Dirjen PSLB3 KLHK : Limbah dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dilarang Dibuang di TPA
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dirjen PSLB3 KLHK : Limbah dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dilarang Dibuang di TPA

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 21:33 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) melarang keras limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) atau limbah medis dibuang di Tempat Pemroses Akhir (TPA) sampah rumah tangga atau sejenis sampah rumah tangga.

"Untuk itu kepada para gubernur, wali kota, dan bupati agar memastikan bahwa limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan di masa pandemi ini terdata dan dilaporkan pengelolaannya kepada Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK," tegas
Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3), KLHK, , dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2020).

Sebelumnya Dirjen PSLB3 Rosa Vivien Ratnawati telah mengeluarkan surat Nomor S.401/PSLB3/PS/PLB.0/10/2020 tertanggal 27 Oktober 2020, yang ditujukan kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia. Surat tersebut diterbitkan terkait adanya sejumlah pemberitaan yang menyebutkan banyak limbah medis Covid-19 yang dibuang di TPA sampah rumah tangga.

Dalam point pertama surat Dirjen PSLB3 menyatakan, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau limbah medis, wajib dikelola sesuai dengan Peraturan Menteri LHK Nomor P.56/MenLHK-Setjen/2015 tentang Tata Cara Dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Untuk memutus mata rantai penularannya pada masa darurat pandemi Covid-19 ini, limbah infeksi Covid-19 diatur dalam Surat Edaran Menteri LHK Nomor SE.2/MenLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Covid-19

“TPA Sampah Rumah Tangga atau sejenis sampah rumah tangga, tidak diperbolehkan sebagai tempat pembuangan limbah medis (limbah infeksius Covid 19),” kata Rosa Vivien dalam surat yang ditembuskan ke menteri LHK, wakil menteri LHK, sekjen LHK, inspektur jenderal KLHK, dan dirjen Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan, KLHK

Dikatakan, mengenai penanganan limbah infeksius atau B3 medis khusus Covid-19, diatur khusus dalam Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tahun 2020. Aturan ini mengenai Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Covid-19.

Penanganan Covid-19, kata Vivien, diperlukan sarana kesehatan seperti alat pelindung diri (APD) dan sampel laboatorium. Setelah digunakan, sarana kesehatan ini menjadi limbah B3 dengan kategori limbah infeksius sehingga perlu dikelola seperti limbah B3.

Aturan ini secara umum mengatur pengelolaan limbah infeksius yang berasal dari fasyankes untuk penyimpanan dalam kemasan tertutup maksimal dua hari sejak dihasilkan. "Mengangkut dan/atau memusnahkan pada pengolahan LB3 menggunakan fasilitas insinerator dengan suhu pembakaran minimal 800°C atau otoklaf yang dilengkapi dengan pencacah," katanya.

Rosa Vivien mengatakan, surat edaran tersebut memastikan bahwa petugas kebersihan atau pengelola persampahan terlindungi dari sebaran penularan Covid-19. "Bagaimana pun, mereka adalah termasuk garda penting di lapangan dan memiliki risiko yang tinggi. Sehingga surat edaran tersebut memastikan bahwa petugas-petugas dan pengelola persampahan tersebut menggunakan alat pelindung diri dalam bekerja sehari-hari di lapangan," katanya.

Rosa Vivien mengimbau pemerintah daerah untuk aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pengelolaan limbah infeksius yang bersumber dari masyarakat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perkuat Kedaulatan Pangan, Hasto dan Risma Sampaikan Komitmen PDIP Laksanakan Gerakan Menanam

Kedaulatan pangan ini bisa dijadikan untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19 yang banyak disebut akan memicu krisis pangan.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Polres Bukittinggi Tahan 2 Anggota Moge Pengeroyok Prajurit TNI

Meski sejumlah anggota klub motor itu sudah menyampaikan minta maaf, namun proses hukumnya tetap jalan terus.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Ini Jawaban Mengapa Vaksinasi Covid-19 Diperlukan

Vaksinasi Covid-19 diperlukan guna memutus mata rantai penularan virus SARS Cov-2.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Olly-Steven Sulit Dibendung pada Pilgub Sulut

Pemilih PDIP solid menyatakan petahana kuat, di mana 83,2% pemilih dari partai itu menyatakan pasangan tersebut sulit dikalahkan.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Imbau Wisatawan Patuhi Protokol Kesehatan

Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat yang ingin berwisata ke kawasan Puncak untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Megawati: PDIP Siap Bantu BMKG Sebar Informasi Potensi Kebencanaan

Menurut Megawati, PDIP memiliki Baguna yang sudah terbukti berkali-kali berkolaborasi dengan unsur pemerintah dalam membantu masyarakat.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Urai Kepadatan di Tol Japek, Petugas Berlakukan Contraflow

Contraflow diberlakukan mulai KM 65 hingga KM 47 arah Jakarta.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Banjir di Lumbir, Jalur Selatan Jateng Sempat Tersendat

Arus lalu lintas di jalur selatan Jawa Tengah dilaporkan sempat tersendat akibat banjir di Lumbir, Kabupaten Banyumas.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Vaksin Covid-19 Diragukan, Ini Jawaban Pakar

Dalam kondisi pandemi atau wabah, maka proses pembuatan vaksin memang lebih cepat dibanding biasanya.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Bupati Nagekeo Apresiasi Bantuan Akses Air Bersih dari Kemhub

Kemhub telah menyumbangkan donasi sebesar Rp 2 miliar dan 100 unit sepeda untuk mempermudah warga Nagakeo mengakses air bersih.

NASIONAL | 31 Oktober 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS