Konflik Bersenjata di Papua Tidak Disebabkan Faktor Tunggal
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Konflik Bersenjata di Papua Tidak Disebabkan Faktor Tunggal

Kamis, 29 Oktober 2020 | 19:19 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Aksi kekerasan di Papua masih saja terjadi, tidak hanya baku tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata, warga sipil juga kerap menjadi korban. Otonomi khusus dengan anggaran triliunan rupiah dari pemerintah setiap tahun bertujuan untuk meningkatkan kesejateraan orang Papua sehingga kekerasan terhenti. Namun, tujuan itu masih jauh dari harapan.

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI yang juga Koordinator Jaringan Damai Papua di Jakarta, Adriana Elizabeth, menjelaskan, konflik bersenjata yang terjadi di Papua tidak disebabkan oleh satu faktor.

"Jadi itu (konflik bersenjata) tidak single factor. Jadi ada konflik bersenjata, tetapi juga ada daerah yang kaya sumber daya alam," kata Adriana Elizabeth, di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Dijelaskan Adriana, konflik bersenjata yang terjadi tidak berlangsung di seluruh wilayah Papua. Namun yang terjadi belakangan ini dan eskalasinya terus meningkat terkonsentrasi di wilayah pegunungan tengah.

"Dari kasus 2018 ada konflik bersenjata di Kabupaten Nduga kemudian 2019 di Kabupaten Mimika, Tembagapura dan terakhir di Intan Jaya. Itu basisnya kelompok bersenjata di tempat itu dan menjadi salah satu sumber persoalan," ucapnya.

Menurutnya, konflik bersenjata yang terjadi di Papua sumbernya memang karena ada gerakan separatis bersenjata. Namun dibalik itu biasanya juga ada faktor lain mengapa eskalasi konflik bersenjata terus meningkat.

"Makanya pemerintah mengatasinya juga dengan pendekatan keamanan. Sumber soal lain juga ada persoalan lainnya. Persoalan Papua itu juga persoalan sumber daya alam. Jadi saya mengamatinya tidak sepenuhnya persoalan separatis," ujar Adriana.

Oleh karena itu, berdasarkan pengalamannya mengamati dan terjun langsung ke dalam persoalan Papua, biasanya memang ada kepentingan praktis di balik meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di Papua.

"Itu ada kepentingan praktis juga karena ada SDA. Pegunungan Tengah itu kantong yang sangat potensial. Terkait persoalan SDA, coba cek dokumen yang ditandatangani Gubernur Papua pada Juli 2020 ini tentang pembukaan blok baru. Itu adanya di kabupaten Intan Jaya," ungkap Adriana.

Menurutnya, kepala daerah di Papua selama ini terkesan acuh tak acuh dengan konflik yang terjadi. Berbagai informasi dan penanganan konflik bersenjata yang terjadi justru datang dari TNI, Kepolisian, hingga pihak Gereja.

"Kepala daerahnya pada ke mana ketika terjadi persoalan. Kepala daerah jangan diam saja ketika terjadi persoalan. SDA ada di seluruh Papua. Dari Papua Barat sampai Papua perbatasan. Kalau bicara konflik bersenjata itu saat ini di wilayah pegunungan tengah," ucap Adriana.

Terkait dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua, dijelaskan Adriana, bukan tidak pernah dilakukan evaluasi terhadap penggunaan dana. Evaluasi pernah dilakukan, namun antara pemerintah pusat dengan daerah berjalan sendiri-sendiri sehingga terkesan tidak transparan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 
BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BMKG: Hujan Lebat dan Petir Berpotensi Landa Sejumlah Daerah di Indonesia

BMKG memprakirakan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah daerah di Indonesia.

NASIONAL | 26 September 2021

Cegah Radikalisme, Literasi Perdamaian Perlu Terus Digaungkan di Kalangan Pemuda

Beberapa teroris berasal dari Pasuruan dan sekitarnya, sehingga perlu peningkatan literasi perdamaian masyarakat, khususnya pemuda dan mahasiswa.

NASIONAL | 26 September 2021

Anggota Brimob Gugur dalam Kontak Tembak di Kiwirok

Memang benar ada anggota yang meninggal dalam baku tembak dengan KKB di Kiwirok.

NASIONAL | 26 September 2021

Soal Bakamla, Mantan Kabais Sebut Legislator Gagal Paham

Menurut Soleman B Ponto banyak pihak yang tidak memahami keberadaan serta fungsi dari Bakamla.

NASIONAL | 26 September 2021

Satgas Nemangkawi Akan Lakukan Penegakan Hukum terhadap KKB di Kiwirok

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan personel Satgas Nemangkawi yang ditugaskan ke Kiwirok akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB

NASIONAL | 25 September 2021

Prihatin Azis Syamsuddin Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, PSI: Menyedihkan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) prihatin terhadap ditetapkannya Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

NASIONAL | 25 September 2021

Bupati Pegunungan Bintang Dampingi Nakes Gerald Sokoy ke Sentani

Bupati Pegunungan Bintang (Pegbin) Spei Yan Bidana, mendampingi tenaga kesehatan (nakes) Gerald Sokoy yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kiwirok ke Sentani

NASIONAL | 25 September 2021

Sepekan, Gunung Merapi Luncurkan 141 Guguran Lava

Gunung Merapi meluncurkan guguran lava 141 kali selama sepekan, 17-23 September 2021.

NASIONAL | 25 September 2021

Jokowi Unggah Video Kisah Mantan Sopirnya Suliadi di Solo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan video mengenai kisah mantan sopirnya di Solo, Jawa Tengah, Suliadi

NASIONAL | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Rocky Gerung vs Sentul City


# Literasi Perdamaian


# Permata Buana


# Kegiatan Besar



TERKINI
Film Losmen Bu Broto Luncurkan Teaser dan Poster

Film Losmen Bu Broto Luncurkan Teaser dan Poster

HIBURAN | 20 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings