Kasus Kebakaran Kejagung, Tersangka Jadi 11 Orang
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Kasus Kebakaran Kejagung, Tersangka Jadi 11 Orang

Jumat, 13 November 2020 | 18:37 WIB
Oleh : Farouk Arnaz, Gardi Gazarin / WBP

Jakarta, Beritasatu.com — Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) menetapkan tiga tersangka tambahan dalam kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka adalah MD, J, dan IS.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, MD berperan sebagai peminjam nama perusahaan cleaning service PT APM dan memerintahkan membeli minyak merek Top Cleaner yang tidak punya izin edar. Sementara tersangka J perannya tidak melakukan survei kondisi gedung dan tidak berpengalaman sebagai konsultan perencana alumunium composite panel (ACP). "Kemudian, tersangka IS perannya menunjuk PT IN sebagai konsultan perencana yang tidak memiliki pengalaman,” kata Argo di Mabes Polri Jumat (13/11/2020).

Ketiga tersangka, sama seperti delapan tersangka sebelumnya, dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 huruf 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya ada delapan tersangka dalam kasus kebakaran Kejagung. Namun mereka semua belum ditahan. Lima tukang bekerja memasang parket, wallpaper, dan karpet di aula biro kepegawaian lantai enam. Mereka adalah T, H, S, K, dan IS. Mereka dipersalahkan karena merokok dan membuang puntung saat bekerja sehingga memicu kebakaran setelah mengenai lem aibon dan tiner.

Lalu mandor yang lalai karena tidak ada di lokasi berinsial UAN. Dua lainnya adalah R, Direktur PT APM (produsen bahan pembersih) dan dari pihak Kejaksaan Agung adalah, NH, yang menandatangani kontrak. Dua orang terakhir ikut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penjalaran api karena lalai menggunakan merek bahan pembersih tanpa izin edar selama dua tahun.

Adapun Pasal 188 berisi, "Barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati".

Spekulasi muncul dibalik peristiwa ini seperti dugaan sabotase sebab saat ini Kejaksaan tengah menangani kasus penting termasuk kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari yang terseret kasus Djoko Soegianto Tjandra.

Namun setelah tim penyidik gabungan Bareskrim melakukan penyelidikan menyeluruh disimpulkan kebakaran itu diduga akibat kelalaian. Saat kejadian diketahui ada pekerja bangunan yang merokok di dalam gedung dan membuang puntung rokok sembarangan. Selain itu, kebakaran diperparah akibat bahan pembersih lantai yang digunakan di Gedung Utama Kejagung mengandung zat yang mudah terbakar.

"Bahan berbahaya itu diketahui digunakan oleh cleaning service di setiap gedung, di setiap lantai untuk melakukan pembersihan," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo, Jumat (13/11/2020).

Ini diketahui setelah Puslabfor Polri melakukan pengecekan temuan-temuan adanya solar dan tiner di setiap lantai. Tim penyidik kemudian melakukan penyidikan dari mana barang ini berasal.

Atas dasar temuan itu, penyidik menyimpulkan bahwa yang mempercepat api menyalar ke seluruh gedung karena adanya penggunaan minyak lobi atau alat pembersih lantai yang bermerek Top Cleaner yang diketahui tidak memiliki izin edar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gubernur Sulteng Ingatkan Transparansi Pengelolaan Dana Covid-19

Longki mengingatkan bupati dan wali kota di Sulteng untuk transparan dalam mengelola dana Covid-19.

NASIONAL | 13 November 2020

Kerumunan di Acara Rizieq Berpotensi Timbulkan Cluster Baru Covid-19

Rizieq Syihab diminta menahan diri dari keinginan yang mengundang banyak orang yang berpotensi menimbulkan cluster baru Covid-19.

NASIONAL | 13 November 2020

250 Warga Binaan Rutan Bengkulu Selatan Jalani Swab Test

Rutan kelas IIB Manna Bengkulu Selatan sangat ketat menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

NASIONAL | 13 November 2020

Gunung Sitoli Kembali ke Zona Merah Covid-19

Penambahan kasus konfirmasi positif di Gunung Sitoli, terjadi karena masyarakat mulai kendor dalam menerapkan protokol kesehatan.

NASIONAL | 13 November 2020

8,2 Juta Vaksin Covid-19 Tiba di Sumut Akhir November

Dinas Kesehatan Sumut telah memberikan pelatihan cara penyuntikan vaksin Covid-19.

NASIONAL | 13 November 2020

59 Sekolah di Bengkulu Tengah Diizinkan Belajar Tatap Muka

Sebanyak 59 sekolah di Bengkulu Tengah, diizinkan untuk menggelar belajar tatap muka setelah 8 bulan belajar daring di rumah.

NASIONAL | 13 November 2020

Edy Rahmayadi: Protokol Kesehatan Senjata Utama Hadapi Covid-19

Edy meminta Satgas Penanganan Covid-19 lebih aktif melakukan sosialisasi protokol kesehatan.

NASIONAL | 13 November 2020

Ketua MPR: Waspadai Semakin Meningkatnya Klaster Covid-19 di Pesantren Jabar

Bambang Soesatyo meminta pimpinan pondok pesantren terkait untuk segera menyediakan ruang untuk isolasi dan pengobatan bagi santri yang terpapar.

NASIONAL | 13 November 2020

Stafsus Presiden: Proses Transisi Energi Sudah on the Track

Saat ini bauran energi baru terbarukan (EBT) sudah mencapai sekitar 14%, dan ditargetkan mencapai 23% pada 2025.

NASIONAL | 13 November 2020

Dirut Jiwasraya Bahas Polis Pegawai KPK

Restrukturisasi polis milik pegawai KPK dengan nominal sekira Rp 20 miliar menjadi pembahasan Dirut Jiwasraya dengan KPK.

NASIONAL | 13 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS