Disiplin 3M Masih Rendah Karena Masyarakat Yakin Sembuh dari Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Disiplin 3M Masih Rendah Karena Masyarakat Yakin Sembuh dari Covid-19

Rabu, 4 November 2020 | 22:58 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah nampaknya perlu bekerja keras untuk menggenjot sosialisasi penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona. Hal ini lantaran sebagian masyarakat masih belum menyadari sepenuhnya bahaya Covid-19 yang telah menewaskan jutaan orang di seluruh dunia hingga saat ini.

"Pemerintah dan Satgas Covid-19 masih memerlukan melakukan sosialisasi lebih jauh mengenai bahaya Covid-19," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari dalam webinar 'Wedangan IKA UNS Seri XXX: 6 Tahun Pemerintahan Jokowi', Rabu (4/11/2020).

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indo Barometer pada 10 Oktober hingga 17 Oktober 2020, Qodari mengatakan, sebagian besar responden mengakui pentingnya penerapan protokol kesehatan. Bahkan, hampir seluruh responden mengklaim sering dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Namun, saat ditanya tingkat kedisiplinan masyarakat pada umumnya, mayoritas responden mengakui tingkat kedisiplinan masyarakat masih rendah.

"Yang mengatakan tidak disiplin 52 persen dan yang menjawab sudah disiplin 43 persen. Jadi kalau ditanya mengenai orang lain, dia jawabannya fair kalau ditanya diri sendiri, jawabannya cenderung positif," katanya.

Survei Indo Barometer ini juga menunjukkan penyebab tingkat kedisiplinan masyarakat Indonesia untuk menerapkan 3M masih rendah. Sebanyak 57 persen responden meyakini kecil kemungkinan terinfeksi virus corona, sementara yang mengaku kemungkinan besar terinfeksi virus corona hanya 16,8 persen responden.

Di sisi lain, sebanyak 50,9 persen responden meyakini berpeluang sembuh jika terinfeksi virus corona dan hanya sekitar 14,3 persen responden yang mengaku kecil peluangnya untuk sembuh jika terinfeksi.

"Ini menambah penjelasan kenapa tingkat disiplinnya masih rendah. Jadi individu itu merasa kecil kemungkinan terinfeksi Covid dan kalaupun terkena kemungkinan sembuhnya besar. Jadi ini masih dianggap enteng sebetulnya oleh masyarakat kita," katanya.

Selain sosialisasi penerapan 3M, Qodari mendorong pemerintah dan Satgas Covid-19 untuk turut menyosialisasikan biaya yang dibutuhkan dalam penanganan virus corona yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk satu pasien. Dengan mengetahui biaya besar yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau kita mau dalam tanda kutip sosialisasi mengenai Covid, salah satu titik tekannya adalah persoalan biaya. Dengan cara seperti itu maka kemudian masyarakat kita akan takut karena biayanya itu besar," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPR: Sikap Presiden Jokowi ke Macron Mewakili Muslim Indonesia

Langkah strategis Jokowi sebagai pemimpin Negara Muslim terbesar di dunia akan sangat didengar oleh negara-negara di Eropa, khususnya Prancis.

NASIONAL | 5 November 2020

DPR: Kesalahan Ketik Lakukan Legislative Review

Polemik UU Cipta Kerja masih berlanjut.

NASIONAL | 4 November 2020

Kejaksaan Tangkap Buronan Kasus Penyalahgunaan Anggaran Kanwil Departemen Agama Sulsel

Kejaksaan berhasil mengamankan terpidana yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atas nama Ahmad Rasyidi yang telah buron selama empat tahun.

NASIONAL | 4 November 2020

Ganjar Tak Ingin Terapkan PSBB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tak mau melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya.

NASIONAL | 4 November 2020

Zudan: Ada Tata Nilai Baru dari Jokowi

Ada tata nilai baru yang dilahirkan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

NASIONAL | 4 November 2020

Prabowo Disebut Menteri Jokowi Paling Berkinerja Bagus

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dinilai sebagai menteri yang memiliki kinerja paling baik di pemerintahan Presiden Joko Widodo

NASIONAL | 4 November 2020

6 Tahun Pemerintahan Jokowi, Dukungan di Sektor Pertahanan Belum Maksimal

Enam tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), sudah ada cukup banyak kemajuan yang diperoleh.

NASIONAL | 4 November 2020

Kunjungi Sekolah di Palu, Mendikbud Disambut Curhat Guru

PJJ bukan kebijakan yang diinginkan, namun kebijakan ini terpaksa dilakukan untuk menjaga keselamatan semua pihak.

NASIONAL | 4 November 2020

Survei Indo Barometer: Mayoritas Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

Mayoritas masyarakat Indonesia mengaku merasa puas dengan setahun kinerja Presiden Joko Widodo pada periode kedua.

NASIONAL | 4 November 2020

PSI: Jadikan Kasus Djoko Tjandra sebagai Momentum Bersih-bersih Penegak Hukum

Kasus korupsi yang melibatkan Djoko Tjandra sangat menyedihkan dan mencoreng kinerja penegakan hukum.

NASIONAL | 4 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS