Jalur Khusus Cukup, Jakarta Butuh Rambu Sepeda
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Jalur Khusus Cukup, Jakarta Butuh Rambu Sepeda

Rabu, 11 November 2020 | 08:07 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / HS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemprov DKI Jakarta berencana menambah jalur sepeda hingga 500 kilometer (km) dari sekarang 63 km. Namun, masih banyak pesepeda menilai yang lebih dibutuhkan di Jakarta adalah rambu penunjuk arah yang lebih efisien buat pesepeda menuju jurusan tertentu.

Pesepeda dari Kompas Gramedia Cyclist (KGC), M Agung Pribadi, mengatakan, jalanan di Jakarta sudah sangat padat kendaraan.
"Memaksakan lajur sepeda yang jadi satu dengan jalan raya kadang hanya menciptakan konflik atau gesekan di lapangan. Lebih baik Dishub DKI Jakarta menambah rambu penunjuk arah bagi pesepeda untuk menuju titik tertentu secara lebih efisien. Juga mengalokasi anggaran untuk memberi insentif bagi warga yang gunakan sepeda sebagai alat transportasi. Bisa berupa aksesori atau safety item seperti helm, lampu, dan sebagainya," ujar Agung Pribadi kepada SP, Selasa (10/11).

Ia menyebutkan, rambu-rambu yang dibutuhkan, seperti rambu penunjuk arah atau jalan motong yang efisien buat sepeda, kemudian rambu lalin bagi pengendara kendaraan tentang adanya pesepeda, dan rambu tata cara bersepeda di jalan raya bagi pesepeda.

"Pemprov DKI tidak usah pusing-pusing memikirkan pesepeda. Atur aja pengendara motor dan mobil supaya lebih terbiasa dengan adanya pesepeda di jalan raya dan supaya mereka tahu sopan santun berlalu lintas, menempatkan pengguna jalan sesuai hirarki lalu lintas. Dengan begitu saling respek di jalan bisa terjaga," kata Agung.

Pegiat sepeda dari Ecotransport Hendro Talenta memiliki pendapat lain. Menurutnya, rambu untuk pesepeda memang dibutuhkan ketika jalurnya ada, maka penambahan jalur ini penting.
"Karena dengan menambah jalur berarti akan menambah pemahaman terkait pengguna jalan tak hanya kendaraan pribadi bermotor saja. Jalur lalu rambu," ujar Hendro.

Dikatakan, jika merujuk pada Kota Yogyakarta, rambu untuk pesepeda adalah rambu jalur sepeda, jalan alternatif pesepeda yang tak selalu mengikuti jalan utama atau protokol, tetapi bisa masuk pada jalan kecil-kecil.
"Kampanye publik kesadaran pengguna jalan untuk berkenan berbagi jalan, taat rambu lalu lintas, konsisten di sosial media, hadir di lapangan seminggu sekali dan talkshow. Semua dilakukan fokus pada keselamatan berkendara di jalan raya," tambah Hendro.

Pegiat sepeda lainnya dari Gowesser Anak Jakarta (GAJ), Agung Nugroho, mengatakan, efektivitas jalur sepeda hanya berfungsi jika jalur sepeda dibangun sesuai rute yang digunakan oleh komunitas pesepeda.
"Jalur sepeda yang dibangun sekarang ini belum semuanya sesuai dengan jalur pesepeda, sehingga perlu dievaluasi kembali efektivitas pembangunan jalur sepeda. Sehingga keinginan DKI menjadikan sepeda sebagai alat transportasi alternatif bisa terwujud," kata Agung Nugroho.

Dikatakan, rambu sepeda yang masih kurang adalah rambu parkir sepeda, dan rambu jalur khusus sepeda. Menurutnya, infrastruktur sepeda sebaiknya dibagi menjadi tiga jenis.
"Pertama bike path yang lebarnya 1,5 meter dibuat terpisah, kedua bike line yang sedang dibangun sekarang, dan ketiga bike road atau rute sepeda yang berada di persimpangan dilengkapi dengan marka serta lampu," tutur Agung Nugroho.
Ketika dikonfirmasi mengenai rencana menambah jalur sepeda dan terkait rambu untuk pesepeda, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo belum merespons, baik saat ditelepon ataupun pesan singkat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Luncurkan Riset Masa Depan Indonesia, Ketum Iluni UI: Kita Harus Tahan terhadap Perubahan

Manusia saat ini tidak bisa hidup dalam situasi statis, dan harus siap dengan situasi kekacauan (chaos)..

NASIONAL | 11 November 2020

Ketum TP PKK Instruksikan Kader Masifkan Kampanye Prokes

Ketum TP PKK menginstruksikan jajarannya untuk memasifkan kampanye protokol kesehatan Covid-19 di tengah masyarakat.

NASIONAL | 11 November 2020

Peringati Hari Pahlawan, Lions Club Indonesia Menabur Bunga di Atas Kapal KRI Usman Harun

Lions Club Indonesia memperingati hari Pahlawan dengan melakukan upacara dan menabur bunga dari atas geladak kapal KRI Usman Harun.

NASIONAL | 11 November 2020

Menpora Dorong Pemuda PUI Jadi Garda Terdepan Sebarkan Optimisme

Menpora Zainudin Amali mendorong pemuda Persatuan Ummat Islam menjadi garda terdepan untuk menyebarkan semangat optimisme khususnya di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 11 November 2020

Atasi Pengangguran, Sisa Dana Desa Digunakan untuk Padat Karya Tunai

Sisa dana senilai Rp 25,848 triliun akan sebisa mungkin dimanfaatkan untuk program padat karya tunai.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Kemdes PDTT Persiapkan Website untuk Promosikan Desa Wisata

Kemdes PDTT sedang mempersiapkan website khusus untuk mempromosikan desa wisata.

NASIONAL | 8 November 2020

Mendes PDTT: SDGs Desa Konsep Pembangunan Desa yang Terukur

SDGs Desa merupakan bentuk konsep pembangunan desa yang terukur, akseleratif, dan dapat dipantau oleh seluruh masyarakat.

NASIONAL | 31 Oktober 2020

Lewat SDGs Desa, Arah Pembangunan Desa Lebih Holistik

Salah satu tujuan dari SDGs Desa adalah mengentaskan kemiskinan dan kelaparan di desa.

NASIONAL | 6 November 2020

Otsus Penting untuk Dorong Perkembangan SDM Papua

Penerapan Otsus Papua dinilai sebagai pendekatan yang dilakukan pemerintah pusat dalam rangka peningkatan kesejahteraan, sekaligus untuk mengurangi kesenjangan.

NASIONAL | 10 November 2020

Selama Pandemi, 3 dari 10 Anak Mengalami Kekerasan Seksual di Dunia Maya

Kekerasan tersebut paling banyak dialami oleh responden anak perempuan yang berada di wilayah kerja DKI Jakarta dan Lombok.

NASIONAL | 10 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS