Luncurkan Riset Masa Depan Indonesia, Ketum Iluni UI: Kita Harus Tahan terhadap Perubahan
Logo BeritaSatu

Luncurkan Riset Masa Depan Indonesia, Ketum Iluni UI: Kita Harus Tahan terhadap Perubahan

Rabu, 11 November 2020 | 06:38 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Andre Rahadian menekankan pentingnya perencanaan Indonesia 2045 dari saat ini.

“Banyak game changer beberapa tahun belakangan, mulai dari revolusi 4.0, masuknya kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan pandemi Covid-19, membuat kita harus bersiap dan menjadi orang-orang yang tahan dan agile akan segala macam perubahan,” ujar Andre dalam Diskusi Publik dan Peluncuran Riset Masa Depan Indonesia: Manusia dan Pemimpin Indonesia 2045, Selasa (10/11/2020).

Andre menyebutkan jelang 100 tahun kemerdekaan Indonesia, Iluni UI melakukan riset komprehensif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan menuju Indonesia di tahun 2045, yaitu para mahasiswa dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa UI (BEM UI), serta para alumni, dan akademisi UI.

“Kita harapkan juga masukan dari guru-guru besar UI. Semoga hasil risetnya bisa jadi masukan untuk pemangku kepentingan,” imbuh Andre.

Ketua Iluni UI Rahmat Yananda mengatakan, proyek riset bertajuk ‘Masa Depan Indonesia: Manusia dan Pemimpin Indonesia 2045’ ini merupakan perencanaan skenario manusia Indonesia untuk menghadapi situasi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexcity, Ambiguity) akibat revolusi digital dan pandemi Covid-19.

“Pandemi akan menjadi kekuatan primer menambah ketidakpastian dan kompleksitas serta mempengaruhi perkembangan megatren. Untuk itu, kegiatan riset ini mencoba mengantisipasi masa depan Indonesia menjelang berusia 100 tahun,” ungkap Rahmat.

Rahmat mengatakan VUCA menjadi isu penting untuk menghadapi dunia yang tidak pasti. Menurutnya, manusia saat ini tidak bisa hidup dalam situasi statis dan harus siap dengan situasi kekacauan (chaos)

VUCA dinilai jadi determinan utama dalam menentukan arah tren ke depan. ”Kita tidak membayangkan dunia akan meredup selama 7 bulan semenjak virus Covid-19 diumumkan menyebar di Wuhan. Dalam lima tahun pertumbuhan ekonomi bertahan di 5%, lalu tiba-tiba dalam waktu sebentar jadi minus,” ujarnya.

Rahmat menjabarkan perencanaan skenario akan menggunakan kerangka waktu dan peta jalan selama 25 tahun, terhitung dari 2020 sampai dengan 2045. Riset gabungan Iluni 4.0, Policy Center, dan Iluni UI ini disebut akan mengangkat lima isu yakni teknologi informasi, Covid-19 dalam aspek psikologi sosial di Indonesia, globalisasi, perempuan dan lingkungan, serta demografi dan gender.

“Sebelum riset dilaksanakan, Iluni UI memerlukan masukan dan saran dari berbagai pihak agar riset yang dihasilkan komprehensif dan telah dilakukan review oleh ahli dan akademisi UI,” sebut Rahmat.

Ketua Iluni 4.0 Fithra Faisah Hastiadi mengatakan banyak pakar menyebut bahwa Covid-19 mempercepat perubahan masa depan. Selanjutnya, dari pertumbuhan ekonomi terkontraksi dua kuartal berturut-turut, ternyata sektor informasi, komunikasi, dan teknologi justru tumbuh di atas rata-rata.

“Ada perubahan perilaku karena orang-orang bekerja lebih efektif dan efisien. Tapi, di sisi lain ada tantangan karena kita berada dalam bonus demografi,” ungkapnya.

Pakar ekonomi UI itu juga menyoroti, menurut Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UI), peluang bonus demografi akan selesai di tahun 2030. Sementara, untuk bisa lolos dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap), bonus demografi tersebut harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 6-6.5%.

Pertumbuhan tersebut harus ditopang dengan pertumbuhan produktivitas. Namun, permasalahan lainnya dari 7 juta pengangguran, 4 juta penduduk berusia 15-24 tahun mendominasi angka pengangguran.

“Segala permasalahan tadi kuncinya cuma satu, yaitu pendekatan teknologi. Untuk membuat pertumbuhan lebih inklusif, maka teknologi juga lebih inklusif. Pemberdayaan dari masyarakat di level terbawah hanya bisa terjadi kalau masyarakatnya sudah berdaya dan bisa memanfaatkan teknologi dengan baik,” pungkas Fithra.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ketum TP PKK Instruksikan Kader Masifkan Kampanye Prokes

Ketum TP PKK menginstruksikan jajarannya untuk memasifkan kampanye protokol kesehatan Covid-19 di tengah masyarakat.

NASIONAL | 11 November 2020

Peringati Hari Pahlawan, Lions Club Indonesia Menabur Bunga di Atas Kapal KRI Usman Harun

Lions Club Indonesia memperingati hari Pahlawan dengan melakukan upacara dan menabur bunga dari atas geladak kapal KRI Usman Harun.

NASIONAL | 11 November 2020

Menpora Dorong Pemuda PUI Jadi Garda Terdepan Sebarkan Optimisme

Menpora Zainudin Amali mendorong pemuda Persatuan Ummat Islam menjadi garda terdepan untuk menyebarkan semangat optimisme khususnya di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 11 November 2020

Atasi Pengangguran, Sisa Dana Desa Digunakan untuk Padat Karya Tunai

Sisa dana senilai Rp 25,848 triliun akan sebisa mungkin dimanfaatkan untuk program padat karya tunai.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Kemdes PDTT Persiapkan Website untuk Promosikan Desa Wisata

Kemdes PDTT sedang mempersiapkan website khusus untuk mempromosikan desa wisata.

NASIONAL | 8 November 2020

Mendes PDTT: SDGs Desa Konsep Pembangunan Desa yang Terukur

SDGs Desa merupakan bentuk konsep pembangunan desa yang terukur, akseleratif, dan dapat dipantau oleh seluruh masyarakat.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Lewat SDGs Desa, Arah Pembangunan Desa Lebih Holistik

Salah satu tujuan dari SDGs Desa adalah mengentaskan kemiskinan dan kelaparan di desa.

NASIONAL | 6 November 2020

Otsus Penting untuk Dorong Perkembangan SDM Papua

Penerapan Otsus Papua dinilai sebagai pendekatan yang dilakukan pemerintah pusat dalam rangka peningkatan kesejahteraan, sekaligus untuk mengurangi kesenjangan.

NASIONAL | 10 November 2020

Selama Pandemi, 3 dari 10 Anak Mengalami Kekerasan Seksual di Dunia Maya

Kekerasan tersebut paling banyak dialami oleh responden anak perempuan yang berada di wilayah kerja DKI Jakarta dan Lombok.

NASIONAL | 10 November 2020

Menristek: Ekosistem Riset Butuh Sinergisitas Triple Helix

Menurut Menristek, peneliti atau inovator Indonesia akan terus berkontribusi sebagai solusi permasalahan bangsa.

NASIONAL | 10 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS