan ajaran Islam lainnya, seperti menyebarkan perdamaian dan kedamaian.

"Tapi kemudian tidak ada yang menjelaskan kepada para guru dan para dosen ini. Apalagi, misalnya guru dan dosen ini belajar agama dari guru tertentu saja atau media sosial," katanya.

Untuk itu, Azyumardi berharap, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kesatuan dan integrasi bangsa Indonesia melalui peningkatan pemahaman nasionalisme. Untuk itu, Azyumardi mengusulkan adanya sarasehan dengan seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda mengenai wawasan kebangsaan.

"Guru, dosen, pemimpin gerakan mahasiswa diundang sarasehan mengenai keagamaan dan kebangsaan dan kesatuan. Bagaimana memelihara integrasi dan lain sebagainya ini nggak ada ini. Saya tidak menemukan misalnya para pemimpin mahasiswa itu dikasih dikasih bincang-bincang mengenai bagaimana masa depan Indonesia. Apa yang harus kita lakukan Bagaimana memelihara dan memperkuat Pancasila misalnya," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPR Segera Minta Penjelasan Pemerintah soal Pengadaan Vaksin Covid-19

Anggota Komisi IX DPR Darul Siska menegaskan pihaknya akan segera meminta keterangan pemerintah terkait pengadaan vaksin Covid-19.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Kejagung Kembali Periksa Saksi Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menjelaskan, saksi-saksi yang diminta keterangannya yaitu saksi untuk tersangka korporasi PT OSO Management Investasi

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Melantik Pengurus PWI Jateng, Ganjar: Dibutuhkan Patriotisme Wartawan

Keterlibatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam kegiatan PWI sebagai bentuk respek yang tinggi.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Kalemdiklat: Jadilah Brimob yang Profesional

Komjen Arief Sulistyanto memompa semangat 481 calon tamtama yang mengikuti pendidikan di Pusat Pendidikan (Pusdik) Brimob

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Gubernur Lemhannas: Ketahanan Ideologi Pancasila Kembali Diuji

Banyak ideologi alternatif merasuki ke dalam sendi-sendi bangsa melalui media informasi yang dapat dijangkau oleh seluruh anak bangsa

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Libur Panjang, Belasan Bus di Malang Tidak Layak Beroperasi

Petugas menemukan kondisi roda ban bus yang tidak layak pakai.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Libur Panjang, Tiket KA Jarak Jauh di Stasiun Malang Habis

Sebanyak 70% jumlah penumpang telah memenuhi kapasitas sesuai kuota yang ditetapkan selama pandemi Covid-19.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

BPK: Keberhasilan Instansi Pemerintah Tidak Hanya Peraihan Opini WTP

BPK menegaskan keberhasilan instasi pemerintah tak hanya peraihan opini WTP, tetapi peningkatan kinerja dalam pelayanan publik dan pencapaian tujuan bernegara.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Ini Pernyataan Kempora soal Peluncuran Mandalika Racing Team Indonesia

Kempora belum dapat mengizinkan adanya penyelenggaraan jumpa pers peluncuran Mandalika Racing Team Indonesia pada tanggal 28 Oktober di kompleks Kempora.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

PDIP Gelar Wayang Kulit, Berharap Pemuda Makin Optimistis Hadapi Covid-19

Kaum muda akan maju jika terus menggembleng diri dengan penuh semangat mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi.

NASIONAL | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS