Pendiri NII: Terduga Teroris Lampung Ingin Lakukan Teror di Jawa
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Pendiri NII: Terduga Teroris Lampung Ingin Lakukan Teror di Jawa

Senin, 9 November 2020 | 17:05 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri telah mengamankan empat terduga teroris Lampung di tiga tempat berbeda, yakni satu orang di Panjang Bandar Lampung, satu di Metro, dan dua orang di Pringsewu.

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mengapresiasi tim Densus 88 yang telah menangkap empat terduga teroris di Provinsi Lampung. Menurut Ken, empat orang yang diamankan berinisial Sul, Dav, Bak, dan RG. Mereka diduga terlibat dengan kelompok Imar Banten, yang sudah tertangkap lebih dahulu, di Jawa Barat. "Diduga mereka berencana melakukan amaliyah teror di beberapa kota di Jawa," kata Ken Setiawan, di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Ken menyebut bahwa saat ini kelompok radikal sudah mulai bergerak di beberapa daerah di Indonesia. Salah satu pemicunya tindakan Presiden Perancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina Islam.

Padahal dia meyakini, yang dimaksud Presiden Prancis adalah oknum kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam. Presiden Prancis resah dengan kiprah para imam dari negara-negara luar yang cenderung membawa wajah Islam terkesan radikal.

Bahkan pasca-penyerangan terhadap warga di dekat kantor redaksi Charlie Hebdo pada 25 September 2020, Imam Besar Masjid Agung Paris Chems-eddine Hafiz dan para pengurus Dewan Masjid Prancis menemui Presiden Emmanuel Macron di Istana Elysee.

Mereka mendesak Macron agar segera membuat UU khusus untuk mengatasi kaum Islamis (radikal) yang berupaya membangkang terhadap pemerintah. "Mereka gelisah karena polisi dan jaksa dianggap tak serius menangani aksi-aksi kekerasan bermotif agama," ucap Ken.

Kepada Macron, para pengurus masjid di Prancis juga menegaskan bahwa untuk menghadapi kelompok radikal itu perlu diperbanyak imam moderat.

Menurut Ken, momen di Prancis ini dimanfaatkan jaringan kelompok radikal di Indonesia untuk membuat propaganda agar masyarakat teradu domba, bahkan tidak sedikit yang main boikot dan membakar produk Prancis.

Minimnya sosialisasi pencegahan bahaya radikalisme membuat kelompok radikalisme seolah-olah mendominasi. Padahal kelompok radikal tidak banyak, tapi mereka militan dan bergerak terstruktur sistemis dan masif, sementara kelompok masyarakat yang moderat cenderung diam dan membiarkan radikalis merajalela.

Dikatakan Ken, persebaran kelompok radikalisme di Indonesia sudah merupakan ancaman serius. Bila propaganda adu domba pelaku radikalisme diabaikan, tidak mustahil Indonesia bisa luluh lantak seperti Suriah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Aparat Gabungan Tingkatkan Patroli ke Zona Merah Sinabung

Petugas disiagakan di setiap pintu masuk menuju kaki Sinabung.

NASIONAL | 9 November 2020

Kuasa Hukum Sebut Perkara Suap Irjen Napoleon Rekayasa

Kuitansi atau bukti penerimaan uang dari Tjandra kepada pengusaha Tommy Sumardi tidak mencantum maksud penerimaan uang tersebut.

NASIONAL | 9 November 2020

Jokowi Ingatkan Masyarakat Hati-hati Agunkan Sertifikat Tanah

Jokowi meminta agar masyarakat hati-hati dalam berhitung untuk meminjam modal.

NASIONAL | 9 November 2020

Berikan Rasa Keadilan, Imbauan Penerapan Pasal TPPU oleh Kejagung Diapresiasi

Kejaksaan Agung meminta seluruh Kejaksaan di daerah untuk tidak ragu mengenakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap tersangka korupsi.

NASIONAL | 9 November 2020

Satgas Covid-19: Masyarakat Semakin Patuh Protokol Kesehatan

Masyarakat pada saat ini sudah mulai terbiasa melakukan kebiasaan baru yang menerapkan protokol kesehatan dengan ketat guna mencegah Covid-19.

NASIONAL | 9 November 2020

Ketua DPR Dijadwalkan Ikut KRI Semarang untuk Tabur Bunga Hari Pahlawan

Ketua DPR Puan Maharani dijadwalkan ikut di KRI Semarang untuk memimpin salah satu acara peringatan tabur bunga.

NASIONAL | 9 November 2020

Ganjar Tekankan Pentingnya Netralitas ASN dalam Pilkada

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta para aparatur sipil negara (ASN) untuk menahan diri dan tidak terlibat dalam kontestasi pilkada.

NASIONAL | 9 November 2020

Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja, KPK Periksa Mantan Sekda Mimika

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa enam orang saksi kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32.

NASIONAL | 9 November 2020

Puan: DPR Berkomitmen Awasi Penanganan Pandemi Covid-19

Ketua DPR Puan Maharani menegaskan DPR berkomitmen melaksanakan fungsi pengawasan kinerja pemerintah, khususnya pada pada penanganan pandemi Covid-19.

NASIONAL | 9 November 2020

Puan Membeberkan Sejumlah RUU yang Jadi Agenda Strategis DPR

Ketua DPR Puan Maharani membeberkan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang menjadi agenda strategis DPR pada masa sidang II tahun sidang 2020-2021.

NASIONAL | 9 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS