Sumpah Pemuda Momentum Amalkan Nilai Kebangsaan Penangkal Radikalisme
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-1.02)   |   COMPOSITE 6140.17 (-29.79)   |   DBX 1202.23 (-7.24)   |   I-GRADE 182.055 (-0.15)   |   IDX30 520.23 (-2)   |   IDX80 139.249 (-0.55)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.96)   |   IDXESGL 143.85 (-0.6)   |   IDXG30 142.18 (0.28)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-2.43)   |   IDXQ30 148.957 (-0.35)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-1.59)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.91)   |   IDXV30 138.219 (-0.82)   |   INFOBANK15 1055.23 (-1.76)   |   Investor33 446.478 (-0.99)   |   ISSI 180.128 (-0.95)   |   JII 636.549 (-3.86)   |   JII70 222.134 (-1.29)   |   KOMPAS100 1238.45 (-5.39)   |   LQ45 966.883 (-2.81)   |   MBX 1689.51 (-7.8)   |   MNC36 329.297 (-1)   |   PEFINDO25 325.3 (-5.45)   |   SMInfra18 310.992 (0.98)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-1.22)   |  

Sumpah Pemuda Momentum Amalkan Nilai Kebangsaan Penangkal Radikalisme

Senin, 2 November 2020 | 23:49 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Guru besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Faisal Abdullah mengatakan, peringatan hari Sumpah Pemuda harus dijadikan momentum.

Momentum untuk mengajak pemuda-pemudi Indonesia agar menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan dalam menangkal masuknya ideologi radikal.

"Di mana seharusnya ide itu tidak berdasarkan suatu keagamaan, suku, ras maupun bahasa tertentu, tetapi membawa ideologi yang majemuk. Kita punya ideologi yang bernama Pancasila hingga saat ini. Di mana bangsa ini tetap kokoh dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan," ujar Faisal Abdullah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2020).

Faisal menuturkan, itulah yang seharusnya dilakukan oleh para tokoh bangsa, tokoh masyarakat, maupun oleh para pemuda-pemudi saat ini.

Jadi kesadaran kebangsaan itu tidak boleh hilang dalam jati diri para pemimpin bangsa dan pemuda itu sendiri. Karena, menurutnya, tumbuhnya kesadaran kebangsaan itu bukanlah suatu hadiah.

"Di mana kesadaran kebangsaan ini merupakan suatu aktualisasai diri. Jadi kesadaran berbangsa ini memang harus tumbuh dan berkembang di dalam rumah tangga seorang pemuda itu. Mulai dari orang tuanya maupun anaknya sendiri yang mana kesadaran kebangsaan itu harus selalu dipelihara," tuturnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Deputi I bidang Pemberdayaan Pemuda di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) tersebut menyampaikan, untuk merefleksi kembali Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari, harus menemukan satu titik yang namanya satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

Faisal mengatakan, pada era sekarang ini, masih saja generasi muda mudah terprovokasi.

Kalau hal ini dibiarkan, tentunya, akan sangat berbahaya bagi persatuan bangsa. Ini dikarenakan masih minimnya literasi yang dimiliki para anak muda sehingga mereka mudah terprovokasi akibat adanya hoax dan ujaran kebencian yang disebar melalui media sosial

"Generasi muda ini tentunya masih banyak yang jiwanya masih labil. Bahkan di masyarakat luas sendiri juga masih rendah literasinya sehingga mudah terprovokasi. Tentunya hal ini kita semua harus bersama-sama memberikan literasi yang positif kepada para generasi muda agar terhindar dari konten-konten provokasi tersebut. Karena ini penting bagi generasi muda untuk memperkokoh NKRI," ujarnya



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pakar: Akses Beasiswa LPDP Harus Dibuka untuk Semua Masyarakat

Khusus untuk anak dari keluarga kurang mampu, ia minta pemerintah memberi kemudahan serta fasilitas.

NASIONAL | 2 November 2020

Selama 8 Tahun, LPDP Berikan Beasiswa kepada 25.326 Orang

LPDP telah berhasil meluluskan 11.767 alumni yang siap mengabdi dan berkontribusi bagi negara Indonesia.

NASIONAL | 2 November 2020

Jokowi Tandatangani UU Cipta Kerja

UU Cipta Kerja memiliki 769 halaman, ditambah 418 halaman penjelasan. Dengan demikian, jumlah halaman UU Cipta Kerja menjadi 1.187 halaman.

NASIONAL | 2 November 2020

Mendikbud Harap Penerima Beasiswa LPDP Kembali ke Indonesia

Ia mencontohkan dirinya sendiri yang juga kembali ke Indonesia setelah belajar di luar negeri.

NASIONAL | 2 November 2020

Libur Panjang Usai, Pelaku Bisnis Wisata DIY Jalani Tes Swab

Pemda DI Yogyakarta mulai menggelar swab massal bagi pelaku wisata, setelah wisatawan dan pemudik memasuki DIY saat libur panjang akhir Oktober lalu.

NASIONAL | 2 November 2020

Gubernur Nurdin Abdullah Serahkan Langsung Buku Karya Anak Sulsel ke Presiden Jokowi

Nurdin Abdullah, menyerahkan langsung buku berjudul Ceritaku Ceritamu karya Hazura Indar Faradiba, ke Presiden Jokowi, di Istana Negara, Senin (2/11/2020).

NASIONAL | 2 November 2020

UMP Sulteng 2021 Tidak Naik

Pemprov Sulteng mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 tidak mengalami kenaikan atau tetap dengan nominal Rp 2.303.711 per bulan.

NASIONAL | 2 November 2020

Waspada Bencana Hidrometeorologi hingga Tahun Depan

Pusat pengamatan siklon tropis yang berada di Jakarta mencatat pada Oktober hingga November telah terjadi 6 siklon tropis.

NASIONAL | 2 November 2020

Eks Dirut PT DI Didakwa Memperkaya Diri Sendiri Rp 2 Miliar dari Kontrak Fiktif

Budi Santoso didakwa telah memerkaya diri sendiri hingga Rp 2 miliar dengan membuat kontrak kerja sama fiktif.

NASIONAL | 2 November 2020

Besok, Presiden dan Wapres Dijadwalkan Buka Rakornas FKUB Seluruh Indonesia

Rakornas Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) akan dilakukan secara virtual.

NASIONAL | 2 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS