KPU: Pemilih Bawa Alat Tulis dari Rumah dan Pakai Masker

KPU: Pemilih Bawa Alat Tulis dari Rumah dan Pakai Masker

Rabu, 11 November 2020 | 19:49 WIB
Oleh : Robertus Wardy / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra meminta para pemilih agar membawa alat tulis sendiri dari rumah saat pencoblosan tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Hal itu agar tidak memakai alat tulis yang sama secara berulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna mencegah penyebaran Covid 19 lewat alat tulis.

“Bawa alat tulis masing-masing untuk mengisi daftar hadir di TPS,” kata Ilham dalam diskusi webinar atau virtual yang diadakan KPU Pusat di Jakarta, Rabu (12/11/2020). Kegiatan itu berupa sosialisasi tata cara pemungutan suara dan perhitungan suara Pilkada 2020.

Ia menjelaskan KPU memang menyediakan alat tulis di TPS. Tetapi lebih bagus jika bawa alat tulis sendiri. Selain alat tulis, KPU juga beranggapan bahwa para pemilih membawa masker sendiri dari rumah karena sudah menggunakan masker saat menuju TPS.

“Jika tidak memakai masker, nanti disiapkan petugas di KPU. Tetapi kami berpandangan setiap pemilih pasti sudah memakai masker dari rumah. Karena itu, nanti kita siapkan hanya sekitar 20 persen untuk masker. Kemudian nanti dilihat apakah sudah memakai masker dengan benar sampai di dagu atau tidak,” jelas Ilham.

Menurutnya, ada banyak hal lain yang terjadi di TPS pada pencoblosan tanggal 9 Desember mendatang. Hal-hal itu tidak pernah ada pada Pemilu atau Pilkada selama ini.

Pertama, jumlah pemilih tiap TPS berkurang dari 800 orang menjadi 500 orang. Kedua, petugas KPPS akan menyediakan tempat cuci tangan dan tempat sampah di TPS. Ketiga, petugas menyediakan termometer pengukur suhu tubuh. Keempat, menyediakan semprotan disinfektan. Kelima, menyediakan bilik khusus untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid 19.

Dalam proses coblos, dia menjelaskan sebelum daftar hadir, pemilih cuci tangan terlebih dahulu. Kemudian diukur suhu tubuh. Jika suhu di bawah 37,3 derajat celcius, akan bisa langsung mengisi daftar hadir. Jika suhu diatas 37,3 derajat celcius, harus masuk ke bilik khusus untuk pemilih dengan kategori OTG Covid 19.

“Nanti petugas akan mengatur jaga jarak. Pemilih akan datang sesuai jadwal yang telah dibagikan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, Red),” jelas Ilham.

Baca juga: Bawaslu Ingatkan KPU soal Kesulitan Penggunaan Sirekap

Dia juga menyebut sebelum pemilihan, para pemilih akan dibagikan sarung tangan plastik. Setelah itu baru masuk TPS untuk memilih. Diharapkan tidak menyentuh apa-apa di TPS, selain kertas suara.

Setelah coblos, pemilih membuka sarung tangan dan dibuang ke tempat sampah. Kemudian petugas akan meneteskan tinta ke pemilih sebagai tanda sudah mencoblos.

“Tidak ada lagi celup jari habis coblos. Nanti petugas yang tetes tinta. Setelah ditetes tinta, pemilih cuci tangan lagi baru pulang,” tutur Ilham.

Dia meminta para pemilih agar tidak berkerumun di TPS saat perhitungan. Biarkan petugas yang menghitung, disaksikan para saksi dari calon. “Supaya tidak berkerumun,” tutup Ilham.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Pastikan Terus Usut Kasus Korupsi Asuransi Jasindo

KPK memastikan terus mengusut dan mengembangkan kasus korupsi pembayaran komisi kegiatan fiktif agen Jasindo dalam pengadaan asuransi BP Migas-KKKS.

NASIONAL | 11 November 2020

Jaksa Minta Hakim Tak Terima Eksepsi Andi Irfan Jaya

Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta tidak menerima eksepsi yang disampaikan Adi Irfan Jaya dan Tim kuasa hukumnya

NASIONAL | 11 November 2020

Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, Penyidik Periksa Konsultan Perencana Pengadaan ACP

Penyidik Polri telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung.

NASIONAL | 11 November 2020

Damai Hari Lubis: Ganti Kerusakan Ditolak Bandara

Ketua Aliansi Anak Bangsa yang juga mujahid 212 Damai Hari Lubis angkat bicara terkait kerusakan sejumlah fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta

NASIONAL | 11 November 2020

Jadi Tersangka Penerima Suap Rp 100 Juta, Irgan Ditahan 20 Hari

Irgan diduga menerima suap sebesar Rp 100 juta dari Bupati Labuhan Batuutara, Khairuddin Syah Sitorus.

NASIONAL | 11 November 2020

KPK Pastikan Cermati Persidangan Skandal Djoko Tjandra

KPK memastikan terus memantau dan mencermati jalannya proses persidangan yang terkait skandal Djoko Tjandra yang menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

NASIONAL | 11 November 2020

Muhadjir Effendy Dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana

Ia menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana atas jasa-jasanya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 2016-2019.

NASIONAL | 11 November 2020

Suami Ungkap Anita Kolopaking Murung Usai Terima USD 50.000 dari Pinangki

Wyasa Santosa Kolopaking, suami Anita Kolopaking mengungkapkan hal tersebut dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/11/2020).

NASIONAL | 11 November 2020

KPK Tersangkakan Mantan Anggota DPR Irgan Chairul Mahfiz

Irgan dijerat dalam kasus korupsi pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBNP 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara.

NASIONAL | 11 November 2020

Ketum TP PKK Sosialisasikan Protokol Kesehatan di Batam

Ketum PKK Tri Tito Karnavian mendatangi beberapa rumah warga di Batam untuk mensosialisasikan protokol kesehatan.

NASIONAL | 11 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS