Logo BeritaSatu

Gemar Tanam Tapi Konsumsi Sayuran Masih Rendah

Jumat, 13 November 2020 | 08:31 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Budidaya menanam sayuran memang sudah banyak ditekuni warga Jakarta selama pandemi Covid-19. Mulai dari komunitas, akademisi, bahkan karang taruna sudah banyak bertanam sayuran di pekarangan dan atap rumah pun sudah dimanfaatkan untuk budidaya sayuran dengan sistem hidroponik.

Pertanyaannya, apakah kegemaran bertanam sayuran ini sejalan dengan kegemaran masyarakat mengonsumsi sayuran? Jika keduanya beriringan, dapat dipastikan petani di perkotaan dan perdesaan akan merasakan manfaatnya dari segi ekonomi. Faktanya ternyata tidak demikian.

Konsumsi sayuran masyarakat Indonesia masih sangat rendah terlihat dari data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/ FAO) yang menyebutkan hanya 180 gram per kapita per hari padahal seharusnya 400 gram per kapita per hari. Sejauh ini kebanyakan masyarakat menganggap sayuran itu adalah bayam, kangkung, packoy, sawi, wortel, timun, kacang panjang, paria, tomat dan sebagainya. Namun, ternyata melon, semangka, jagung manis, labu, kentang juga termasuk sayuran.
Jadi, bila konsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat dapat digantikan dengan sayuran seperti pada kentang, labu, jagung. Maka target 400 gram per kapita per hari dapat tercapai. Bahkan di sejumlah negara, warganya dengan kesadaran untuk hidup sehat lebih memilih sayuran. Kondisi demikian seharusnya bisa di Indonesia mengingat produksi hortikultura sayuran sangat mencukupi.

Persoalannya kesadaran masyarakat masih rendah, sayuran dianggap sebagai makanan pendamping.
Guru Besar IPB Ujang Sumarwan yang juga Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) dari surveinya menyebutkan konsumsi rokok di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan konsumsi sayuran. Padahal di negara-negara maju, soal kesehatan pangan ini menjadi persoalan sangat penting.
Dengan demikian, rendahnya konsumsi sayuran di Indonesia bukan karena terbatasnya pasokan. Namun lebih disebabkan kesadaran masyarakat yang rendah terhadap pentingnya sayuran.

Hal ini diakui Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto yang menyebutkan kalau berbicara ketersediaan hortikultura sayuran di Indonesia sangat luas mencapai 1.000 hektare di berbagai kabupaten.
Persoalannya, dengan luas sebesar itu seharusnya siap untuk ditampung pasar terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Saat ini mayoritas restoran-restoran terkemuka di Jakarta selalu mencantumkan sayuran dalam menunya. Beberapa restoran berani membeli harga tinggi di atas harga pasar, namun dengan standar dan kualitas yang tinggi juga.

Dikatakan, dalam menghadapi wabah Covid-19, selain gencar menerapkan gerakan 3M, seharusnya penting juga digiatkan konsumsi makanan sehat untuk menjaga daya tahan tubuh.
Untuk itu, pemerintah sangat mendukung langkah PT East West Seed Indonesia (Ewindo) yang memproduksi benih sayuran super mini (micro green) yang merupakan sayuran super untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut Managing Director Ewindo, Glenn Pardede, sebelum benih sayuran mini ini dipasarkan, sudah dilakukan riset selama enam bulan terutama terkait ketahanan terhadap cuaca, kemudahan budidaya dan kandungan gizinya. Berbeda dengan benih sayuran umumnya, benih sayuran mini tidak membutuhkan keahlian khusus, hanya ketekunan agar tanaman itu selalu disemprot air. Glenn mengatakan hanya membutuhkan waktu sekitar 14 hari tanaman sudah dapat dipetik (digunting) serta bisa langsung dimakan sebagai lalap atau bisa juga dibuat untuk jus.

Semakin Luas
Pemprov DKI Jakarta menyadari banyak warga yang selama pandemi ini mulai bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan terbatas di rumahnya atau lahan-lahan kosong yang belum dibangun.
Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta Mujiati mengakui banyak masyarakat yang meminta melalui suku dinas di Pemkot dan Pemkab untuk diajarkan cara bercocok tanam.
Sejauh ini masyarakat sudah memanfaatkan pekarangan untuk bertanam sayuran, bahkan ada yang memanfaatkan pagar atau di atas saluran air/got. Hasilnya sebagian untuk dikonsumsi sendiri.
Kegemaran baru masyarakat Jakarta bertanam sayuran ini membuat beberapa wilayah Jakarta udaranya menjadi lebih bersih dan segar. Kemudian apabila dipanen, setidaknya produksi sayuran ini dapat mendukung ekonomi keluarga karena tidak perlu beli lagi.

Namun, dalam budi daya sayuran ini Pemprov DKI juga diminta untuk mewaspadai cara pemeliharaannya. Mengingat banyak warga memanfaatkan tanaman sayuran di atas saluran air yang patut juga diperhatikan kondisi saluran tersebut. Seperti diketahui air di Jakarta sebagian besar telah tercemar logam berat. Jangan sampai sayuran itu disiram menggunakan air yang sudah tercemar. Jika dikonsumsi juga tidak bagus bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Saat ini Pemprov DKI juga terus memperluas lahan-lahan abadi yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian. Lahan tersebut berada di lokasi-lokasi yang selama ini memang belum ada bangunan. Luasannya sangat besar bahkan beberapa sudah ada yang ditanami padi.

Kesadaran masyarakat untuk bertanam sayuran ini diharapkan tidak berhenti sampai wabah Covid-19 saja. Namun bisa berlanjut dalam jangka panjang serta lebih ahli untuk bertanam sayuran yang lebih bervariasi, termasuk sayuran buah/umbi. Setelah gemar menanam, pekerjaan rumah lainnya adalah bagaimana menyehatkan warga agar lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pacu DPK, Bank BTN Road Show Tabungan Bisnis di Surabaya

Direktur Distribution and Funding Bank BTN Jasmin mengatakan, Tabungan BTN Bisnis ditargetkan mampu meraih dana murah mencapai Rp 7 triliun.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Mindset Positif Modal Utama Startup Hadapi Masa Sulit

CEO Tancorp, Hermanto Tanoko, mengatakan, agar startup bisa bertahan dan berkembang di masa sulit, harus memiliki mindset atau pola pikir positif.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Mitra Driver Minta Potongan Komisi Dipangkas, Ini Kata Grab

Triza menegaskan, penyesuaian tarif telah dihitung sesuai aturan pemerintah, sekaligus dirancang untuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi Grab.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Soroti Isu Perempuan, G-20 Empower Rumuskan Draf Leaders Declaration

Ajang Presidensi G-20, melalui G-20 Empower memiliki misi mendukung perempuan, terutama pelaku UMKM.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Laba BUMN Meroket hingga 838,2%, Kinerja Erick Diapresiasi

Kinerja Erick Thohir yang sukses membawa perusahaan BUMN meraih laba bersih secara fantastis diapresiasi ekonom CORE Indonesia. 

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Menperin: Pakai Batik Bisa Memperkokoh Ekonomi Indonesia

Menurut Menperin, memakai batik selain menunjukkan kecintaan terhadap produk dalam negeri, juga dapat membantu memperkokoh perekonomian nasional.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Bahlil: Tidak Ada 1 Orang Pun Bisa Ramal Ekonomi Global

Bahlil Lahadalia mengomentari kondisi ekonomi global yang dinilai banyak pihak semakin menantang.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Sandiaga dan Erick Thohir Siap Bantu Modal UMKM Perempuan

Pemerintah mendukung permodalan ribuan anggota perempuan pengusaha Iwapi untuk menciptakan pelaku UMKM perempuan yang tangguh.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Peneliti LPEM: Hiburan Sepak Bola Perlu Digeser dari Stadion ke TV

Peneliti LPEM UI Mohamad Dian Revindo berpendapat, kompetisi sepak bola di Indonesia sebaiknya perlu digeser dari hiburan stadion menjadi hiburan televisi.

EKONOMI | 2 Oktober 2022

Ekonomi Indonesia 2023 Diyakini Tak Segelap Perkiraan

Sri Adiningsih mengatakan, ekonomi Indonesia sebetulnya punya modal yang baik untuk menghadapi kondisi tahun 2023 yang dikatakan banyak pihak akan lebih gelap.

EKONOMI | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mahkota Alam Berdayakan Tenaga Lokal untuk Kurangi Pengangguran

Mahkota Alam Berdayakan Tenaga Lokal untuk Kurangi Pengangguran

EKONOMI | 20 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings