Manfaatkan Limbah Dapur, Tanah Menjadi Subur
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-1.24)   |   COMPOSITE 6338.51 (-5.53)   |   DBX 1329.17 (4.38)   |   I-GRADE 184.48 (-0.62)   |   IDX30 515.715 (-0.76)   |   IDX80 138.838 (-0.35)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.56)   |   IDXESGL 142.422 (-0.71)   |   IDXG30 145.816 (-0.78)   |   IDXHIDIV20 454.583 (-0.64)   |   IDXQ30 147.765 (-0.2)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.49)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.56)   |   IDXV30 136.758 (-0.54)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.3)   |   Investor33 444.53 (-0.83)   |   ISSI 183.756 (0.28)   |   JII 631.17 (-1.36)   |   JII70 223.177 (-0.64)   |   KOMPAS100 1240.03 (-4.21)   |   LQ45 967.718 (-2.3)   |   MBX 1724.61 (-2.72)   |   MNC36 328.799 (-1.23)   |   PEFINDO25 328.487 (-3.14)   |   SMInfra18 313.342 (0.75)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.94)   |  

Manfaatkan Limbah Dapur, Tanah Menjadi Subur

Senin, 26 Oktober 2020 | 21:53 WIB
Oleh : Vento Saudale / WM

Bogor, Beritasatu.com - Di saat semua kegiatan harus dikerjakan dari rumah karena pandemi, terjadi keterbatasan ruang gerak untuk melakukan kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi. Sebagai dosen, disamping mengajar dan meneliti, juga wajib mengabdikan ilmunya ke masyarakat secara luas. Bersyukur ada media IT yang memungkinkan diseminasi pengetahuan ke masyarakat, sehingga tatap muka jarak jauhpun dapat berlangsung.

Dua dosen yaitu Dr Illah Sailah (Fakultas Teknologi Pertanian) dan Dr Dwi Guntoro (Fakultas Pertanian) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2020 telah menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah dapur menjadi pupuk organik cair.

Pada tanggal 24 Oktober, pertemuan dengan masyarakat telah berlangsung secara virtual melalui Zoom dan diikuti oleh 100 peserta dari Aceh, Kalimantan Tengah, NTB, Jabar dan DKI Jakarta. Peserta sebagian besar datang dari kalangan akademisi (dosen dan guru) maupun yang berkarya di luar bidang pertanian. Dalam kesempatan tersebut telah dipaparkan tentang manfaat dan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), cara perbanyakan Mikroorganisme Lokal (MOL), dan penggunaan POC untuk tanaman.

Peserta sangat antusias bertanya tentang pembuatan dan kemungkinan penggunaan bahan lain atau bahan campuran yang tidak diperbolehkan untuk dimasukkan.

Ketika ditanya tentang bahan lain untuk menggantikan gula merah, Illah mengatakan bahwa gula merah dapat diganti dengan molase atau gula pasir, karena sama-sama menjadi sumber energi bagi pertumbuhan mikroba.

“Mengenai penggunaan yang efektif untuk tanaman, tergantung jumlah mikroba yang ada dalam POC. Biasanya 1 liter POC dapat diencerkan dalam 200 liter, apabila sudah dilakukan uji secara lengkap”, ujar Dwi Guntoro, dalam keterangannya, Senin (26/10/2020).

Praktik pembuatan POC telah didemonstrasikan kemarin (25/10/2020) dan diikuti oleh peserta yang sebelumnya telah mengikuti pertemuan virtual. Praktik ini diselenggarakan di Pakuan Regency Bogor yang diikuti oleh 30 orang peserta dan disaksikan oleh Lurah Margajaya Yudi Maryudi Somiki dan Ketua RW 03 klaster Linggabuana, tepatnya di Kebun Edukasi. Tentunya seluruh peserta tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saya ingin hal yang sama dilaksanakan di beberapa RW lainnya karena hal seperti ini sederhana tapi manfaatnya besar. Terima kasih bapak dan ibu dosen yang sudah bersedia berbagi pengetahuan dan pengalamannya” ujar Lurah Yudi.

Mengapa pelatihan pembuatan POC ini penting? Selain dapat mengurangi sampah dapur yang harus diangkut ke TPS/TPA, warga masyarakat dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat dan membantu memelihara fungsi lingkungan dengan menggunakan pupuk organik.

Bahan Baku

POC dibuat dari bahan baku seperti tangkai kangkung, bayam, sawi hijau, bonggol jagung, kulit pisang, bagian bawah sawi putih, kulit wortel, kentang, ubi, dan sejenisnya, kemudian ditambahkan MOL, air cucian beras, dan air gula dengan perbandingan 1:1:1, lalu ditambahkan 8 bagian air. Semua bahan dimasukkan ke dalam ember bertutup dan memiliki kran serta sudah ditaruh karung kain atau goody bag di dalamnya.

Pemeraman dilakukan selama 7 hari, dan setelah itu baru dapat dipanen dan disimpan, atau digunakan langsung dengan pengenceran. Hasil panen ini juga dapat dijadikan MOL untuk proses fermentasi selanjutnya.

Praktik dilakukan per klaster dengan harapan pembuatan POC ini dapat menghidupkan kerukunan antartetangga. Satu kontainer dapat dijadikan ‘proyek’ di masing-masing RT atau RW. Semisal satu hari setiap rumah menghasilkan 300-500 gram limbah, maka dengan delapan rumah sudah dapat membuat POC, yang akhirnya dapat digunakan sendiri secara berkesinambungan. Namun, perlu ada pilot project dari kelompok yang memiliki passion dengan beberapa champions sebagai penggeraknya.

Hal ini menunjukkan bahwa seeing is believing. Kalau sudah melihat betapa sederhana dan mudah dalam pembuatannya, tinggal bagaimana kemauan untuk menggerakkannya.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Peringati Sumpah Pemuda, Bandara YIA Jadi Tempat Konser Virtual

Bandara YIA dipilih karena Yogyakarta merepresentasikan keragaman budaya di Indonesia.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Gubernur Banten Tegaskan Ekonomi Harus Tetap Jalan di Tengah Pandemi Covid-19

APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2021 diproyeksi mencapai Rp 15,55 triliun.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

DPN Peradi Umumkan Susunan Pengurus Pusat

DPN Peradi di bawah kepemimpinan Otto Hasibuan menunjuk sejumlah nama yang menjabat pucuk pimpinan di kepengurusan pusat.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Korupsi Dinilai Harus Dijadikan Musuh Bersama

Korupsi merupakan musuh bersama yang dapat menghancurkan segala sendi kehidupan dan tatanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Pelabuhan Merak Siap Layani Penumpang Saat Libur Panjang

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Hasan Lessy mengatakan pihaknya menyiagakan 55 kapal dari total 72 roll on roll off (roro).

NASIONAL | 28 Oktober 2020

DPD: Implementasi UU Otsus Tidak Tepat

UU Otonomi Khusus (otsus) tentang Papua memiliki konsep yang sangat baik.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

BNPT Dinilai Harus Tindak Intoleransi

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dinilai telah menjalankan kerjanya dengan baik.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Penceramah Agama Diusulkan Mendapat Penataran Kebangsaan

Paham radikalisme yang menjadi awal mula terjadinya aksi terorisme masih menjadi bahaya laten di Indonesia.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

DPR Segera Minta Penjelasan Pemerintah soal Pengadaan Vaksin Covid-19

Anggota Komisi IX DPR Darul Siska menegaskan pihaknya akan segera meminta keterangan pemerintah terkait pengadaan vaksin Covid-19.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Kejagung Kembali Periksa Saksi Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menjelaskan, saksi-saksi yang diminta keterangannya yaitu saksi untuk tersangka korporasi PT OSO Management Investasi

NASIONAL | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS