Pengamat: Pelibatan TNI Atasi Terorisme Harus dalam Rangka Perbantuan
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Pengamat: Pelibatan TNI Atasi Terorisme Harus dalam Rangka Perbantuan

Minggu, 15 November 2020 | 09:19 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik Arya Wishnuardi menilai, pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengatasi aksi terorisme, sesuai Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tugas TNI dalam Mengatasi Aksi Terorisme, harus dalam rangka perbantuan.

Sebab, jika tidak akan terjadi tumpang-tindih kewenangan antara militer dengan penegak hukum nantinya.

"Penempatan personel militer dalam penanganan terorisme harus sesuai dengan konsep perbantuan dan tidak bisa ditempatkan pada komponen yang bergerak sendiri," ujar Arya dalam webinar 'Menimbang Pelibatan TNI dalam Memberantas Terorisme; Perspektif Hukum & HAM', yang digelar Institut Demokrasi Republikan (IDR), Sabtu (14/11/2020).

Pengikutsertaan TNI dalam menangani kejahatan terorisme, kata dia harus memiliki tujuan yang spesifik atau khusus.

"Dan harus dilakukan dalam tempo yang singkat dan tidak dalam waktu panjang," jelasnya.

Pelibatan militer, kata dia sebaiknya juga hanya di kondisi tertentu. Mengingat personel TNI memiliki keterampilan dan teknologi persenjataan yang juga khusus. Sehingga tak bisa sembarang dikerahkan.

"Militer itu masuk karena ada kekhususan, baik dari keterampilan personel dan teknologi militer," kata dia.

Arya pun meminta DPR dan pemerintah transparan saat membahas Rancangan Perpres. Diskusi bersama dengan seluruh pihak terutama komponen aktivis dan masyarakat sipil, menurutnya harus dilakukan sebelumnya.

Agar kekhawatiran mereka akan terjadinya pelanggaran HAM, perusakan terhadap tatanan demokrasi yang telah dibangun dan kecurigaan lainnya, tak lagi muncul.

"Harus ada proses yang transparan dari pemerintah dan DPR, karena nanti ujung-ujungnya yang sulit mereka yang bertugas di lapangan. Sehingga potensi pelanggaran HAM yang terjadi bisa dicegah," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Panglima TNI: Jangan Biarkan Persatuan Hilang oleh Provokasi Identitas

Jangan kita biarkan persatuan dan kesatuan bangsa hilang, atau dikaburkan oleh provokasi dan ambisi yang dibungkus dengan berbagai identitas.

NASIONAL | 15 November 2020

Lakukan 3M, Tingkatkan Imunitas Tubuh dan Kenali Gejala COVID-19

Risiko infeksi COVID-19 bisa diminimalisir dengan menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak.

NASIONAL | 15 November 2020

Menaker: Penguatan SDM Adalah Kunci Tingkatkan Skill Angkatan Kerja

Hingga 2019 sudah terbangun 1.113 BLK Komunitas dan tahun 2020 akan dibangun 1.000 sehingga total 2.113 BLK segera terwujud.

NASIONAL | 15 November 2020

Adies Kadir Terjun Langsung Bantu Kemenangan Machfud Arifin

Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir siap terjun langsung membantu kemenangan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman.

NASIONAL | 15 November 2020

Siarkan Video 2013 tentang Karhutla, Dirjen Gakkum KLHK Pertanyakan Greenpeace

Dirjen Gakkum KLHK mempertanyakan mengapa video investigasi yang dilakukan tujuh tahun yang lalu, baru diekspose sekarang oleh Greenpeace.

NASIONAL | 14 November 2020

PSI: Jangan Hina Nikita, Jangan Hina Perempuan

Apa yang dipertontonkan ke publik beberapa hari terakhir sangat memprihatinkan. Banyak caci-maki bertebaran, tidak edukatif, dan jauh dari nilai keindonesian.

NASIONAL | 14 November 2020

Tempuh Perjalanan Darat 12 Jam, Adaptasi Pekerja HCML di Masa Pandemi

Hal pertama yang paling dirasakan pekerja HCML adalah perubahan prosedur yang harus dilalui hingga ke lokasi mereka bekerja.

NASIONAL | 14 November 2020

Pengamat: Dipimpin Biden, AS Akan Kembali Menjadi Polisi Dunia

Indonesia seperti gadis cantik yang selalu dilirik oleh Amerika dan Tiongkok. Karenanya, Indonesia harus cerdas dalam menyikapi dan berdiplomasi.

NASIONAL | 14 November 2020

Presiden: MTQ Wujud Keinginan Kuat Bumikan Ajaran Alquran

Penyelenggaraan MTQ merupakan wujud keinginan kuat untuk membumikan ajaran Alquran serta menegakkan syiar Islam.

NASIONAL | 14 November 2020

BNPT Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional Bersama Santri di Lombok Tengah

Menurut Boy Rafli, santri menjadi pilar penting dalam menangkal paham radikal dan terorisme di Indonesia

NASIONAL | 14 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS