P2G Minta Kemdikbud Evaluasi PJJ Fase Dua
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-2.05)   |   COMPOSITE 6429.76 (0.29)   |   DBX 1210.46 (12.07)   |   I-GRADE 190.638 (-1.34)   |   IDX30 545.485 (-1.51)   |   IDX80 146.318 (-0.07)   |   IDXBUMN20 442.834 (-1.24)   |   IDXESGL 150.48 (0.29)   |   IDXG30 147.901 (0.37)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-0.73)   |   IDXQ30 155.036 (-0.96)   |   IDXSMC-COM 294.681 (0.4)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-0.55)   |   IDXV30 149.629 (0.56)   |   INFOBANK15 1097.88 (-12.35)   |   Investor33 466.613 (-1.1)   |   ISSI 189.631 (-0.01)   |   JII 670.82 (0.69)   |   JII70 234.975 (-0.16)   |   KOMPAS100 1301.99 (-2.17)   |   LQ45 1014.85 (-1.65)   |   MBX 1779.94 (-2.58)   |   MNC36 344.694 (-0.95)   |   PEFINDO25 341.155 (-2.53)   |   SMInfra18 331.858 (2.19)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.15)   |  

P2G Minta Kemdikbud Evaluasi PJJ Fase Dua

Rabu, 4 November 2020 | 00:01 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim meminta pemerintah (Kemdikbud) evaluasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang telah berlangsung selama delapan bulan ini. Permintaan evaluasi mengacu pada banyaknya siswa yang mulai jenuh dan stres menjalankan PJJ. Bahkan belum lama ini ditemukan kasus tiga anak meninggal karena PJJ.

Tidak hanya anak didik yang stres karena PJJ, ternyata di sisi lain para guru juga tidak menjalankan pembelajaran dengan kondisi darurat. Bahkan, guru di beberapa daerah belum mendapat arahan dan petunjuk untuk menjalankan pembelajaran di masa pandemi. Mereka juga belum mendapat modul pendampingan. Hal Ini menyebabkan PJJ fase dua tidak jauh berbeda dengan fase pertama.

"Pelaksanaan PJJ fase kedua belum ada perubahan yang signifikan dari fase pertama. Indikasinya adalah belum ada intervensi yang berarti terkait dengan pelaksanaan PJJ,” kata Satriwan kepada Suara Pembaruan, Selasa (3/11/2020).

Satriwan menyebutkan, sejak penerapan PJJ fase pertama, P2G telah mendorong Kemdikbud untuk bekerja sama lintas kementerian dan lembaga (K/L) termasuk pemerintah daerah (pemda) untuk melakukan intervensi, agar PJJ fase dua mengalami perubahan.

Sayangnya intervensi hanya fokus pada PJJ dalam jaring (daring), sementara untuk PJJ luring selama delapan bulan ini belum ada intervensi yang berarti dari K/L. Dengan begitu, untuk daerah yang tidak memiliki jaringan internet sangat kesulitan menjalankan PJJ. Ditambah para guru sulit mendapat referensi pembelajaran, bahkan modul pembelajaran yang didesain Kemdikbud tidak semua dimiliki guru.

"Kebanyakan para guru tidak memahami modul. Wajar saja mereka tidak tahu dan tidak paham karena mereka tidak bisa membuka akses internet. Padahal kurikulum darurat semestinya sudah dipahami oleh guru-guru. Tetapi ternyata belum. Contohnya guru SD di Kabupaten Tanah Datar dan Padang Panjang, Sumatera Barat., saya mendapatkan laporan di sana mereka tidak mengetahui ada informasi tentang kurikulum darurat,” kata Satriawan.

Ditempat terpisah, Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti, ikut menanggapi kasus meninggalnya seorang siswi SMA di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan Kota Tarakan yang bunuh diri karena tugas PJJ. Retno mengatakan hasil pemantauan pelaksanaan PJJ fase pertama pada Maret-Juni 2020, peserta didik cenderung mampu mengatasi tekanan psikologis karena pembelajaran tatap muka (PTM) sempat dilakukan selama 4 bulan. Namun hasil pemantauan pada PJJ fase kedua, anak-anak lebih sulit mengatasi permasalahan psikologis, sehingga berpengaruh pada kesehatan mental seorang anak/remaja.

Pergantian kelas dengan suasana yang baru tanpa tatap muka, menurut Retno, membuat anak-anak sulit memiliki teman dekat untuk saling berbagi dan bertanya. Akibatnya, kesulitan pembelajaran ditanggung anak sendiri jika anak tersebut tidak berani bertanya kepada gurunya. Kondisi ini diperburuk dengan ketidakmerataan akses terhadap fasilitas pendukung untuk pembelajaran daring maupun luring yang dialami pada anak yang sudah masuk usia sekolah.

"Fase dua ini, anak naik kelas dengan situasi yang berubah, wali kelasnya ganti, guru mata pelajarannya berbeda, dan kemungkinan besar kawan-kawan sekelasnya juga berbeda dari kelas sebelumnya,” kata Retno dalam siaran pers, Selasa (3/11/2020).

Psikososial
Tidak hanya masalah kurikulum darurat yang tidak dipahami guru, di masa pandemi ini tentu tidak dapat dipungkiri aspek psikososial anak terganggu. Mereka merasa bosan tinggal di rumah, khawatir tertinggal pelajaran, timbul perasaan tidak aman, dan lainnya. Situasi ini, anak membutuhkan orang tua untuk bisa menjadi penguat anak. Namun, tidak semua orang tua demikian, sebaliknya ada orang tua yang tidak sabar mengajar anaknya.

Alhasil muncul kekerasan pada anak secara emosional karena tidak memiliki kesabaran mendampingi anak belajar. Untuk itu, Retno mendorong, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Dinas Kesehatan harus memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, orang tua, maupun anak untuk memahami apakah dia terdampak secara psikologis. Gejala-gejala umum seperti menurunnya semangat untuk menjalankan aktivitas, mudah marah, dan cepat kehilangan konsentrasi itu memang normal namun tetap harus diperhatikan jika terjadi secara berkepanjangan.

Selanjutnya, Sekjen FSGI, Heru Purnomo menuturkan, pihaknya mendorong para pengawas, kepala sekolah, guru Bimbingan Konseling(BK) dan wali kelas, dan guru mata pelajaran mengurangi beban psikologis peserta didik dengan mengurangi beban tuntutan pengumpulan tugas.

Merespons hal ini, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kemdikbud, Evy Mulyani mengatakan, PJJ dilaksanakan pada masa pandemi karena mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan dan masyarakat luas. Dalam hal ini, Kemdikbud telah menghadirkan berbagai kebijakan yang bertujuan meringankan beban siswa, guru, dan orang tua di masa pandemi.

Evy menyebutkan, Kemdikbud terus mendorong sekolah memakai kurikulum yang disederhanakan di masa pandemi demi meringankan beban guru, siswa, dan orang tua. Guru juga selalu diimbau mengajarkan esensi mata pelajaran untuk naik ke jenjang selanjutnya di masa wabah ini.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi: Perguruan Tinggi Jangan Terjebak pada Rutinitas

Perguruan tinggi harus memiliki waktu, energi, dan keberanian untuk melakukan perubahan.

NASIONAL | 3 November 2020

LAN, Kempan RB, dan Pemprov Jabar Teken Kerja Sama Penyelenggaraan Corporate University bagi ASN Jabar

Pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dilaksanakan secara terintegrasi, serta sesuai antara kebutuhan pegawai dan kebutuhan organisasi.

NASIONAL | 3 November 2020

Presiden Jokowi Targetkan Perhutanan Sosial Tercapai Tahun 2024

Program Perhutanan Sosial yang mulai diluncurkan pada 2015 lalu, telah mencapai 4,2 juta hektare pada September tahun 2020.

NASIONAL | 3 November 2020

Pemkot Bogor Segera Potong 133 Pohon Rawan Tumbang

Pemkot Bogor potong rawan tumbang.

NASIONAL | 3 November 2020

Jokowi Minta FKUB Rawat Kerukunan Umat Beragama di Tengah Kemajemukan Bangsa

Kebinekaan dalam masyarakat Indonesia merupakan anugerah yang harus terus dijaga dan dipertahankan sebagai kekuatan bangsa Indonesia.

NASIONAL | 3 November 2020

KPK Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Korupsi PT Dirgantara Indonesia

KPK tetapkan tiga tersangka baru kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran produk PT Dirgantara Indonesia.

NASIONAL | 3 November 2020

Pemerintah Targetkan 30% Hutan Dikuasai Rakyat, 70% Swasta

Pada 2014, hanya 4% saja hutan yang dialokasikan untuk rakyat.

NASIONAL | 3 November 2020

Menkumham Sebut UU Cipta Kerja Lompatan Besar Sejarah Hukum Indonesia

Yasonna meyakini UU Cipta Kerja memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peraturan perundang-undangan Indonesia.

NASIONAL | 3 November 2020

Survei LSI: 39,6% Masyarakat Menilai Tingkat Korupsi Meningkat

Sebanyak 13,8 persen responden menyatakan tingkat korupsi menurun di masa pandemi.

NASIONAL | 3 November 2020

Menteri LHK Pastikan UU Cipta Kerja Tak Memicu Eksplorasi Berlebihan

Siti Nurbaya menegaskan, UU Cipta Kerja memegang prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan usaha yang bersinggungan dengan lingkungan hidup.

NASIONAL | 3 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS