Hasto: Pernyataan Megawati Agar Milenial Tak Dimanjakan Demi Dorong Semangat Juang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hasto: Pernyataan Megawati Agar Milenial Tak Dimanjakan Demi Dorong Semangat Juang

Jumat, 30 Oktober 2020 | 15:32 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pesan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri agar kaum muda Indonesia, yang saat ini kerap disebut sebagai kaum milenial, tidak dimanjakan adalah sebuah semangat seorang ibu yang terus memikirkan masa depan bangsa serta negara.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu menanggapi polemik di media sosial usai arahan Megawati di acara peresmian kantor pengurus daerah partai beberapa hari lalu. Di acara itu yang bertepatan dengan perayaan Sumpah Pemuda 28 Oktober, Megawati menantang agar para orang muda Indonesia melakukan refleksi diri sehingga bisa lebih hebat dibanding para pemuda Indonesia pendiri bangsa.

Megawati memang sejak awal menyadari bahwa pernyataannya soal orang muda Indonesia akan keras dan kemungkinan akan di-bully di media sosial. Dia berbicara soal pentingnya membangun bangsa dan negara agar Indonesia bisa bertahan sepanjang masa, untuk anak dan cucu.

Pengalaman negara lain yang lebih maju seperti Amerika Serikat dan Tiongkok harus dipelajari oleh orang-orang Indonesia. Ironisnya, dijelaskan Megawati, saat ini Indonesia justru masih berkutat dengan isu-isu tak benar yang sengaja diviralkan. Dia mencontohkan tuduhan bahwa dirinya, PDIP, hingga Presiden Joko Widodo adalah PKI (Partai Komunis Indonesia, red).

"Kita mesti jangan jadi kuper, buka diri ke dunia. Anak muda kita aduh, saya bilang sama presiden, jangan dimanja. Generasi kita generasi milenial. Saya mau tanya hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi seperti kita bisa viral," kata Megawati saat itu.

Hasto mengatakan pesan Megawati dimaksudkan bahwa pemuda sebagai penentu masa depan bangsa yang harus dilihat dalam tantangan kekinian. Jadi bagaimana para pemuda-pemudi Indonesia menggembleng diri dan kesemuanya digerakkan oleh semangat untuk membawa kemajuan bagi Indonesia Raya.

"Ketika Ibu Megawati Soekarnoputri menyampaikan agar generasi milenial tidak dimanjakan, hal tersebut mengandung semangat dari sosok seorang Ibu Pejuang, yang terus memikirkan masa depan Indonesia," kata Hasto, Jumat (30/10/2020).

Dengan demikian, lanjut Hasto, inti sari peringatan Sumpah Pemuda adalah bagaimana para pemuda-pemudi Indonesia saat ini, dalam seluruh alam pikir dan alam rasanya, sudah memikirkan perbuatan terbaik bagi masa depan bangsanya.

"Jadi melihatnya adalah perspektif sekarang. Jika saat ini kita memiliki kaum muda yang hebat-hebat, maka kita akan lebih optimistis menatap masa depan,” katanya.

Hasto mengatakan bahwa semangat yang digelorakan oleh Megawati terhadap kaum milenial itu berbasis pada prinsip bahwa hidup kepartaian itu diisi dengan perjuangan. Menjadi kader muda Partai harus menjadi kader pembelajar dengan mengedepankan sikap kenegarawanan.

Artinya, para kader partainya harus berjuang bagi kemajuan peradaban bangsanya sebagai sikap hidup dan ditempatkan di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Maka itulah juga yang menjadi dasar bagi hadirnya pemimpin di PDIP sejak Bung Karno, Megawati, Joko Widodo, hingga tokoh saat ini. Sebut saja Prananda Prabowo Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas, Hendrarprihadi, hingga sosok Adian Napitupulu dan Putra Nababan. Begitu banyak tokoh muda lainnya di PDIP yang sekarang menjadi pimpinan partai, pimpinan dewan, dan juga calon kepala daerah.

Kata Hasto, semua menunjukkan tradisi yang sama. Bahwa sejak muda, semuanya menggembleng diri dan kemampuan demi menjemput tugas panggilan sejarah. PDIP mengajarkan pada setiap kader muda bangsa untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, bangga dengan jati diri kebudayaan bangsa, dan punya visi terhadap arah masa depan bangsa.

"Serta jadikan semangat juang, tekad juang, dan perbuatan bagi kepentingan umum, bangsa dan negara sebagai elemen penting yang harus dimiliki kaum muda. Sebab tidak ada pemimpin lahir tanpa gemblengan hidup dan kehidupan,” tegas Hasto.

"Kunci dari kemajuan bangsa adalah pendidikan dan kebudayaan. Semua dijalankan dengan penuh semangat, dengan energi juang yang menyala-nyala," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Puncak Mudik Libur Panjang, Angkasa Pura I Layani Lebih dari 100.000 Penumpang

Angkasa Pura I mencatatkan lalu lintas penumpang sebanyak 103.506 orang di 15 bandara pada 28 Oktober 2020 atau puncak arus mudik libur panjang Maulid Nabi.

NASIONAL | 30 Oktober 2020

Kompol Penyelundup 16 Kg Sabu Belum Dijerat UU Pencucian Uang

Polisi menemukan 2 tas rangsel warna hitam yang di dalamnya berisi 16 kg sabu dari dalam mobil Opel Blazer.

NASIONAL | 30 Oktober 2020

Ormas KITA Gelar Munas Perdana di Bandung

Ormas KITA yang berdiri pada bulan Agustus 2020 lalu, telah memiliki 45 dewan perwakilan seluruh Indonesia.

NASIONAL | 30 Oktober 2020

Legislator Minta Penyaluran Dana Desa Tepat Sasaran

Berdasarkan laporan yang diterima Anggota Komisi XI DPR RI Rudi Hartono, penyaluran dana desa dalam bentuk bantuan langsung tunai belum berlangsung tertib.

NASIONAL | 30 Oktober 2020

Sakit, Kadiv Propam Polri Meninggal Dunia

Menurut sahabat mendiang, sebelum menutup mata selama-lamanya Sigit dirawat karena gejala strok.

NASIONAL | 30 Oktober 2020

Ikut Meriahkan Hari Sumpah Pemuda Ke-92, Pemuda Rusia Memakai Batik

Tidak sedikit pemuda Rusia yang ingin mengetahui banyak tentang Indonesia, baik budaya maupun bahasanya.

NASIONAL | 30 Oktober 2020

Libur Panjang, Ribuan Orang Berwisata ke Samosir

Hunian hotel di daerah itu selalu penuh setiap liburan.

NASIONAL | 30 Oktober 2020

Indonesia Kecam Pernyataan Presiden Prancis

Kebebasan berekspresi hendaknya tidak dilakukan dengan cara yang menodai kehormatan, kesucian dan kesucian nilai dan simbol agama.

NASIONAL | 30 Oktober 2020

Webinar DPP Golkar, Tips Memburu Beasiswa: Mahasiswa Harus Siap dari Awal

"DPR khususnya Komisi X akan mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo yang menginginkan SDM Indonesia makin meningkat,” kata Hetifah.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Pelindo 1 Salurkan Bantuan Program Kemitraan Senilai Rp 12,3 Miliar

Penyaluran dana PKBL dilakukan di empat provinsi yang merupakan lingkup area operasional Pelindo 1 yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.

NASIONAL | 30 Oktober 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS