Gemar Tanam Tapi Konsumsi Sayuran Masih Rendah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Gemar Tanam Tapi Konsumsi Sayuran Masih Rendah

Jumat, 13 November 2020 | 08:31 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Budidaya menanam sayuran memang sudah banyak ditekuni warga Jakarta selama pandemi Covid-19. Mulai dari komunitas, akademisi, bahkan karang taruna sudah banyak bertanam sayuran di pekarangan dan atap rumah pun sudah dimanfaatkan untuk budidaya sayuran dengan sistem hidroponik.

Pertanyaannya, apakah kegemaran bertanam sayuran ini sejalan dengan kegemaran masyarakat mengonsumsi sayuran? Jika keduanya beriringan, dapat dipastikan petani di perkotaan dan perdesaan akan merasakan manfaatnya dari segi ekonomi. Faktanya ternyata tidak demikian.

Konsumsi sayuran masyarakat Indonesia masih sangat rendah terlihat dari data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/ FAO) yang menyebutkan hanya 180 gram per kapita per hari padahal seharusnya 400 gram per kapita per hari. Sejauh ini kebanyakan masyarakat menganggap sayuran itu adalah bayam, kangkung, packoy, sawi, wortel, timun, kacang panjang, paria, tomat dan sebagainya. Namun, ternyata melon, semangka, jagung manis, labu, kentang juga termasuk sayuran.
Jadi, bila konsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat dapat digantikan dengan sayuran seperti pada kentang, labu, jagung. Maka target 400 gram per kapita per hari dapat tercapai. Bahkan di sejumlah negara, warganya dengan kesadaran untuk hidup sehat lebih memilih sayuran. Kondisi demikian seharusnya bisa di Indonesia mengingat produksi hortikultura sayuran sangat mencukupi.

Persoalannya kesadaran masyarakat masih rendah, sayuran dianggap sebagai makanan pendamping.
Guru Besar IPB Ujang Sumarwan yang juga Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) dari surveinya menyebutkan konsumsi rokok di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan konsumsi sayuran. Padahal di negara-negara maju, soal kesehatan pangan ini menjadi persoalan sangat penting.
Dengan demikian, rendahnya konsumsi sayuran di Indonesia bukan karena terbatasnya pasokan. Namun lebih disebabkan kesadaran masyarakat yang rendah terhadap pentingnya sayuran.

Hal ini diakui Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto yang menyebutkan kalau berbicara ketersediaan hortikultura sayuran di Indonesia sangat luas mencapai 1.000 hektare di berbagai kabupaten.
Persoalannya, dengan luas sebesar itu seharusnya siap untuk ditampung pasar terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Saat ini mayoritas restoran-restoran terkemuka di Jakarta selalu mencantumkan sayuran dalam menunya. Beberapa restoran berani membeli harga tinggi di atas harga pasar, namun dengan standar dan kualitas yang tinggi juga.

Dikatakan, dalam menghadapi wabah Covid-19, selain gencar menerapkan gerakan 3M, seharusnya penting juga digiatkan konsumsi makanan sehat untuk menjaga daya tahan tubuh.
Untuk itu, pemerintah sangat mendukung langkah PT East West Seed Indonesia (Ewindo) yang memproduksi benih sayuran super mini (micro green) yang merupakan sayuran super untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut Managing Director Ewindo, Glenn Pardede, sebelum benih sayuran mini ini dipasarkan, sudah dilakukan riset selama enam bulan terutama terkait ketahanan terhadap cuaca, kemudahan budidaya dan kandungan gizinya. Berbeda dengan benih sayuran umumnya, benih sayuran mini tidak membutuhkan keahlian khusus, hanya ketekunan agar tanaman itu selalu disemprot air. Glenn mengatakan hanya membutuhkan waktu sekitar 14 hari tanaman sudah dapat dipetik (digunting) serta bisa langsung dimakan sebagai lalap atau bisa juga dibuat untuk jus.

Semakin Luas
Pemprov DKI Jakarta menyadari banyak warga yang selama pandemi ini mulai bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan terbatas di rumahnya atau lahan-lahan kosong yang belum dibangun.
Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta Mujiati mengakui banyak masyarakat yang meminta melalui suku dinas di Pemkot dan Pemkab untuk diajarkan cara bercocok tanam.
Sejauh ini masyarakat sudah memanfaatkan pekarangan untuk bertanam sayuran, bahkan ada yang memanfaatkan pagar atau di atas saluran air/got. Hasilnya sebagian untuk dikonsumsi sendiri.
Kegemaran baru masyarakat Jakarta bertanam sayuran ini membuat beberapa wilayah Jakarta udaranya menjadi lebih bersih dan segar. Kemudian apabila dipanen, setidaknya produksi sayuran ini dapat mendukung ekonomi keluarga karena tidak perlu beli lagi.

Namun, dalam budi daya sayuran ini Pemprov DKI juga diminta untuk mewaspadai cara pemeliharaannya. Mengingat banyak warga memanfaatkan tanaman sayuran di atas saluran air yang patut juga diperhatikan kondisi saluran tersebut. Seperti diketahui air di Jakarta sebagian besar telah tercemar logam berat. Jangan sampai sayuran itu disiram menggunakan air yang sudah tercemar. Jika dikonsumsi juga tidak bagus bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Saat ini Pemprov DKI juga terus memperluas lahan-lahan abadi yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian. Lahan tersebut berada di lokasi-lokasi yang selama ini memang belum ada bangunan. Luasannya sangat besar bahkan beberapa sudah ada yang ditanami padi.

Kesadaran masyarakat untuk bertanam sayuran ini diharapkan tidak berhenti sampai wabah Covid-19 saja. Namun bisa berlanjut dalam jangka panjang serta lebih ahli untuk bertanam sayuran yang lebih bervariasi, termasuk sayuran buah/umbi. Setelah gemar menanam, pekerjaan rumah lainnya adalah bagaimana menyehatkan warga agar lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Video Kekerasan Polisi Saat Demo, Ini Penjelasan Polri

Harusnya video tersebut ditampilkan dalam kronologi yang sebenarnya.

NASIONAL | 13 November 2020

Survei: 56 Persen Orang Tua Jenuh Mendampingi Anak PJJ

Lebih dari 50 persen orang tua mengaku jenuh mendampingi anak PJJ.

NASIONAL | 13 November 2020

BNPT: Pondok Pesantren Harus Dilibatkan Cegah Radikalisme dan Terorisme

Pemerintah, alim ulama, dan para tuan guru serta pondok pesantren harus bersinergi, terutama untuk mengeliminasi berkembangnya paham-paham radikal intoleran.

NASIONAL | 12 November 2020

Fasilitasi Anak Muda, Eri-Armuji Ingin Startup dan Ekonomi Kreatif Surabaya Berkembang Pesat

Calon wali kota Surabaya Eri Cahyadi menilai anak muda atau kalangan milineal memiliki peran strategis dalam pembangunan kota di masa mendatang.

NASIONAL | 12 November 2020

Pelaku Pembakar Seorang Warga di Medan Dibekuk

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka untuk mengungkap motif penganiayaan sekaligus pembakaran terhadap korban, yang saat ini terluka parah.

NASIONAL | 12 November 2020

Tim Kejagung Tangkap Buronan Korupsi Dinas PU Kabupaten Burru

Penangkapan buronan pelaku kejahatan oleh Tim Tabur Kejaksaan Agung ini merupakan keberhasilan yang ke-109 sepanjang 2020.

NASIONAL | 12 November 2020

Komjak Minta Kejagung Serahkan Berkas Skandal Djoko Tjandra ke KPK

Komisi kejaksaan memastikan akan membantu KPK jika menghadapi kendala untuk mendapat berkas tersebut dari Kejagung

NASIONAL | 12 November 2020

Gatot Diminta Contoh Fadli Zon dan Fahri Hamzah

Fadli dan Fahri yang merupakan mantan wakil ketua DPR, tetap menerima tanda kehormatan dari negara serta menghadiri proses pemberian tanda kehormatan

NASIONAL | 12 November 2020

7 Daerah Masih Zona Merah, Ganjar Minta Kepala Daerah Gencarkan Testing

Ganjar menegaskan, pemerintah di Kabupaten Kota saat ini harus bisa bersikap antisipatif dan prediktif.

NASIONAL | 12 November 2020

Satgas Covid-19: Kepatuhan Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan Masih Rendah

Masyarakat diminta tidak lengah dan disiplin mematuhi protokol kesehatan secara bersamaan.

NASIONAL | 12 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS