Ini Sosok Anton Sudanto, Pembela Hukum John Kei
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Ini Sosok Anton Sudanto, Pembela Hukum John Kei

Jumat, 6 November 2020 | 18:01 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tidak semua orang di republik ini berani berurusan dengan John Refra Kei alias John Kei. Rekam jejaknya yang erat dengan dunia kekerasan, membuat baik lawan maupun kawan segan. Namun, hal itu tak berlaku bagi Anton Sudanto.

Lelaki mualaf beretnis Tiongoa ini merupakan ketua tim kuasa hukum John Kei, dalam kasus dugaan penyerangan terhadap Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, beserta anak buahnya. Seperti John, Anton juga bukan orang sembarangan. Walau masih muda, ia dijuluki 'monster persidangan'.

"Betul, saya mengenal salat dan Islam ketika saya kuliah S2 di Los Angeles Amerika," kata Anton, Jumat (6/11/2020), di Jakarta.

Adapun gelar "monster persidangan" didapatkan Anton berkat sepak terjangnya di pengadilan. Anton dikenal "galak". Terutama saat mengadvokasi pihak-pihak yang memakai jasanya. "Saya dipanggil 'monster' karena galak dan tegas. Tidak kompromi sesuai undang-undang, peraturan dan sering debat di persidangan. Jadi keras, tegas, membela klien, membela kebenaran," tandasnya Anton.

Bukan tanpa sebab karakter tersebut dimiliki Anton. Sikap ini, salah satunya hadir berkat pengalamannya semasa menjadi mahasiswa. Ia pernah menjadi ketua senat salah satu perguruan tinggi ternama di Jakarta.

Anton memimpin belasan ribu mahasiswa, dan menyalurkan aspirasi mereka. Strata pendidikan hukum yang ia tempuh juga tak main-main. Ia merupakan pria muda yang menyandang gelar doktor hukum. "Jadi saya sudah terbiasa dengan dinamika apa pun," ucapnya.

"Saya yang muka seperti ini, hanya 'monster' dalam materi pidana di persidangan saja, di luar sidang ya hati tetap rendah hati, baik dan senang bergurau," ujarnya Anton.

Prinsipnya yang tak kompromi terhadap pelanggaran hukum, juga ia praktikan ketika menangani perkara John Kei.

Anton memastikan kehadirannya sebagai pengacara pria asal Kepulauan Kei, Maluku Tenggara itu, bukan untuk 'menghilangkan bukti' adanya kekerasan maupun pembunuhan, jika memang faktanya terjadi.

"Kami sebagai advokat juga tidak boleh menzalimi siapa pun. Jika memang ada pencurian, pengrusakan bahkan pembunuhan pun, tetap harus kita bilang ada. Kita hanya berjuang mengurangi hukuman," jelasnya.

Meski begitu, jika John Kei tak terbukti memerintahkan penyerangan, demi hukum ia meminta pengadilan membebaskan kliennya.

"Tapi jika memang tidak bersalah maka tentunya harus dibebaskan karena itu hak konstitusional tiap orang," jelas Anton.

Dirinya tak ingin gara-gara nama besar John Kei dan riwayatnya, lantas penghakiman terhadap kliennya itu dilakukan sejak dini dan berlebihan, meski buktinya tak kuat. Anton berharap, pembuktian segala tudingan yang ditujukan terhadap John Kei, komprehensif.

Sebab jika tidak, itu sama saja menyalahi tujuan dari diadakannya peradilan sendiri.

"Dalam pidana itu, pembuktian harus seterang cahaya. Jangankan perkara yang besar, perkara kecil saja jika pembuktiannya tidak terang maka tidak boleh seseorang dipidana. Itu kriminalisasi dan zalim. Kami sebagai advokat harus melawan kezaliman dan membuktikan itu," jelasnya.

Anton bersama tim kuasa hukum berharap, seluruh pihak tak buru-buru berprasangka buruk terhadap John Kei. Karena kendati seseorang pernah terjerembab dalam dunia kelam, bisa saja di kesempatan berikutnya berubah.

"Kami memohon doanya kepada masyarakat dan para hakim, agar kami bisa menjalankan semua ini sampai putusan dimana klien kami John Refra atau John Kei memang benar sudah berubah. Bolehkan orang yang dilabeli negatif berubah lebih baik. Orang yang pernah dipidana juga bisa berubah baik. Bahkan banyak orang yang tidak pernah dipidana lebih jahat dan merampas uang rakyat," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemdes PDTT Terbitkan Panduan Desa Damai Berkeadilan

Mendes PDTT berharap penyusunan panduan desa damai berkeadilan bisa membantu desa menjamin kesetaraan akses keadilan bagi masyarakat desa.

NASIONAL | 6 November 2020

Di Tengah Pandemi, Desainer Merdi Sihombing Konsisten Terhadap Lingkungan dan UMKM

Desainer Merdi Sihombing tetap peduli terhadap lingkungan sekaligus berupaya menghidupkan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

NASIONAL | 6 November 2020

Enam Tokoh Akan Dapatkan Gelar Pahlawan Nasional

Enam tokoh ini sudah melewati tahapan seleksi ketat yang dilakukan dewan gelar dari 20 tokoh yang diusulkan.

NASIONAL | 6 November 2020

198 Santri dan Pengasuh Ponpes Krapyak Positif Covid-19

Terdata sebanyak 198 santri dan pengasuh Pondok Pesantren Krapyak terinfeksi virus corona.

NASIONAL | 6 November 2020

54 Tahun Universitas Pancasila Hasilkan Lulusan yang Apik

Universitas Pancasila terus berupaya semakin maju untuk menghasilkan lulusan yang Apik (Adaptif-Produktif-Inovatif-Kontibutif).

NASIONAL | 6 November 2020

6 Tokoh Ini Akan Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Keenam tokoh yang akan diberi gelar Pahlawan Nasional ini berasal dari berbagai latar belakang dan wilayah di Indonesia.

NASIONAL | 6 November 2020

Perpustakaan Berperan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Perpustakaaan menjadi ruang berbagi pengalaman, belajar kontekstual sekaligus berlatih keterampilan, dan kecakapan sosial.

NASIONAL | 6 November 2020

Gubernur Ganjar Pantau Warga di Lereng Merapi

Kedatangan Ganjar ke desa tertinggi di lereng Gunung Merapi yang hanya berjarak 3 kilometer itu untuk memberikan edukasi kepada warga.

NASIONAL | 6 November 2020

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jambi Capai 55%

Persentase kesembuhan Covid-19 di Provinsi Jambi tersebut meningkat lima persen dibandingkan sepekan sebelumnya.

NASIONAL | 6 November 2020

Hadiri CPA Days 2020, Ini Harapan Ketua BPK untuk Akuntan Publik

Menurut Ketua BPK, peran profesi akuntan publik sebagai trusted professional harus terus ditanamkan.

NASIONAL | 6 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS