Dhany Kogoya Cs Resmi Ditahan

Dhany Kogoya Cs Resmi Ditahan
Sejumlah anggota kepolisian berpakaian preman membawa parang, panah dan 2 pucuk senjata yang merupakan barang bukti kejahatan pada rekonstruksi peristiwa Nafri di Pegunungan Nafri, Jayapura, Papua, Senin (10/10). Rekonstruksi Nafri merupakan peristiwa penyerangan oleh kelompok separatis bersenjata pada 4 Agustus lalu, yang dipimpin Dani Kogoya, mengakibatkan tiga warga sipil dan seorang anggota TNI tewas. ( Foto: Antarafoto )
Selasa, 4 September 2012 | 14:40 WIB
Keenam tersangka yang ditahan itu diduga kuat mengeroyok dan menganiaya korban.

Polisi telah resmi menetapkan enam dari puluhan terduga pelaku kasus kekerasan di Papua yang dibekuk dalam operasi pada Minggu (2/9) dan Senin (3/9) sebagai tersangka. Keenam tersangka itupun langsung ditahan.

"Dari sekitar 25 orang yang telah diperiksa oleh penyidik Polda. Info pagi ini, ada enam yang positif tersangka dan ditahan. Mereka adalah DK (Dhany Kogoya), LS (Lambertus Siep), NJ (Nabi Jikwa), KJ (Krema Jikwa), TK (Tandius Kogoya), dan SK (Sony Kosay) yang diduga kuat melakukan tindak pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban di Nafri," kata Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafly Amar di Mabes Polri, hari ini.
 
Seperti diketahui, mereka ditangkap oleh penyidik dari Polda Papua yang di-back up Bareskrim Polri di dua lokasi yang berbeda di Jayapura. Yang pertama adalah penangkapan di Hotel Dhany Entrop di Jayapura pada pukul 22.45 WIT.

Di situ ada tiga orang yang ditangkap yang diduga terkait penganiayaan dan pembunuhan di Jayapura. Mereka adalah Dhany Kogoya, Petrus Jikwa, dan Sony Kosay.
 
Saat hendak dilakukan penangkapan, Sony mencoba melakukan perlawanan  menggunakan sangkur. Polisi pun akhirnya melumpuhkan yang bersangkutan.
 
Dhany dan Petrus juga berusaha melarikan diri dengan cara menabrak polisi. Tapi, aksi keduanya berhasil ditangkap dengan cara dilumpuhkan. Kaki kanan  Dhany ditembak dan dia dibawa ke RS Bhayangkara untuk perawatan.
 
Dari situ, polisi bergerak ke BTN Puskopad Atas Kampkey Kelurahan Wahno  Distrik Abepura yang merupakan tempat persembunyian kelompok Dhany. Dalam penggerebekan yang berlangsung pada Senin (3/9) sekitar pukul 01.30 WIT itu berhasil ditangkap 22 orang di mana empat di antaranya merupakan buron.
 
Ke empat DPO itu adalah Nabi Jikwa, Krema Jikwa, Lambertus Siep, dan  Tandius Kogoya. Sementara itu sisanya, di antaranya, adalah Yunus Hiluka,  Benis Wanimbo alias Ben, Hengky Nius Boma, dan Saleh Pagawak.
 
Yang lain adalah Evri Tabuni, Sumy Tabuni, Robinus Jikwa, Devison Wanimb, dan Bonibus Koroba. Mereka berusia antara 20 hingga 26 tahun.
 
Ada beberapa barang bukti yang disita seperti senjata api double loop dua pucuk, tiga bilah parang, tiga buah anak panah, satu kampak, dan satu sangkar M16.
 
Kekacauan yang dilakukan kelompok Dhany pada 1 Agustus itu adalah saat  pelaku melakukan kekacauan dan pembunuhan di kamp Nafri, Abepura,  Jayapura.
 
Dalam peristiwa ini ada empat orang yang meninggal dunia dan tujuh luka  berat. Yang meninggal adalah Prajurit Satu Don Keraf (anggota Kompi C  Yonif Senggigi), Sardi (sopir angkutan), Wisman, dan istrinya yang  bernama Titin.
 
Sementara itu yang terluka adalah Siti Aminah, M Saiun, Ahmad Saud, Tarmuji, Budiono, Suyono, dan Yulianto. Mereka juga diduga terlibat dalam penyerangan pada 29 Juli 2011 di mana saat itu kelompok ini menyerang pembangunan tower TV Papua.
 
Saat itu disita dua buah tas, tujuh lembar baju loreng, tujuh butir  amunisi SSI, satu butir amunisi mouser, dan satu dokumen OPM.